MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Tentang Radit


__ADS_3

Pagi menyapa, hangat sinar mentari menerobos celah-celah kamar Shaka.


Kenia menggeliat terbangun dari tidur nyamannya.


"Astagaaaa.... dasar pelupa aku kan lagi nginep dirumah kak Shaka," Gumam Kenia.


Kenia bangkit dari ranjang, didapatinya Shaka masih tertidur pulas di atas sofa, Kenia mendekat ke arah Shaka.


Tangannya mengusap pelan rambut Shaka.


"Tampan sekali, maafin aku ya kak, gara-gara aku kak Shaka harus tidur disofa kurang nyaman seperti ini." Batin Kenia.


Kenia terus mengusap kepala Shaka dengan lembut, tanpa sadar Shaka sudah membuka matanya hingga berhasil membuat Kenia terperanjat.


"Hmmm sudah selesai liat wajah tampanku?" selorohnya menahan senyum.


"Siapa yang liatin Kak Shaka, aku cuma ngrapiin rambut kakak doang!" sungut Kenia.


Ampunnn ketahuan deh ini, malunya ga kira-kira


jantungku kenapa lagi sepertinya bermasalah


"Ehmm aku akan pergi mandi kak,"


"Baiklah, sana mandilah Ken,"


Kenia mengambil baju ganti dan masuk ke kamar mandi.


Setelah melepas pakaiannya, Kenia duduk diatas bathub, lalu mulai merebahkan diri.


Kebiasaannya berendam air hangat dengan aroma terapi yang membuatnya sedikit tenang.


Setelah selesai dengan ritual berendamnya Kenia melanjutkan mandinya di bawah guyuran shower.


Shaka mondar mandir lantaran Kenia lama sekali mandinya.


Tok tok tok...


"Ken, masih lama? Kenapa kau lama sekali Ken."


Ceklek,


Kenia keluar dari pintu kamar mandi dengan handuk yang membalut kepalanya.


"Kenapa kak?" Kenia terheran.


"Gapapa, kamu lama sekali Ken, yaudah aku gantian mandi."


"Hmm iya kak " sahut Kenia.


Setelah selesai bersiap, Kenia berjalan lebih dulu menuruni anak tangga, di dapur mama Dina dan bi Ani sudah berkutat menyiapkan sarapan.


"Pagi ma, maaf ya Kenia bangun terlambat," sapa Kenia.


"Gapapa sayang, gimana tidurmu? Apa anak mama mengganggumu?" tanya mama Dina.


"Enggak kok ma, malah kak Shaka ngalah tidur di sofa demi kenia, Ooohh.. ya ma, Kenia bisa bantu apa?"


" Kamu bawa aja ini semua ke meja makan ya, terus kamu panggil Shaka dan Sam. Biar nanti mama bangunin papamu," Ucap mama Dina.


"Baik ma!"


Kenia membawa semua masakan mama Dina ke meja makan. Setelah dirasa siap Kenia hendak memanggil Shaka dan Sam, belum sempat menaiki anak tangga Sam sudah turun dengan santainya.

__ADS_1


"Pagi kakak ipar hehe," sapa Sam


"Pagi Sam, jangan memanggilku seperti itu aku belum menikah dengan kakakmu."


"Tapi kan kalian bentar lagi menikah, jadi gapapa kan aku panggil kakak ipar, Kecuali kalo nona Kenia ini berencana kabur dihari pernikahannya haha."


Tawa sam pecah sedangkan Kenia menutup mulutnya menahan tawa.


"Beraninya kamu tertawa sama calon istriku Sam," umpat Shaka yang melihatnya dari lantai atas.


Shaka menuruni anak tangga, digenggamnya tangan Kenia lalu meninggalkan Sam yang masih terkejut.


***


Dimeja makan, sarapan pagi ini tampak hening. Mereka makan dalam diam, begitulah ketika keluarga Admaja sedang makan.


Setelah mereka selesai dengan sarapan masing-masing tinggalah bi Ani yang membereskan meja makan, sedangkan Kenia dan keluarga Shaka sedang menikmati pagi di taman belakang rumah.


Derai tawa Dina tak henti-hentinya ketika melihat Shaka menjahili Sam dan Kenia.


"Sudah kak hentikan," ucap Kenia mulai kesal.


"Tak apalah Ken, Lihat saja Sam aku akan terus menghukummu jika masih memanggilku Tuan lagi,"


"Terus saya harus bagaimana Tuan muda," tanya Sam tersenyum jahil.


"Tentu kau harus memanggilku nama, memang harus seperti apa? Kau saudaraku bukan?" ucap Shaka penuh penekanan.


"Hah iya baiklah" ucap Sam menyerah.


Kenia terharu melihat kedekatan Shaka dan Sam, tiba-tiba dirinya teringat foto berbingkai di kamar Shaka.


Bukan tidak mungkin jika Radit dan Shaka sama dekatnya dengan Sam.


Andaikan itu benar apa yang harus aku lakukan, ya Tuhan tolong aku. Kenia


"Hey, kenapa?" Ucap Shaka menghampiri Kenia.


"Apa aku boleh tanya sesuatu kak?"


