MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Menginap


__ADS_3

Shaka memandangi wajah Kenia saat terlelap, ia mendekatkan bibirnya ke bibir Kenia dan mengecupnya sekilas.


Jemarinya mendekat tanpa sadar, mengusap rambut Kenia dengan lembut.


Sungguh indah ciptaanmu Tuhan, saat ia tertidur ia terlihat beribu kali lebih cantik, jantungku oh jantungku berhentilah berdetak cepat.


Shaka mengukir senyum.


Tinggal menghitung hari wanita yang ia kagumi akan menjadi miliknya seutuhnya.


Aku mencintaimu tanpa syarat, sejak pertama aku memilihmu tanpa ragu aku mengukir namamu dihatiku.


dengan atau tanpa kamu mencintaiku, Aku tetap memilihmu !


"Sudah hampir malam kenapa dia masih tidur? sebegitu lelahnya kah? padahal seharian kita hanya kebutik. Mungkin memang hobinya tidur," gumam Shaka.


Kenia yang tersadar akan sesuatu yang memperhatikannya terbangun.


"Kak Shaka? ngapain disini? nglihatin aku?" hardik Kenia.


"Inikan kamar aku, bukanya wajar kalo aku di kamarku sendiri," ucap Shaka menggoda.


"Hah!! Aku lupa Kak sedari tadi aku masih di kamarmu, padahal aku merasa tidur lama sekali hari ini. Jangan-jangan emang sedari tadi kak Shaka ngliatin aku tidur ya? Kak Shaka gak macem-macem kan?" ucap Kenia dengan tatapan menyelidik.


"Aduhh Ken, tanyanya satu-satu dong! Aku gak macem-macem kok buktinya pakaian kamu masih utuhh hehe...Cuma satu macem," ucap Shaka menahan tawa.


"Haishh! Kak Shaka ini becanda muluk," ucap Kenia merajuk.


"Maaf Ken habis kamu gemesin kalo lagi kesel gitu, kan jadi tambah cinta hehe..." ia terkekeh kecil.


"Udah cepet mandi sana, aku tunggu dibawah ya," sambung Shaka lagi kemudian beranjak pergi.


"Baiklah Kak, oh ya aku gak bawa baju ganti gimana?"


Kenia bingung lantaran tak ada baju ganti, sementara bajunya udah kucel tak beraturan, tidak mungkin kan dirumah mertuanya ia memakai bajunya yang udah dipakai dari tadi pagi.


Shaka membuka lemari bajunya, memperlihatkan baju-baju yang tersusun rapi.


"Hahh liat itu, kenapa ada banyak pakaian wanita lengkap?" Batin Kenia bertanya-tanya.


"Ken, aku sudah mempersiapkan ini untukmu! kamu tinggal pilih mana yang kamu suka," ucap Shaka mengulas senyum.


Kenia terkejut, karena memang ia tak tau bahwa Shaka mempersiapkan baju-baju itu untuknya.


Kenia memilih-milih baju mana yang cocok.


"Kak, lihat ini kakak tau semua warna baju yang aku suka?" tanya Kenia tak percaya.


"Tentu, karena aku membelinya sama mama Wina hehe," ucap Shaka nyengir kuda.


Ken mengambil salah satu dress warna favoritnya lalu masuk ke kamar mandi, Secepat kilat Kenia mandi, tapi juga gak kilat-kilat amat sih.


sedangkan Shaka yang tadinya mau turun ke bawah akhirnya memutuskan menunggu Kenia di sofa.


***


Di bawah Dina mondar-mandir cemas lantaran Shaka dan Kenia sedari siang tadi belum turun.


"Ma, Sudahlah sedari tadi mama mondar mandir apa nggak capek," ucap papa Wira.

__ADS_1


"Mama khawatir pa, mereka sedari tadi belum turun! jangan-jangan Shaka..... "Ucap mama Dina menggantung.


"Ma, mama harus percaya sama Shaka, dia pasti bisa menjaga Kenia,"


Mama Dina mengulas senyum ketika mendapati Kenia dan Shaka menuruni anak tangga.


"Ahh kalian bikin mama khawatir, Shaka kamu ngga macam-macam ke Kenia kan?" tanya Mama Dina cemas.


"Nggak ma, cuma satu macam kok mama tenang aja. Oohh ya ma, Sam kemana hidungnya gak kelihatan?" Tanya Shaka.


Dasar kak Shaka selalu aja dibawa becanda, ehh tapi jangan-jangan emang beneran udah satu macam, aku bahkam bermimpi ia menciumku sewaktu tidur apa itu nyata ??? batin kenia.


"Astaga kita melupakan Sam, sam sudah nunggu kita di meja makan," ucap papa Wira.


"Ayo kita makan kasian Sam sedari tadi nunggu kalian," ucap mama Dina sambil berjalan menuju meja makan.


"Ahh makhluk jomblo itu," gumam Shaka.


"siapa kak?" tanya Kenia heran.


