MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
makan sate


__ADS_3

Ting tong..


"Sayang, pasti itu satenya udah dateng." ujar Kenia berbinar.


"Idihh, nyonya. Keknya nyidam beneran inih. Tuh liur dah mau netes." canda Kamila.


"Biar aku yang buka." ujar Sam bangkit berdiri, lalu keluar.


Sam kembali masuk dengan membawa sate yang sudah di pesan Shaka tadi.


"Kakak ipar, Shaka,beb ayo makan." ujar Sam membawa sate itu ke meja makan.


Kamila kemudian menyusul lalu menyiapkan piring dan minum.


***


Di meja makan, Kenia menatap lapar sate di hadapannya.


"Hmm, sepertinya lezat." gumam Kenia dengan wajah berbinar.


Mereka pun akhirnya mulai makan.


Hening yang tercipta pecah seketika ketika Kenia minta di suapin oleh Shaka.


"Sayang, suapin." rengeknya.


"Dih manjanya istriku." Shaka gemas sendiri melihat tingkah istrinya.


Dengan mesra ia menyuapi Kenia sate, meski tak seromantis di cafe-cafe, tapi sepertinya Kenia sangat bahagia.


"Ih, beb. Jangan dilihat." ucap Sam yang melihat Kamila menatap kakak iparnya yang begitu mesra meski hanya makan sate.


"Ihh, beb sweet banget ya mereka, kan jadi ngiri."


"Buka mulutmu." titah Sam membuat Kamila terkejut.

__ADS_1


"Ayo aaa...." Sam menyuapkan sate untuk Kamila.


"Lah, kagak romantis beb." keluh Kamila dengan mulut yang masih mengunyah makanan.


"Dahlah, romantisnya di kamar aja. Takut lupa, dunia bukan hanya milik berdua." sahut Sam.


Uhukkkk! Kenia terbatuk, namun secepat kilat Shaka memberinya minum.


"Pelan-pelan sayang." ucap Shaka.


"Dahlah, aku makan sendiri aja." ambek Kenia tiba-tiba.


Sam dan Kamila terkekeh, senang sekali rasanya menggoda kakak ipar. Apalagi moodnya hari ini sepertinya berubah-ubah.


Begitu selesai makan, Sam dan Kamila pamit ke kamar. Sedangkan Kenia ia mondar- mandir entah kenapa.


"Hey little..." Shaka memegang lengan istrinya.


"Aaaaaa......" pekik Kenia.


"Kamu kenapa sih..." tanya Shaka heran dengan tingkah istrinya.


"Iya kamu, kamu aneh sayang hari ini." ucap Shaka jujur.


"Kamu yang aneh, nyebelin." Kenia malah uring-uringan tak jelas dan berjalan meninggalkan Shaka menuju kamarnya.


"Sayang tunggu.... Hey," Shaka segera menyusul Kenia ke kamar.


Benar saja, Kenia sudah merebahkan diri di atas ranjang, dengan posisi membelakangi bagian tempat tidurnya.


Segera ia naik ke atas ranjang dan memeluk istrinya dari belakang.


"Sayang? Kenapa sih uring-uringan gak jelas. Kamu kesel sama aku, marah ?"


Kenia hanya menggeleng pelan, namun enggan mengubah posisi.

__ADS_1


"Sayang.... aku nggak bisa kalo kamu gini. Hm, katakan kamu kenapa? ingin apa ? Ohh, atau jangan-jangan kamu beneran hamil. Aku beliin testpack ya? atau aku panggilin dokter." Shaka masih belum menyerah.


Namun ia lega saat Kenia mengubah posisi menjadi menghadapnya.


"Besok aja..." ucap Kenia akhirnya.


"Baiklah besok, besok akan aku panggilkan dokter kenalanku disini." ujar Shaka akhirnya.


"Siapa?" tanya Kenia.


"Emt, dokter Arin. Dokter kandungan juga dokter pribadi." jawab Shaka.


"Cantik gak, pasti cantik ya." pertanyaan nyeleneh Kenia.


"Enggak, nggak ada yang lebih cantik dari kamu sayang." ucap Shaka.


"Benarkah?" Kenia tersenyum.


Shaka mengangguk lalu menarik Kenia agar mendekat, kini Kenia sudah berada nyaman di pelukannya.


Kenia mencoba memejamkan matanya, namun entahlah ! sepertinya mata Kenia kini justru enggan terpejam.


Kenia memandangi suaminya yang begitu tampan dan menggoda, jemarinya menyusuri pipi suaminya yang telah terlelap.


"Kenapa kamu tampan sekali sayang." gumam Kenia mengagumi wajah suaminya.


"Kenapa nggak tidur, hmmm." ucap Shaka dengan mata terpejam.


"Kamu belum tidur."


Shaka mencium kening istrinya gemas.


"Kamu yang membuatku bangun lagi." ucapnya.


"Sudahlah, ayo tidur." ajaknya kemudian.

__ADS_1


"Tapi peluk..." pinta Kenia.


Shaka mengulas senyum, lalu kembali mengeratkan pelukannya.


__ADS_2