"Tentu, apa yang ingin kau tanyakan Kenia? aku akan dengan senang hati menjawabnya,"


"Foto yang ada di kamar kak Shaka, kamu, Sam dan satu cowok lagi..." ucap Kenia menggantung.


Sam yang mendengar dirinya di sebut sontak menatap Kenia, dia memang tak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan Kenia.


"Siapa cowok yang foto bersama kalian itu, sepertinya kalian sangat dekat?" Tanya Kenia penasaran.


"Ohhh itu, sepupuku Radit," Jawab Shaka dengan santainya.


"Iya Ken, Dia sepupu kami! seorang dokter, Kami bertiga memang sangat dekat karena memang hanya kami keluarga Radit yang tersisa," jelas Sam.


"Iya Ken, orang tua Radit sudah lama nggak ada, dan hanya Papa Wira satu-satunya saudara yang orang tua Radit punya, makanya dia juga dipercaya papa sebagai dokter pribadi di rumah ini" ucap Shaka.


Dokter pribadi, sepupu ??? jadi nanti setelah aku menikah aku akan sering bertemu Radit, gimana kalo Radit nanti tau laki-laki itu Shaka, aku jadi semakin khawatir dengan hubungan mereka nantinya. Kenia


Aku harap Raditmu bukan Radit sepupuku Ken, semoga saja!


Karena aku tak tau apa yang harus aku lakukan jika seandainya Radit yang kau cintai adalah sepupuku.Shaka


Dina yang samar mendengar mereka membahas Radit sedikit gelisah, sedangkan Wira yang melihat istrinya seperti itu tampak bertanya-tanya.


"Kenapa sayang? apa yang kamu khawatirkan?" tanya Wira pada istrinya.

__ADS_1


Laki paruh baya itu memang selalu paham apa yang dirasakan Dina.


"Aku khawatir pa, cepat atau lambat Shaka pasti tau Radit itu mantan Kenia! apalagi tadi mama dengar pembahasan mereka tentang Radit," ucap Dina dengan raut wajah sedih.


"Jangan khawatir ma, yang papa lihat Kenia sudah mulai menyukai Shaka, jika memang benar Kenia mantannya Radit, dia tidak akan seceroboh itu memberitahu Shaka perihal masalalunya," jelas Wira.


Shaka dan Kenia menghampiri mama Dina dan papa wira, sedangkan Sam mengekor di belakang mereka.


"Ma, Kenia pulang dulu ya?" pamit kenia seraya mencium tangan mama Dina. Reflek Dina memeluk Kenia erat.


"Ma, sudah dong Kenia ini cuma mau pulang, bukan mau kabur." ucap Wira yang mebuat Dina melepaskan pelukannya.


Kini Kenia beralih mencium tangan Wira "Ken pulang dulu ya pa?"


"Iya nak, hati-hati dan Salam buat mama papamu," balas Wira.


"Ma , Pa! Shaka nganterin Kenia dulu ya?" ucap Shaka.


"Iya sudah sana, Sam apa kamu juga ikut?" tanya papa Wira beralih pada Sam.


"Iya pa, Sam yang bawa mobil," ucap Sam.


"Yaudah ma, kita pergi dulu," ucap mereka bertiga serentak berlalu pergi.


***


Setelah menempuh jalanan kota, kini mereka sudah sampai di depan rumah Kenia.


Kenia menuruni mobil disusul Shaka dan Sam.


Wina yang melihat anak gadisnya pulang menghambur memeluk Kenia.


"Sayang, mama Kangen.. " ucap Wina memeluk putri kesayangannya itu.


"Ahh mama, Ken hanya pergi semalam mama udah kangen, kalo nanti Ken menikah gimana hemm," sungut Kenia.


Shaka mengulas senyum mendengar Kenia seperti itu.


"Shaka, Sam ayo masuk! mama sampai lupa karena terlalu seneng Kenia pulang,"


"Iya ma," Sahut Shaka berjalan masuk bersama Sam.


Mereka duduk di ruang tamu yang disana sudah ada papa Ed yang sedang bersantai, lalu menyambutnya dengan hangat, mengobrol entah apa yang membuat papa Kenia sesekali tertawa karena Shaka dan juga Sam.


"Kak Shaka dan Sam mau minum apa?" tanya Kenia.


"Capucinno hangat," jawab Shaka dan Sam bersamaan.


"Wahhh kalian kompak sekali ya," puji mama Wina.


Kenia mengangguk lalu berjalan menuju dapur membuatkan mereka minum.


"Biar saya aja non" ucap bi Mina pada Kenia.


"Nggak usah bi, biar Kenia aja ! bi Mina buatin camilan aja ya"


"Siap non" ucap bi Mina.


Kenia menyusun cangkir dan mulai membuat capucinnonya.


Capucinno hangat juga kesukaan Radit, kenapa yang mereka sukai sama, mereka bertiga... Astaga !


Kenia berjalan menuju ruang tamu membawa beberapa cangkir capucinno hangat, meletakkannya diatas meja lalu duduk disamping mama Wina.

__ADS_1


"Diminum kak Shaka, sam!" ucap Kenia mempersilahkan.


Mereka ngombrol cukup lama, sesekali Shaka mengesap capucinnonya begitu juga Sam, Capucinno hangat favorit mereka.


__ADS_2