MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
mual


__ADS_3

Malam ini adalah malam terakhir Shaka dan Kenia di Bali, rencananya mereka akan membuat pesta bbq.


Berbeda dengan Sam dan Kamila yang masih ingin menikmati liburan honeymoonnya di Bali, Kenia uring-uringan, dan hal yang membuat Shaka ingin segera pulang, kerena Kenia rindu mamanya.


Apakah itu tanda-tanda Kenia benar hamil? Shaka merasa makin kesini sikap istrinya makin aneh, kadang manja, kadang cuek, kadang juga galak.


"Ka, mana bahan-bahannya." teriak Sam.


"Minta aja sama bi Mirna, tadi aku sudah suruh belanja."


"Hm, okeee."


Sam bermaksud untuk mengambil bahan bahan pesta bbq di dapur, ternyata disana ada Kenia dan istrinya sedang membumbui daging yang akan di bakar.


Mendadak Kenia merasa mual, ia berlari menuju toilet samping dapur.


Huek.. huek..


Ia memegangi perutnya, "Rasanya mual sekali."


Huek... huek...


"Non Kenia kenapa? Non Kenia sakit?" tanya bi Mirna yang melihat Kenia muntah. Ia pun mendekat dan memijat tengkuk Nona mudanya pelan-pelan.


"Gak tau nih bik, mual rasanya. Apa maag aku kambuh ya." pikir Kenia.


"Hm, memangnya non Kenia telat makan? atau habis makan pedas?" tanya bi Mirna. Ia memijat tengkuk Kenia dengan telaten, serta membalurkan minyak kayu putih.


" Enggak sih bik, tapi belakangan sering mual. Cuma masih bisa di tahan. Udah bik, udah baikan ini." ujar Kenia.


Em, apa perlu saya panggil tuan Shaka non?"


"Ken, lo nggak papa ?" Kamila datang menghampiri Kenia dan bik Mirna.


"Kenia kenapa bik, mukanya pucat.Plis deh Ken, lo istirahat aja ya kalo sakit.


Aku panggilin Shaka ya?"


Kenia memutar bolanya malas, " Hey, aku nggak papa, cuma masuk angin ini.Lo hebohnya gak kira-kira."


"Biar bibi aja yang panggil non?" tawar bi Mirna.


"Enggak usah bik, biar Kamila aja. Bik Mirna antar Kenia ke kamar ya." titahnya.


***


"Kak Shaka, Kenia mual tadi. Sepertinya nggak enak badan." Kamila menghampiri taman belakang tempat yang akan di jadikan untuk pesta bbq.

__ADS_1


"Kenia mual, ah jangan-jangan maagnya kambuh."


Buru-buru Shaka menuju kamar tempat dimana Kenia berada.


"Sayang kamu gak papa? apa yang sakit ? apa maagmu kambuh?" Shaka memberondongi Kenia dengan pertanyaan.


"Nggak papa, hanya sedikit mual." Keluhnya.


"Apa maagmu kambuh lagi?" Shaka benar-benar khawatir.


"Entahlah sayang, aku juga tak tahu."


"Aku panggilkan dokter ya? buat meriksa kamu little, aku enggak mau kamu kenapa-napa, besok kan kita terbang ke Jakarta."


Kenia mengangguk pasrah, mungkin memang ia perlu pemeriksaan dokter.


Shaka mengeluarkan ponselnya, mencari name kontak dokter Arin.


**Shaka : Hallo Rin, bisa ke Villaku yang daerah kuta ? inget kan kamu sering kesini. Istriku sakit, bisakah kamu memeriksanya?


Arin : Wah, nggak bisa aku Ka, sepupuku nikahan ini, aku suruh temenku handle ya. Sharelok aja ke nomornya, biar aku yang kasih tau nanti, aku send ya nomernya**.


Shaka : Oke deh gapapa, mana nomernya. Aku share lok.


Tak berselang lama, Arin mengrimi nomor ponsel Elkan kepada Shaka.


Tak butuh waktu lama untuk Elkan sampai di Villanya Shaka.


Ting Tong..


Shaka membuka pintu, terlihat Elkan sudah datang dengan jas putihnya.


"Lho, mas yang tadi siang motoin saya ya? Rupanya ingatan Shaka kuat juga.


"Lho mas yang tadi ya ? perkenalkan saya Elkan, temennya dokter Arin." Elkan mengulas senyum lalu menjabat tangan Shaka.


"Masuk dok, istri saya sedang sakit." Shaka membimbing Elkan menuju kamarnya, terlihat Kenia terbaring dengan wajah sedikit pucat.


Begitu sampai, Elkan terkejut.


Wanita itu, benar-benar mirip dengan kekasih dokter Radit, apa aku perlu bertanya ya...


Apa hanya kebetulan mirip, ah sudahlah itu bukan urusanku juga..


Elkan mulai memeriksa tekanan darah, suhu tubuh Kenia.


"Semua baik, hanya saja tekanan darahnya rendah. Banyak makan sayur ya mbak, kalo boleh tau kapan terakhir datang bulan ?" tanya Elkan, setelah mendengar keluhan yang Kenia alami.

__ADS_1


Kenia tampak berfikir sejenak, mengingat-ingat kapan terakhir datang bulan.


"Saya lupa dok, tapi sepertinya bulan kemarin aku enggak datang bulan." ucap Kenia jujur.


Shaka yang sedari tadi tegang sepertinya sudah mulai menerka-nerka.


Elkan tersenyum, " Menurut pemeriksaan saya mbak, keluhan yang mbak Kenia alami seperti sedang hamil muda. Namun untuk memastikan, lebih baik mas Shaka membawa mbak Kenia ke dokter obgyn untuk USG dan pemeriksaan."


"Terima kasih mas Elkan." ucap Shaka.


"Oh ya mas Shaka, ini vitamin untuk mbak Kenia diminum setiap malam ya." Elkan menyodorkan satu bungkus obat Vitamin kepada Shaka.


"Baik mas El, sekali lagi terima kasih."


"Sama-sama mas Shaka, kalau begitu saya pamit. Permisi." ucap sopan Elkan kemudian berlalu.


***


Sam dan Kamila datang menuju kamar Kenia.


"Gimana Ka, kakak ipar?" tanya Sam.


"Masih perlu pemeriksaan ke dokter obgyn." jawab Shaka.


"Itu artinya kemungkinan lo hamil besar Ken." Kamila mendekat ke arah Kenia.


"Yihaaaa, bentar lagi gue bakal jadi tante." Kamila begitu girang.


"Doain aja ya Mil," ucap lirih Kenia.


wajahnya masih terlihat pucat.


Sepertinya pesta bbqnya akan gagal.


🌼🌼🌼


Hallo readers sayang, dukung terus author ya biar semangat upnya..


Tinggalin like komen dan juga vote yaaa..


Makasih juga sudah setia mampir, maaf aku masih belajar nulis, dan maaf jika alurnya menurut kalian gini-gini aja...


Tapi aku berharap kalian gak pernah bosen buat mampir baca kasih like komen dan masukan...


Thankyou... ❀❀


Salam manis buat yang baca πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2