
Shaka memandang istrinya dengan senyum mengembang, baru sehari ia pindah ke rumah barunya, ia merasa sungguh bahagia karena lebih leluasa memandangi istrinya, menggenggam tangannya memeluknya tanpa harus merasa canggung karena disini hanya mereka berdua, sekalipun ada art dan satpam mereka tidak melulu berlalu lalang.
Kenia yang sedang mengoles selai diatas roti menatap Shaka menyidik, sungguh ia ingin tau kenapa sedari tadi suaminya itu senyum-senyum gajelas.
"Kenapa sih kak, liatin Ken gitu banget." sungut Kenia kesal.
Kenia meletakkan roti Yang telah ia siapkan dipiring Shaka dan juga dirinya.
"Makanlah Ken." ucap Shaka seraya menikmati rotinya tanpa merasa bersalah.
Merasa kesal Kenia mengikat cepol rambutnya asal, lalu menikmati sarapannya dengan muka dilipat lantaran suaminya emang gaje banget.
Setelah selesai, Shaka berangkat ke kantor dengan diantar sang istri sampai didepan rumah.
"Hati-hati sayang." ucap Kenia setengah berteriak seraya melambaikan tangannya ketika Shaka berlalu.
Kenia berlalu kedalam rumah menemui bi Ijah. Pembantu dirumah mereka yang baru datang kemarin malam. Bi Ijah yang tadinya sibuk membereskan dapur pun menghentikan aktifitasnya ketika Nona mudanya menghampiri.
"Ada yang bisa bibi bantu non." tanya bi ijah.
" Enggak bi, bi ijah udah selesai didapurnya?"
"Udah non, ini bibi mau bersih- bersih." jawab bi ijah seraya menyiapkan alat bersih-bersihnya.
"Untuk kamar kami, nanti saya bereskan sendiri aja bi, bibi cukup bantu urus pakaian kami aja." pinta Kenia.
__ADS_1
Sebenarnya Kenia terbiasa melakukan apapun sendiri, tapi lagi-lagi Shaka bersikukuh memperkerjakan pembantu agar Kenia tidak terlalu lelah, selain itu jika Kenia bosan ia bisa mengajak Bi ijah mengobrol.
Kamila memarkirkan mobilnya didepan rumah Kenia setelah mendapatkan alamat rumah sahabatnya itu dari Sam.
Setelah memastikan rumah Kenia kepada satpam di depan Kamila mulai mengetuk pintu, dari dalam bi ijah berjalan membuka pintu.
"Maaf nona, anda mencari siapa."tanya bi Ijah.
"Kenia ada bi, aku sahabatnya."
"Ohh neng Kenia ada ditaman belakang non, langsung saja kesana."
"Baiklah bi, aku akan menyusulnya. Selamat bekerja." ucap Kamila mengulas senyum seraya berlalu menuju taman belakang.
**
Pandangannya mengedar ke sekeliling rumah baru sahabatnya itu.
"Lo kok tau rumah gue Mil ? lo pasti dah kangen ghibah sama gue ya." cecar Kenia.
"Gue dapet alamatnya dari Sam, semalem ia nginep diapartemen Radit." jelas Kamila.
"Lho, Sam nginep ditempat kak Radit ? tapi semalem aku sama kak Shaka ketemu dia sendirian di supermarket, terus buru-buru pergi."jelas Kenia.
Sebenarnya tujuan Kamila kesini hanya ingin tahu rumah baru sahabatnya itu, tanpa harus mengaitkan atau membahas masalah Radit.
__ADS_1
Tapi mendengar cerita Kenia, ia jadi iba. Kenia memang pantas tau apa yang terjadi dengan Radit semalam.
Kemungkinan terbesarnya adalah Radit mabuk setelah bertemu Kenia dan Shaka.
"Lo tau Ken, setelah ketemu Shaka dan lo kemarin Radit kemana? lo pasti nggak tau kan ? dia dateng ke club Blackzone dan pulang dengan kondisi kacau." ucap Kamila menghela nafas berat.
"Ke club ?" Kenia menatap Kamila heran.
"Iya benar, Radit ke club dan mabuk berat seraya merancau tak jelas karenamu."
"Gue bukan mau bela Radit, ken ! tapi gue harap lo kasih waktu dia buat nyembuhin lukanya, berat bagi dia nerima pernikahan lo dengan sepupunya. Meski gue juga tau itu permintaan Radit sendiri."jelas Kamila.
"Gue gak bermaksud..." ucap Kenia menggantung.
"Gue tau, tapi setidaknya lo bisa kan gak nemuin dia dulu, biarin dia Ken ! biarin dia nyembuhin luka hatinya dulu. Gue tau kok lambat laun kalian akan terbiasa, saling menerima. Gue cuma gak mau Radit kaya tadi malem."
"Sorry Ken, gue juga gak maksud nyalahin lo dalam hal ini." ucap Kamila seraya menepuk pundak sahabatnya itu.
Kenia menyandarkan kepalanya dipundak Kamila, sungguh sebenarnya ia tak bermaksud membuat Radit seperti itu. Keputusannya waktu itu atas permintaan Radit juga. Dan disaat ia mulai memiliki rasa dengan suaminya, perasaan bersalah justru datang menghampirinya.
"Gue harus gimana Mil, gue gak bermaksud buat kak Radit kaya gitu. Semalem gue udah berusaha nghindarin dia, gue tau selama ini ia berusaha baik-baik saja, bahkan dihari setelah pernikahan gue dengan kak Shaka ia masih saja tersenyum palsu. Gue tau ia begitu berat nglewatin ini semua." ucap Kenia sendu. Air matanya luruh begitu saja.
"Gue harap lo bisa ngomongin ini baik-baik sama suami lo, gue yakin kok kalo Radit sudah terbiasa ia akan dengan sendirinya bertemu kalian. Gue cuma minta lo sama kak Shaka ngasih dia waktu." ucap Kamila.
Maafin aku Ken, aku tau ini berat..
__ADS_1
aku hanya merasa iba dengan kondisi Kak Radit...
Aku hanya ingin kalian hidup normal seperto dulu tanpa ada perasaan yang tersakiti..