
Kenia bersandar di bahu Shaka, indahnya senja di tepi pantai membuatnya masih begitu betah dan enggan beranjak.
Sedangkan Shaka, sepertinya ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Sayang, sepertinya aku ingin makan es krim." celetuk Kenia.
"Hah, es krim. Nanti aja ya sekalian pulang. Katanya kamu masih pengen disini." ujar Shaka. Tak ada rasa curiga, akan permintaan Kenia akhir-akhir ini karena memang masih wajar.
"Aaaa... mau sekarang."
Rengeknya seperti anak kecil, kemudian wajahnya cemberut dengan bibir yang mengerucut.
"Ya udah, kita pulang yuk. Kita cari es krim sekalian makan." ajak Shaka.
"Tapi aku pengen makan nasi padang." ujarnya tanpa dosa dengan muka imut macam anak kecil.
"Ini di Bali sayang, mana ada nasi padang. Jangan bilang kamu nyuruh aku ke Padang dulu."
Shaka bukan enggak mau, tapi ia benar-benar belum paham nasi padang seperti apa.
Kenia menunduk seraya memainkan jari-jarinya yang bertaut.
Wajahnya tak lagi ceria.
Shaka menghela nafas kasar, pada akhirnya ia bangkit berdiri lalu meraih tangan istrinya.
"Yaudah ayo kita cari sama-sama." ujarnya tersenyum.
Kenia berbinar, secepat kilat ia berdiri dan meraih tangan suaminya.
"Ayo." Kenia melingkarkan tangannya di lengan Shaka lalu menyusuri jalan meninggalkan pantai.
Setelah berjalan tak begitu jauh dari villa, akhirnya mereka menemukan warung nasi padang.
Shaka hendak mengajak Kenia masuk, namun kembali ia harus berhenti karena Kenia.
"Kenapa sayang?"
__ADS_1
Kenia nyengir kuda, mendadak aku tak lapar sayang. Kita cari es krim aja ya." pintanya.
"Tapi kita makan dulu ayo."
"Enggak mau. Jangan paksa." Kenia mengiba.
Shaka menghela nafas, kemudian menatap lekat istrinya.
"Beneran gak mau? jangan ngadi-adi sayang."
Kenia menggeleng cepat, "Mau es krim." ujarnya lagi.
"Okey, ayo."
Setelah menemukan mini market, Shaka segera membeli dua cup es krim lalu mengajak Kenia duduk di kursi taman.
"Ini sayang." Shaka menyodorkan cup es krim coklat vanilla pada Kenia.
Lalu secepat kilat Kenia meraihnya. Matanya berbinar bahagia, tak butuh waktu lama untuk menikmati es krim itu hingga tandas.
"Hm," Shaka hanya berdehem sembari menikmati es krimnya.
Shaka merasa istrinya sedikit aneh hari ini, Tapi mungkin itu hanya perasaannya saja.
"Ayo pulang, makan di villa aja." ajak Kenia setelah melihat es krim Shaka juga tandas.
"Yakin makan di villa ? Shaka ragu-ragu.
Kenia mengulas senyum, lalu mengangguk.
Kemudian mereka memutuskan pulang ke Villa.
Sampai di sana, terlihat Sam dan dan Kamila bersantai di sofa.
"Malem semua..." sapa Kenia lalu ikut bergabung dengan adik-adiknya.
"Hay kakak ipar, dari mana ?" sapa Sam.
__ADS_1
"Iya kenapa tak mengajak kita hm," sambung Kamila.
"Dari pantai, ahh melihat kalian aku tiba-tiba ingin makan sate." ujarnya tanpa dosa.
Shaka baru saja mendaratkan bokongnya di samping Kenia.
"Hm, bukankah tadi kau bilang ingin makan di Villa sayang?" tanya Shaka.
"Aaa.. aku berubah fikiran sayang, sepertinya makan sate enak."
"Astaga..." Shaka menepuk jidatnya, kesal juga. Tapi gimana? untung cinta.
"Pesan gofood aja gimana, aku lelah." usul Shaka akhirnya.
"Ya baiklah, aku tahu sayang."
Shaka bernafas lega, setidaknya ia tak akan keluar lagi.
Sedangkan Sam dan Kamila memandangi Kenia bergantian.
"Sepertinya, em.. bentar lagi, keluarga Admaja akan mendapatkan penerus." ujar Sam.
"Hah, apa itu artinya Kenia hamil sekarang." tanya Kamila berbinar.
"Ha, hamil." sambung Kenia yang tak kalah kagetnya.
Sedangkan Shaka sepertinya sedang fokus pada layar hapenya untuk memesan gofood.
Kenia mencoba menginggat-ingat kapan terakhir ia mendapat tamu bulanan.
"Entahlah, aku lupa. Tapi sepertinya bulan ini aku memang belum mendapat tamu. Padahal biasanya aku awal bulan udah." jelas Kenia.
"Jangan-jangan kamu memang hamil sayang, soalnya kamu mulai aneh deh." ujar Shaka dengn senyum mengembang.
Kemudian tangannya teralih pada perut datar Kenia dan mengusapnya dengan cinta.
"Hay, benarkah kamu sudah ada di perut mama. Jika ia papa bahagia sekali."
__ADS_1