
Kenia sudah memutuskan untuk sejenak keluar rumah menghirup udara segar. Jika biasanya ia memilih menikmati taman belakang rumah atau mengobrol dengan bi Ijah. Hari ini Kenia ingin menyegarkan mata sejenak ke danau pinggiran. Tempat dimana Shaka mengajaknya melihat senja.
Sebenarnya bukan hanya senja saja yang bisa dilihat. Dari arah berlawanan juga bisa menikmati indahnya matahari terbit.
Kenia hendak keluar gerbang, ia memutuskan untuk jalan kaki sebenarnya, mengingat letak danau dan rumahnya cukup dekat.
"Nona mau kemana." tanya Toni yang berada di post samping gerbang.
"Sedikit jalan-jalan, hanya sebentar ke danau."
"Baiklah, saya ditugaskan Tuan untuk menemani Nona muda." ucap Toni kemudian.
"akh, tidak perlu Ton. Hanya sebentar ! lagipula jarak danau kesini hanya beberapa meter."
"Baiklah, tapi nona muda harus janji ! jika ada apa-apa, atau orang yang mengganggu non Kenia harus telpon saya. Nanti Tuan bisa mecat saya kalo tau nona Kenia pergi sendiri."
"Ahsiap." ucap Kenia menyunggingkan senyum.
Kenia hanya perlu berjalan sebentar untuk sampai dimana Danau pinggiran berada, ia meraih ponsel dalam tasnya lalu mengabadikan momen dirinya dengan berselfie ria dipinggir danau.
Senyumnya merekah melihat hasil fotonya, namun saat ia mencoba berselfie lagi terdengar suara laki-laki sedang mendekatinya.
"Mau aku fotoin ?" tawar laki-laki itu yang tak lain adalah Radit.
"K-a-k Ra-dit.."
Kenia terkejut ketika mendapati sosok laki-laki itu adalah mantan kekasihnya."
"Gimana mau aku fotoin?" tanya Radit mengulas senyum.
"Kenapa kau bisa ada disini kak ?" tanya Kenia gugup, bukan karena perasaan melainkan hanya terkejut.
Entah kenapa perasaan Kenia tak lagi sama seperti dulu saat ia bersama Radit.
__ADS_1
"Aku tidak sengaja melihatmu Ken, lagipula sejak kapan kau suka ke tempat ini sendiri? yang aku tau dulu kita belum pernah kesini bersama."
"Jangan membahas apa yang sudah terlewat kak, karena aku sudah memupusnya."
"Ahh maaf, aku tau kau mungkin sudah mencintai Shaka, dan itu semua karena kesalahanku." sesal Radit.
Kenia hanya tersenyum menanggapinya, lalu tangan Kenia memegang pundak Radit.
"Aku akui aku memang tak pernah menginginkan pernikahanku dengan Shaka, tapi aku sudah menuruti apa kata orang tuaku dan juga dirimu untuk belajar mencintainya, dan kau berhasil. Aku memang mulai mencintainya, setiap hari aku selalu menemukan sisi baik dari suamiku yang membuatku kagum." ucap Kenia mengulas senyum
"Baguslah kalo begitu, aku turut bahagia." sahut Radit.
Sorot matanya memperlihatkan kekecewaan yang mendalam.
Meski begitu Kenia tak ingin lagi memikirkannya.
Kenia duduk dikursi mengobrol bersama Radit, setidaknya ia perlu memastikan jika laki-laki disampingnya tak akan melakukan hal bodoh lagi. Mengingat tempo hari Kamila menyalahkannya karena Radit yang pergi ke club dan mabuk berat.
"Kau ingat, kau sudah janji akan baik-baik saja setelah pernikahanku." ucap Kenia tanpa ekspresi, pandangannya masih fokus menatap ke arah danau.
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja." ucap Radit mengedikkan bahu.
"Hey.. hey... aku janji setelah ini akan baik-baik saja, apalagi jika kau mentlaktirku es krim, lagi pula aku ke club hanya untuk bertemu Dion kawanku.
"Es krim, permintaanmu konyol sekali kak, kau ini laki-laki."
"Ayolah Ken, kali ini saja." Rengek Radit seperti anak kecil yang meminta es krim pada ibunya.
"Ohh Astaga, baiklah tunggu disini sebentar."
Kenia berlalu meninggalkan Radit, selang beberapa menit ia sudah kembali dengan membawa dua cup es krim Vanila coklat.
***
Pagi hari di Admaja Group Shaka harus kembali kerumah untuk mengambil dokumennya yang tertinggal.
__ADS_1
Dengan buru-buru ia mengemudikan mobilnya, mengingat satu jam lagi harus meeting dengan klien penting.
Shaka melajukan mobilnya dengan kecepatam tinggi, hanya butuh beberapa menit untuk sampai dirumah. Dengan buru-buru Shaka mengambil dokumennya ke ruang kerja yang berada dirumahnya lalu segera kembali ke kantor.
Ohh astaga aku melupakan Kenia, tapi dimana dia sekarang ? kenapa dirumah hanya ada Toni dan bi Ijah. Apa dia jalan-jalan, hmm kenapa tidak izin padaku.
Shaka mengemudikan mobilnya sedikit pelan, masih ada setengah jam lagi waktu untuknya sehingga ia bisa sedikit santai membawa mobilnya.
Namun ia cukup terkejut ketika melewati danau pinggiran dekat rumahnya.
Shaka menepikan mobilnya hanya untuk melihat apa benar yang dilihatnya Kenia.
Dan sialnya memang benar istrinya sedang menikmati es krim dengan mantan kekasihnya, sesekali mereka saling melempar tawa.
Shaka kembali melajukan mobilnya, jika bukan karena meeting sialan itu, mungkin ia sudah turun menghajar Radit.
"Ahh sial." Shaka memukul stang kemudinya dengan kesal.
"Kau bilang kau mencintaiku Ken, lalu apa itu ! kau bahkan sedang asyik tertawa bersamanya dibelakangku.
Kau bilang padaku untuk tak mempertemukannya denganmu, nyatanya kalian malah berdua dibelakangku." batin Shaka menahan amarah.
Suasana hatinya benar-benar memburuk, hingga membuatnya tak lagi fokus pada meeting dan juga pekerjaannya.
Fikirannya menerawang, banyak tanda tanya yang meliputi hatinya, namun Shaka cukup kecewa dengan apa yang tadi ia lihat.
***
"Sudah ahh aku mau pulang." ucap Kenia kemudian.
"Akh baiklah, aku juga harus kembali ke rumah sakit." ucap Radit.
"Segeralah membuka hatimu, dan jangan berlarut. Aku yakin kau akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dari diriku." ucap Kenia menyunggingkan senyum.
"Tentu saja, aku pasti menemukannya Ken. Kau tenanglah, segera mungkin aku akan memperkenalkannya padamu." ucap Radit seraya pamit pergi.
__ADS_1
"Aku tunggu waktu itu." Kenia mengulas senyum seraya melambaikan tangannya ketika Radit berlalu pergi.
Tepat siang hari Kenia pulang, mengingat ia cukup lama berada di danau. Kenia terus berjalan hingga akhirnya sampai didepan rumahnya.