"Tentu saja si Sam, siapa lagi? dia jomblo dari lahir kasian sekali dia,"


"Jangan mengejeknya kak, kau bahkan juga sama tak pernah punya kekasih sama sekali,"


"Aku? setidaknya aku tidak seburuk Sam, banyak wanita yang mengejarku. Hanya saja hatiku sudah lebih dulu kau curi," ucap Shaka dengan mata mengerling menggoda.


Brushhhhhh...


Seketika wajah Kenia memerah bak kepiting rebus, malu hiya Kenia sangat malu bahkan saat-saat seperti ini Shaka terus saja mengucapkan gombalan-gombalan imutnya.


***


Mama dina mengambilkan makan untuk papa Wira, begitu juga kenia yang mengambilkan makan untuk Shaka.


"Ehmm," Sam berdehem seolah merasa dirinya diabaikan sekarang.


"Kenapa Sam, mukanya ditekuk gitu?" tanya mama Dina.


"Anu ma, kayaknya aku juga akan segera nikah," ucap Sam dengan wajah datar.


" Sejak kapan kau punya kekasih Sam?" tanya Shaka menyelidik.


"Tentu sejak lama Tuan muda Shaka hehe, aku juga punya gadis kecil yang aku tunggu! memangnya hanya kau," ucap Sam dengan senyum bangga.


Papa Wira manggut-manggut, dia paham yang wanita yang dimaksud Sam.


"Baiklah Sam kapan kamu akan melamar Kamila? papa akan sangat senang jika dua putra papa ini sudah menemukan bahagianya," sahut papa Wira.


Kenia mendongkakkan kepalanya, menatap Sam tajam " Kamila??"


tanya Kenia penasaran.


"Ahh nona, ada apa ??"


tanya Sam heran.


"Emm tidak sebaiknya kita makan, bukan begitu ma??"


Mama Dina mengulas senyum, "Iya ayo kita makan dulu, biarlah nanti Sam bawa calonnya juga kesini biar nggak pada penasaran," Ucap mama Dina.

__ADS_1


Mereka makan dalam keheningan, hanya ada suara sendok dan garpu masing-masing.


Sekilas Shaka melirik Kenia, laki-laki itu berharap dalam diam.


Setelah selesai makan, Kenia membantu bi Ani membereskan piring-piring kotor ke belakang, sementara yang lain beralih ke ruang santai, dimana mereka bercengkrama tanpa beban.


Kenia menghampiri Shaka dan duduk di sampingnya, ikut bercengkrama dengan calon keluarganya kelak meski terkadang Kenia masih merasa sedikit canggung.


"Kenia, mama sudah menghubungi Wina tadi mama minta izin agar kamu menginap disini, gimana ken? mau ya?" tanya mama Dina memohon.


Shaka mengulas senyum, mamanya memang tau apa yang Shaka mau, ehh! tapi ini kebetulan apa keberuntungan ya? entahlah...


Kenia terdiam sesaat mendengar ucapan mama Dina.


Gimana ini , malah suruh nginep lagi..


aaa jangan-jangan nanti aku disuruh sekamar sama Shaka..


hahhh! anak sama mama sama aja, Tukang modus. Ehh Kenia becanda mamadin😘


batin Kenia.


"Gimana Ken , mau ya? mama masih pengen ngabisin waktu sama mantu mama besok," ulang mama Dina.


"Iya ma, Kenia mau,"


Terpaksa aku iyakan dari pada ribet nantinya lagian Shaka kenapa diem gitu, papa Wira juga apa lagi Sam.. gak akan ada yang merasa keberatan yang ada malah keknya pada seneng gitu.. huhh! keluh Kenia.


***


Kenia berjalan gontai menuju lantai atas disusul dengan Shaka, tiba di Kamar Shaka langkahnya terhenti.


" Kak Shaka, apa kita tidur sekamar?" tanyanya.


"Tentu Ken, hanya ada kamar ini. Sebenernya masih ada kamar tamu dan satu kamar lagi tapi kamar mandinya sedang dalam perbaikan beberapa hari ini, jadi kita tidur sekamar." ucap Shaka menjelaskan.


Kenia hanya ber Ohhh riaa...


Berharap pagi segera kembali menyapa.


Shaka berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuh lelahnya disana.


Kenia terperanjat " Kak, kenapa kita tidur seranjang?"


"hahh.. Tentu untuk membiasakan diri Kenia, sebentar lagi kamu harus terbiasa tidur denganku, memelukku, menciumku disaat bangun dan tentu saja menjadi istriku yang baik."


" Tapi kan," ucap Kenia tertahan.


"Tidurlah Ken, aku tidak akan macam-macam tenanglah!" ucap Shaka dengan memejamkan matanya.


Kenia merebahkan tubuhnya di samping Shaka, dipandanginya laki-laki yang sudah terlelap itu.


Bibirnya mengukir senyum, fikirannya berandai-andai tentang kehidupan nantinya setelah bersama.


Tanpa Sadar kini ia ikut terlelap bersama Shaka menjemput mimpi-mimpi indahnya.


Hallo Readers sayang, maafkan Author jika alurnya kurang menarik, sekali lagi author masih dalam tahap belajar😇


jangan lupa like komen dan Votenya ya 💕

__ADS_1


__ADS_2