
Sudah melewati siang Shaka belum kembali dari kantor, dan itu membuat Kenia benar-benar kesal, lantaran suaminya itu sama sekali tak menghubunginya.
Dengan langkah gontai ia masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka, Kenia memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya.
Selesai berdandan, Kenia meraih tas dan tak lupa ponselnya lalu keluar kamar.
Di bawah ia berpapasan dengan Kamila.
"Ehh kakak ipar." sapa Kamila membuat Kenia mendekus sebal.
"Ck! lama-lama kau berubah lebih mirip Sam ya Mil."
"Mau kemana buk, rapi bener?"
"Aku mau ke rumah mama bentar Mil, ga tau nih tiba-tiba pengen kesana." alibi Kenia.
"Hm.. iya deh iya. Trus Shaka gimana Ken?" tanya Kamila.
"Emhh.. Aku dah bilang tadi, aku cari mama Dina dulu ya, mau pamit."
"Baiklah, hati-hati." ucap Kamila kemudian.
Setelah berpamitan dengan mertuanya, kini Kenia berjalan untuk mencari taksi.
Setelah mendapatkan taksi, Kenia semakin berdecak sebal.
"Dasar wanita ular, bilang aja mau deket-deket suamiku. Sok-sokan susah nyari taksi, padahal gampang banget gini." Kenia mengumpati Ara.
Bahkan ketika ia sudah berada di dalam taksi tersebut.
Sampailah Kenia di depan rumah orang tuanya, segera ia masuk ke dalam.
"Lohh Ken, kamu kesini sendiri sayang?" tanya Wina ketika menyadari kedatangan anaknya.
Seketika Kenia langsung berhambur memeluk mamanya, " Kenia kangen ma!"
"Shaka mana, bukannya hari ini ia masih belum ke kantor." tanya Wina pada anaknya.
__ADS_1
Kenia mengedikkan bahu, ia sungguh masih kesal dengan suaminya.
"Ma, Ken ke kamar dulu ya." ucap Kenia mengalihkan pembicaraan.
Mau tak mau Wina mengiyakan ucapan Kenia meski ia begitu ingin tau apa yang terjadi dengan anak dan menantunya.
Lagi-lagi Kenia memilih tidur untuk meluapkan kekesalannya.
Di sisi lain, Shaka harus mengecek tumpukan dokumen yang begitu banyak, ia tak mau sedikitpun ada kesalahan.
Mau bagaimana lagi, Sam dan papanya sedang menikmati libur di rumah.
Pukul dua siang ia selesai dengan pekerjaannya. Bahkan laki-laki itu melupakan makan siangnya.
Segera Shaka berlalu meninggalkan kantor untuk pulang ke rumah.
"Astaga aku melupakan Kenia, ia pasti kesal karena aku bersama Ara tadi." gumam Shaka.
Begitu sampai di rumah,pandangannya mengedar mencari sosok istrinya.
Belum sempat masuk kamar, mama Dina sudah menyapanya.
"Kenia mana mah." tanyanya ngos-ngosan.
"Loh bukannya ia udah bilang ke kamu, kalo izin pergi. Dia bilang ke rumah mama Wina." jelas mama.
Deg!
Apa kamu benar - benar marah sayang..
Bahkan kamu sampai bohong ke mama jika sudah izin padaku, maafkan aku Kenia !
Kamu pasti sudah berfikir yang enggak-enggak karena aku begitu lama di kantor dan tak mengabarimu..
Tanpa banyak kata, Shaka langsung kembali keluar. Shaka akan menyusul Kenia di rumah mertuanya.
Dina hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah anaknya.
__ADS_1
Di jalan Shaka mengumpat kesal, ia terus memukul stang kemudinya.
Sudah panggilan ke sekian kali namun Kenia mengabaikannya.
Shaka merasa bersalah,
Ternyata diabaikan itu tak enak...
Maafkan aku yang terlalu sibuk Kenia, Ku mohon..
Begitu sampai Shaka langsung masuk, saat mang Ujang membukakan pintu.
"Kenia mana mang?"
tanyanya pada mang Ujang.
"Itu den, di kamar."
"Kalo mama?"
"Nyonya jam segini mah tidur siang den, langsung ke kamar non Kenia aja." ucap Ujang. Shaka mengangguk kemudian berlalu.
Sampai di kamar, ia melihat sang istri tidur meringkuk.
Shaka langsung merebahkan diri disampingnya, di lihatnya sang istri yang terlelap dengan mata sembab seperti habis menangis.
Jemari Shaka menyentuh lembut pipi Kenia, " Maafkan aku sayang." ucapnya sesal.
Kemudian mencium kening Kenia dan menyusulnya ke alam mimpi.
Tangannya memeluk pinggang sang istri, merengkuhnya agar Kenia tidur dalam pelukannya.
Maafkan aku yang tak memahami begitu sensitifnya dirimu..
Aku tau kamu pasti kesal, tapi aku senang kamu menunjukan rasa cemburu...
Aku sayang kamu little, tidurlah yang nyenyak dalam pelukanku..
__ADS_1
Shaka benar-benar tak peduli dengan perutnya yang lapar, ia memilih memeluk sang istri yang tidur dengan lelap.