MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Malam yang panjang


__ADS_3

Kenia meremas ujung ligerie merah yang saat ini ia Kenakan, meski tak terlalu sexy, tetap saja ia merasa terancam.


Dengan perasaan gugup dan jantung yang berdegup tak beraturan Kenia masih mengunci diri dikamar mandi, meski ia tahu malam ini pasti akan terjadi, ia tak bisa lagi beralasan apa lagi menolak.


"Huhhh..." Kenia menghela nafas sebelum akhirnya ragu-ragu keluar dari kamar mandi.


Dengan langkah pelan Kenia keluar, membuat Shaka yang sedari tadi menunggunya lama sontak menatapnya.


Shaka tersenyum saat wanita yang ia cintai kini sudah berdiri dihadapannya dengan pakaian yang menurutnya cukup menggoda.


"Kau takut ?" tanyanya begitu manis dan Kenia mengangguk.


"Aku gugup, sungguh !" ucap Kenia bergetar.


"Ohh baiklah akan ku lakukan dengan lembut." lagi-lagi Shaka tersenyum membuat sang istri ingin meleleh.


Shaka menarik pinggang Kenia, mencoba mensejajarkan posisinya.


Dengan lembut Shaka mencium Kenia, menenggelamkan wajahnya di leher milik istrinya


Ohh astaga darahku seketika berdesir...


Kenia mulai merasakan hembusan nafas Shaka di lehernya.


Entah kenapa, seketika ada perasaan panas yang menjalari tubuhnya.


Perlahan Shaka mengindahkan posisi, dengan cepat ia menyatukan bibirnya dengan bibir Kenia, namun istrinya masih diam tak merespon.


Shaka memulai aksinya, membiarkan bibirnya dan milik Kenia berpagut mesra.


Shaka melepas ciumannya seketika, nafasnya mulai memburu.


Dengan cepat ia merebahkan sang istri di atas ranjang, lalu menguncinya.


Kenia hanya mampu pasrah, ia tak tau harus bagaimana.


Shaka menyibak baju tidur yang ia Kenakan, seketika Kenia menelan ludahnya kasar. Baru pertama kali ia melihat tubuh sang suami yang begitu sempurna sedekat ini.

__ADS_1


Ohh astaga, tubuhnya begitu menggoda dan sempurna...


Kenia menutup mulutnya, baru belihat tubuh suaminya saja hatinya sudah ingin menjerit.


Namun Kenia lebih terkejut ketika Shaka merobek kain berenda yang ia Kenakan.


"Oh astaga kenapa ia merobeknya jika tadi ia menyuruhku memakai ligerie itu." batin Kenia.


Shaka tersenyum, lalu tangannya mulai berkelana.


Shaka mencium setiap inci tubuh Kenia, memberi tanda-tanda cinta.


"Sudah siap." tanyanya dan lagi Kenia hanya mengangguk sebagai jawaban.


Tak butuh waktu lama bagi Shaka untuk melancarkan aksinya.


"Buka matamu little, setelah malam ini kau harus terbiasa." ucap Shaka tepat di telinga Kenia.


Kenia mulai membuka matanya saat Shaka mencoba membuka kakinya.


Dengan terus tersenyum, Shaka mulai menyatukan diri ke tubuh Kenia.


"Kau gila...." umpat Kenia kemudian,namun Shaka tak menggubris.


"Tahanlah, ini hanya sekali sakitnya, jika sudah terbiasa kau akan merasakan nikmatnya." jelas Shaka.


Shaka terus memacu meski dengan gerakan yang cukup lembut, hingga akhirnya sampailah pada titik kenikmatan dunia itu, kemudian ia memeluk Kenia begitu erat.


"Terima kasih sudah menjaganya untukku." ucap Shaka dengan nafas berat.


Kenia hanya tersenyum dan mengangguk, meski sebenarnya ia merasakan sakit luar biasa.


Shaka mengubah posisi dengan berada disamping Kenia.


Mereka memutuskan istirahat mengingat hari sudah malam, tak mungkin jika memaksa membersihkan diri.


Meski sprei mereka terlihat kotor karena bercak darah milik Kenia.

__ADS_1


"Tidurlah little, kita bereskan besok." ucap Shaka seraya mengusap lembut rambut Kenia lalu menciumnya.


"Rasanya sakit sekali." rengek Kenia


"Besok pasti sembuh, jika belum ! aku yang akan bertanggung jawab mengurusmu sayang." ucap Shaka menenangkan.


"Baiklah." Jawab Kenia kemudian memilih tidur terlebih dulu dan Shaka menyusulnya.


***


Bangun tidur Kenia merasakan sakit pada areanya ketika mencoba berjalan, lagi-lagi ia terduduk meringis.


Sedangkan Shaka masih lelap dengan mimpi indahnya.


Setelah bersusah payah mencoba berjalan, akhirnya Kenia sudah berada di dalam kamar mandi, ia merebahkan diri didalam bathup yang berisi air hangat.


Berendam cukup membuatnya jauh lebih baik, setelah cukup lama ia beralih membersihkan diri di bawah guyuran shower.


Kenia keluar dengan tubuh yang tampak jauh lebih segar, meski sebenarnya ia masih sedikit susah berjalan.


"Pagi sayang." sapa Kenia mendekat ketika sang suami sudah terbangun dari tidurnya.


"Kau pasti sangat kesusahan little, kenapa tak membangunkanku." ucap Shaka ketika menyadari Kenia sudah tampak begitu segar.


"Maafkan aku." ucapnya lagi.


Kenia terkekeh." aku yang harusnya minta maaf, karena baru memberi hakmu."


"Maaf aku tidak memasak untukmu, sekarang bangunlah dan lekas mandi. Biar aku yang bereskan kamar lebih dulu."


"Kau pasti lelah, biar nanti kusuruh bi Ijah." ucap Shaka namun Kenia menggelengkan kepalanya cepat.


"Kau mau bi Ijah tau, kita baru melakukan malam pertama kita tadi malam." sungut Kenia.


"Aku malu,kalo sampai bibi tau."


"Baiklah, terserah kau saja gimana baiknya." Shaka beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


Dengan sigap Kenia mulai mengganti sprei dan selimut ranjangnya, kemudian memasukkannya ke dalam keranjang kotor.


***


__ADS_2