
Di kediaman Shaka, Dina sedang duduk bersantai di taman belakang, taman kecil dengan berbagai macam bunga yang tumbuh indah disana selalu bisa membuat ibu satu anak itu tenang dan rileks, terlebih saat suasana hati kurang baik.
"Mama ? ma..." Teriak Shaka.
Seketika Dina menoleh mendapati Shaka berjalan ke arahnya. "Ada apa sayang?" tanya mama Dina terheran.
Shaka terkekeh " Ma, diruang tamu ada calon mantu mama hehe. Shaka sengaja ajak Kenia kesini dan bilang kalo mama merindukannya," Ucap Shaka dengan bangga.
"Kamu memang pinter bersandiwara Shaka, mama akan menemui anak kesayangan mama itu,"
"Yang anak mama itu Shaka bukan Kenia ma," ucap Shaka setengah berteriak karena Dina sudah berlalu pergi.
Senyum Dina mengembang mendapati Kenia benar berada di ruang tamu.
"Kenia sayang anak mama,"ucap mama Dina menghampiri Kenia.
Kenia sontak berdiri dan memeluk mama Dina.
"Tante apa kabar?" ucap kenia.
"Kok masih tante manggilnya, panggil mama dong Ken! Bentar lagi kan kamu nikah sama Shaka," pinta mama Dina.
Kenia tersenyum canggung, mengingat ini kali pertamanya setelah dewasa Kenia bertemu dengan keluarga Shaka.
Sedangkan Shaka saat ini berada di kamarnya, mengganti pakaiannya yang lebih santai.
"Selesai," Gumam Shaka melihat penampilannya.
Dina dan Kenia telah lama berbincang-bincang, entah apa yang dibicarakan mereka terlihat sangat bahagia sesekali Kenia dan Dina melepas tawa bergantian. Shaka yang melihat mereka dari kejauhan merasa sangat beruntung.
"Aku seperti melihat istriku beneran," Gumam Shaka.
***
"Ken, mama mau kedapur bantu bi Ani masak ya. Calon mantu mama kan ada disini, mama mau masak spesial."
"Kenia ikut ya ma, Kenia gak tau mesti ngapain. Sekalian Kenia juga mau belajar masak sama mama," ucap Kenia
Sam menuruni anak tangga, seharian dia tak kelihatan batang hidungnya karena biasanya weekend selalu digunakanya tidur dan tidur. Melihat Shaka mematung, Sam tersenyum jahil.
"Tuan muda, kenapa senyum-senyum melihat non Kenia," ucap Sam sengaja meninggikan suaranya agar Kenia mendengarnya.
"Apa salahnya Sam? aku memandang calon istriku bukan calon istrimu," balas Shaka dengan senyum smriknya.
"Hahaha Tuan, saya hanya bertanya," sahut Sam sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Kenia menahan senyum ketika mendengar pembicaraan mereka, sedangkan mama Dina cukup menggelengkan kepalanya melihat dua anaknya itu.
__ADS_1
Dua anak ya, karena Sam sendiri sudah seperti bagian dari mereka.
Mama Dina, Kenia dan juga bi Ani sibuk berkutat di dapur, aroma masakan enak menusuk-nusuk hidung membuat Wira menghampiri istrinya di dapur. Padahal sedari tadi Wira hanya di kamar. Wira dan Sam memang memiliki kesamaan ketika melepas penat mereka hanya akan tidur. Berbeda dengan Shaka yang memilih menghabiskan waktunya bersama orang terdekatnya ketika weekend.
"Masak apa ma?" tanya Wira sambil memeluk Dina dari belakang.
"Pa, inget umur udah mau punya mantu gak malu dilihatin mantunya," ucap mama Dina.
"Ehh nak Kenia, maafin papa ya hehe papa tadi hanya reflek kan kebiasaan," ucap Wira malu.
"Kenia gak lihat kok pa," balas Kenia mengulas senyum.
Bi Ani hanya menunduk menahan senyum melihat tingkah mereka.
Shaka menghampiri Kenia, melakukan hal serupa yang papa Wira lakukan, memeluk pinggang Kenia dan menyandarkan kepalanya di bahu calon istrinya itu. Kenia tak berkutik sedikitpun.
