
Garuda Wisnu Kencana, salah satu tempat wisata terkenal di Bali. Saking terkenalnya objek wisata Garuda Wisnu Kencana Bali, hampir setiap hari tempat wisata GWK Bali, selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan wisatawan asing. Banyak wisatawan mengatakan, objek wisata Garuda Wisnu Kencana, salah satu obyek wisata yang wajib di kunjungi.
Kenia berdecak kagum, sudah lama sekali ia ingin kesini.
"Kamu suka..." tanya Shaka.
Kenia mengulas senyum, " Sangat suka."
"Kalo begitu tunggu apalagi sayang, kita ciptakan kenangan manis disini." Shaka meraih ponselnya di saku.
"Kita foto bareng yuk." ajaknya.
Kenia tersenyum manis, lalu memposisikan diri menghadap Kamera.
Cekrek!
Dari jauh Sam dan Kamila sepertinya juga mengabadikan moment di GWK, pengantin baru memang begitu, lagi manis-manisnya.
"Ka, uhuy...." teriak Sam.
"Apa."
"Foto bareng yuk, nih mama minta foto kita berempat." ujar Sam mendekat.
"Lah, mama tumben gak ngabarin aku malah ngabarin Sam." gumam Shaka pelan.
" Mungkin sudah, tapi nggak ke angkat." ujar Kenia.
"Eh, iya sayang kamu suka bener kalo ngomong." Shaka mengaruk kepalanya yang tidak gatal, memang benar mama Dina tadi menelponnya, hanya saja ponselnya dalam mode hening.
"Hmm, iya kan."
Dan saat Sam dan Kamila mendekat, mereka berempat mulai berselfie ria.
"Ehh, keknya lebih bagus foto full deh." usul Kamila.
"Tapi siapa yang motoin Mil?" tanya Kenia.
"Mas.. mas.. Boleh tolong fotoin kita berempat?" tanya Sam kepada mas mas yang lewat di dekat mereka.
Dan untungnya mas mas itu mau membantu mereka.
"Boleh mas, mana kameranya." tanya laki-laki yang bernama Elkan itu.
Shaka menyodorkan ponselnya kepada Elkan, " Ini mas, pake ini."
"Eh mbak, kaya pernah lihat." ujar Elkan pada Kenia.
Namun Kenia tak menggubris ucapan Elkan.
__ADS_1
Tapi ya sudah lah mungkin Elkan salah orang. Lagi pula mengingat-ingat sesuatu di saat lupa itu susahnya minta ampun.
"Oke siap.. satu, dua, tiga...."
Cekrek!
"Sekali lagi ya mas." teriak Sam.
Dan Elkan pun hanya mengangguk.
Selesai memfoto keluarga Admaja, Elkan pun menyerahkan ponsel Shaka kembali.
"Makasih mas." ucap Sam dan Shaka bareng.
Sedangkan Kenia dan Kamila sepertinya sudah kelelahan.
Elkan pun mengangguk tersenyum, kemudian beranjak pergi.
Aku seperti pernah melihat wanita itu, wanita itu mirip sekali dengan pacar dokter Radit..
Ahh tapi mungkin hanya perasaanku saja..
lagipula aku dan Radit sudah lama tak bertemu, mungkin saja Radit sudah menikah dengan kekasihnya itu..
Elkan mencoba menempis pikirannya, lagi pula itu bukan urusannya.
***
Sementara itu, mereka Shaka, Kenia, Sam dan juga Kamila sudah pulang dari GWK, bahkan mobil mereka hampir sampai di Villa.
"Nurut kakak ipar aja deh." usul Sam.
"Iya nihh Ken, takutnya lo pengen makan sesuatu gitu." ujar Kamila.
Kenia tampak berfikir sejenak, sepertinya ia juga bingung mau makan apa.
Mengingat akhir-akhir ini moodnya berubah ubah.
"Makan apa sayang?" bukan menjawab Kenia malah balik tanya sama Shaka.
"Kamu pengennya makan apa?"
Shaka sendiri juga bingung.
"Dahlah gak usah debat, ni mau makan apa mau debat sih." Sam menimpali.
"Makan burgernya mekdi aja deh, gatau nih pen makan itu." tiba-tiba Kenia muncul ide.
"Bolehlah, apa sih yang enggak buat bumil." ujar Kamila.
"Doain aja yaaa, moga Shaka junior cepet hadir." ujar Shaka dengan tangan kiri mengelus perut datar istrinya.
__ADS_1
"Hm, iya pastinya itu." ujar Sam.
Sampai pada akhirnya mereka sudah sampai di depan Mekdi.
"Ayo turun sampai ini." ujar Shaka.
Mereka pun turun, Kenia terlihat antusias.
Begitu masuk dan memilih tempat duduk, Mereka segera memesan makanan.
"Sayang, mau burger dua." ujar Kenia manja.
"Jangankan dua sayang, mau lima pun aku beliin, hmm."
Sam dan Kamila hanya menatap gemas keuwuan kakak iparnya.
Mungkin jika Kenia beneran hamil, itu efek dari nyidamnya.
Meski belum memastikan,entah kenapa Kamila yakin sahabatnya itu sedang mengandung.
Benar saja, begitu makanan dateng.
Kenia begitu berbinar, segera ia meraih burgernya.
"Makanya pelan-pelan sayang." Shaka memperingati istrinya, karena Kenia memakan burger itu dengan lahap.
"Uhukk..." bukan Kenia yang tersedak, melainkan Sam.
"Kenapa jadi kamu hon, yang kesedak." Kamila menyodorkan minum ke suaminya.
"Heheh." Sam nyengir kuda.
"Makannya pelan-pelan Sam." ujar Shaka, meski dengan pandangan yang tak teralih dari Kenia.
"Njay, Geli ! Kenapa bukan istri gue yang bilang gitu." umpat Sam dalam hati.
"Ceh !, awas kalo kamu mengumpatiku Sam, jangan geer. Perhatianku cuma buat Kenia tersayang." Ujar Shaka.
"Hehehehehe, kemampuan dirimu tau isi hatiku masih kuat Ka, heran aku."
"Ck! Kalian sangat menggelikan." ujar Kamila.
"Ah, aku bahkan sudah tau sejak saat itu, iya sejak saat itu."
Ingatan Kenia kembali pada saat dimana Sam dan Shaka mengajaknya keluar.
***Hallo 🌼🌼🌼
Like komen dan Vote ya, aku tunggu...
maaf ceritanya mungkin kurang greget..
__ADS_1
Hehe makhlumin aja ya, baru pemula... ❤❤❤
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😙***