MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Dia Suamiku


__ADS_3

Wina menatap anak semata wayangnya, begitu juga dengan Edward. Mengingat hari ini, Shaka akan memboyong Kenia kerumahnya.


Disisi lain tampak Shaka dan Kenia bersiap pulang kerumah Keluarga Admaja.


"Sayang Kenia, kamu yakin sudah sembuh nak ? apa tidak bisa besok saja kalian pulangnya ?" tanya Wina.


"Iya Shaka, apa tidak bisa besok saja ? papa khawatir dengan Kenia ! dia masih terlihat pucat."


" Kenia tidak apa-apa ma, pa ! Kenia dah sembuh ! lagian Ken udah janji sama mama Dina." ucap Kenia.


"Baiklah tapi inget Ken, Shaka sering-sering mengunjungi mama papa disini ya, apalagi nanti kalo kalian udah pindah rumah sendiri." Ucap Edward kemudian.


"Iya ma, pa Shaka pasti bakal sering ajak Kenia pulang kesini kok, iya kan kak ? ucap Kenia seraya melirik suaminya itu.


"Iya ma, pa."


"Yaudah ma, pa kami pulang dulu ya ? pamit Shaka dan Kenia mencium tangan Wina dan Edward bergantian.


Wina memeluk erat putrinya, entah ! perasaan haru menyeruak karena anak semata wayangnya kini telah sah menjadi seorang istri.


" Ingat Ken, jadi istri yang baik dan patuh sama suami ! kalo ada masalah harus diselesaikan dengan dewasa dan kepala dingin. Jaga sikapmu disana ! perlakukan mertuamu seperti saat kamu bersama kami." pesan Wina pada Kenia.


"Siap ma, Kenia tidak akan mengecewakan mama dan papa." ucap Kenia mengulas senyum.


"Hati-hati sayang ! " ucap Edward kepada putrinya.


" Shaka jaga Kenia dengan baik, papa percaya sama kamu ." ucap Edward seraya memeluk putra menantunya.

__ADS_1


"Iya pa, pasti" balas Shaka.


***


Hening dalam perjalanan, entah kenapa melihat Shaka diam fokus dengan kemudinya membuat Kenia kikuk merasa canggung membuka suara.


"Ehm..." Shaka berdehem membuat Kenia menatapnya penuh tanya "Kenapa kak?"


"Ada beberapa hal yang perlu aku tau Ken, kau pasti paham ! Aku mencintaimu Kenia ! sedangkan aku tidak tau kau dan Radit pernah saling...." ucap Shaka menggantung.


"Aku sudah memupus rasa cintaku, sejak kami memutuskan berpisah, meskipun itu berat untukku tapi percayalah kak. Sesuatu yang telah aku lepas tidak akan aku raih kembali, aku dan Radit mungkin tidak ditakdirkan bersama." jelas Kenia.


Shaka mengusap wajahnya kasar, perassan bersalah selalu menghampiri meskipun Shaka sendiri memang mencintai Kenia.


Shaka menepikan mobilnya, sebuah danau indah terpampang disana, danau buatan ini dibuat dengan kesan memadukan keindahan alam dan nuansa wisata kota.


Ya Tuhan dia tampan sekali ketika tersenyum, apakah benar dia suamiku ? perasaan apa ini, jantungku seperti terguncang dan hatiku...


kenapa rasanya nyaman sekali, apa benar aku sudah mulai menyukainya.Kenia


Shaka menuruni mobil menuju danau buatan tersebut, tangannya meraih jemari Kenia, menggengam erat seraya menuntunnya menuju kursi dibawah pepohonan yang mengelilingi danau itu.


"Bagaimana ? indahkan ? aku selalu menghabiskan rasa penatku disini, melihat senja selalu bisa membuat moodku membaik."ucap Shaka.


Senyumnya terasa damai dan memabukkan, itulah yang ada difikiran Kenia. Kenyataannya dalam waktu sesingkat ini,ia mampu menyukai Shaka. Menemukan sisi baik laki-laki yang telah menjadi suaminya.


"Ini indah sekali kak, terima kasih sudah mengajakku kesini."

__ADS_1


"Kau menyukainya Ken, jika kau suka aku akan sering mengajakmu kesini, kalo aku pulang dari kantor tepat hehe."


"Ternyata selain baik dan memiliki sifat hangat, kak Shaka juga suka menyenangkan orang lain ya." ucap Kenia mengulas senyum, pandangannya tak lepas dari air danau dan cahaya jingga yang memantul.


"Tapi hanya orang-orang tertentu aku bisa melakukannya Kenia, tidak semua orang ! apalagi wanita." jelas Shaka.


Kenia menyandarkan kepalanya dipundak Shaka, bibirnya mengulas senyum bahagia. Sedangkan tangan shaka mengusap lembut rambut Kenia.


"Bolehkah aku menciummu ? tanya Shaka meminta izin.


"Tentu saja boleh, kau suamiku ! bukankah kak Shaka sudah 2 kali menciumku?" tanya Kenia dengan polosnya.


"Jadi kau tau ?? Ahh malunya aku " cicit shaka.


Sontak Kenia tertawa, "haha lihatlah mukamu kak, kau seperti maling yang sedang tertangkap basah ya." ucap Kenia menggoda.


Dan "cupppp... !" Shaka mencium singkat pipi Kenia membuat gadis itu mematung sesaat.


"Jangan menggodaku, jika tidak ingin habis malam ini." bisik Shaka.


Kenia bergidik ngeri membayangkan Shaka akan meminta haknya malam ini juga. "Jangan dulu kak, aku janji tidak akan menggodamu." jari Kenia terangkat membentuk huruf V dengan senyum cengir kuda khas Kenia.


Dia suamiku,


Takdir membuatku secepat ini menyukainya, dan rasanya sebahagia ini kah ?


jatuh cinta dengan orang yang sudah menjadi milik kita sepenuhnya rasanya menyenangkan....

__ADS_1


__ADS_2