Ommooo kenapa ini, dia memelukku seperti ini jantungku oh jantungku kenapa seperti maraton..
kenia
"Nyamannya seperti ini,aku berharap Tuhan akan segera mencongkel pintu hatimu lebar-lebar untukku, aku akan mengunci diriku di dalamnya dan membuang kuncinya, agar tak ada lagi orang lain yang menempati hatimu kecuali aku," shaka
"Tuh liat pa, anakmu!" ucap Dina dengan senyum mengembang.
"Biarlah ma, kita kan juga pernah muda! atau mama mau papa peluk lagi?" balas Wira.
***
Aneka makanan terhidang di meja, berbagai lauk hasil masakan Kenia mama Dina dan juga bi Ani menggugah selera.
Shaka yang merasa sangat lapar langsung menuju meja makan disusul Sam yang mengekor tanpa ekpresi.
Sedangkan mama Dina, papa Wira dan juga Kenia sudah berada disana.
Kenia mengambil nasi dan lauk untuk Shaka setelah mama Dina dan papa wira melakukan hal yang sama, lalu mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka makan dalam hening dan hanya suara denting sendok yang beradu.
Setelah selesai Kenia membantu bi Ani membereskan meja makan dan mencuci piring, meski mama Dina melarang tapi Kenia sudah terbiasa dengan pekerjaan itu tanpa mengandalkan seorang art, Kenia sadar betapa beratnya menjadi mereka.
Selesai dengan kegiatannya, Kenia menyusul mereka yang sedang berkumpul di halaman belakang, Shaka yang menyadari kecanggungan Kenia pun menghampiri.
"Ken, istirahatlah jika kamu lelah! aku akan mengatarkanmu ke kamar, kamu bisa tidur siang dulu gimana."
"Aa..ku sungkan kak," Kenia terbata.
"Kenia sayang, biar Shaka mengantarmu ke kamar nak. Tidurlah dan jangan sungkan ini juga rumahmu," mama Dina menimpali.
"Iya ma aku ke kamar dulu," Sahut Kenia.
__ADS_1
"Sudah sana tidurlah," balas mama Dina.
Shaka mengantar Kenia menuju kamarnya.
"Istirahatlah," Ucap Shaka membukakan pintu.
Kamar mewah dengan desain maskulin membuat Kenia bertanya-tanya.
"Apa yang kamu pikirkan Ken? ini kamarku, kamu bisa tidur disini," ucap Shaka.
"Lalu kamu ?" tanya Kenia
"Aku juga tidur disini," sahut Shaka santai.
"Hah..." Kenia terkejut dan enggan merebahkan tubuhnya mendengar ucapan Shaka tadi.
"Aku tidak mau tidur," Kenia menggeleng cepat.
"Tidurlah Ken, jangan berfikir yang tidak-tidak, aku akan tidur disofa itu nanti," ucap Shaka sambil menunjuk sofa besar sebelah ranjangnya.
"Atau kamu ingin kita tidur seranjang?" Goda Shaka lagi.
" Akan kupatahkan tanganmu saat ini juga kak," ucap Kenia menatap tajam
Shaka tidak menggubris ucapan Kenia, ia berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya disana.
"Tidurlah Ken, aku tidak akan macam-macam, tenanglah!" ucap Shaka sambil memejamkan matanya.
Kenia hendak merebahkan tubuhnya di rajang king size kamar Shaka, matanya menjelajahi isi kamar tersebut, kini matanya fokus pada sebuah bingkai foto diatas nakas samping ranjang.
Kenia mengambil bingkai tersebut dan mengamatinya.
"Ra..Radit..."
Kenia menutup mulutnya tak percaya.
Sebuah foto tiga pemuda yang tak asing lagi baginya, ya Shaka yang berada ditengah dengan Radit dan Sam di sebelah kiri dan kanan sedang merangkul pundaknya.
"Jadi kak Radit selama ini mengenal Kak Shaka?
Kenapa selama ini kak Radit ngga pernah cerita, tapi apa kak Radit juga udah tau aku dijodohkan dengan kak Shaka,"
Arghhhhh kenia mengerang frustasi melihat dunia ini sempit sekali.
Kenia mencoba memejamkan matanya meski fikirannya berkecamuk, sesaat dirinya memandang Shaka laki-laki yang akan menjadi suaminya kelak.
Sangat tampan bahkan lebih tampan dari Radit, Apalagi saat dia terlelap seperti itu. Hanya saja cara mereka memperlakukan wanitanya berbeda..
__ADS_1
Aku harap jika memang Kak Shaka dan Radit adalah sahabat baik, aku tidak akan menjadi beban persahabatan mereka nantinya.