MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Cemburu


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Admaja...


Setelah acara pernikahan Sam dan Kamila usai ke esokan harinya, mereka masih berkumpul bersama di kediaman Admaja.


Pagi-pagi sekali Kenia berkutat di dapur membantu bi Ani menyiapkan sarapan.


Sedangkan orang-orang sepertinya masih begitu pulas di alam mimpi.


"Bi, kita buat masakan juga ya? biasanya kak Shaka suka bosan sarapan roti." ucap Kenia pada bi Ani.


"Baik non, biar bibi yang masak. Non Kenia kembali aja ke kamar istirahat."


"Enggak ah bik, Ken gak biasa bangun siang kalo gak mendesak." ucap Kenia mengulas senyum.


Memang benar, selama ini Kenia selalu bisa bangun pagi. Hanya beberapa kali ia bangun siang, itupun karena Shaka membuatnya begitu lelah.


Dina menyusul Kenia ke dapur, wanita paruh baya itu mengulas senyum meliahat menantunya begity rajin.


"Pagi sayang, kenapa merepotkan diri sepagi ini. Kan ada bi ani." ucap Dina menyapa.


"Nggak papa ma, Kenia pengen bantu bi Ani menyiapkan sarapan."


"Yaudah, kalo begitu biar mama dan bi Ani yang nerusin.Kamu mandi dulu sayang." titah Dina.


"Beneran ma gapapa Kenia tinggal?" tanya Kenia.


Dina mengangguk senyum, " tinggal menyiapkan ini."


Segera Kenia berlalu naik ke lantai atas, dimana letak kamarnya berada.


Kenia mengambil baju ganti lalu masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


Dua puluh menit kemudian Kenia telah selesai mandi, segera ia mendekati sang suami yang masih tertidur begitu pulas.


Cupp! Kenia mencium pipi Shaka, membuat suaminya itu menggeliat lalu terbangun.


"Pagi sayang.." ucap Kenia mengulas senyum.


"Pagi little, kau cantik sekali."


"Hmmmm, gombal... jelas-jelas aku masih berbalut handuk dikepala, sudah dibilang cantik aja." Kenia mencebik.


"Mau kau pake handuk, mau kau pake daster. Istriku selalu cantik, titik."


"Ish..ish..ish.. sudah mandi sana kak." Mama udah nunggu di bawah buat sarapan." titah Kenia.


"Cium dulu," ucapnya menowel-nowel bibir.

__ADS_1


"Enggak, mandi dulu. Aku gak mau cium kalo kau belum mandi."


Kenia kemudian beranjak, ia memilih duduk di depan cermin, melepas handul kepalanya dan mengeringkan rambutnya.


Mau tidak mau, Shaka segera berlalu ke kamar mandi. Jika tidak, ciuman paginya bisa terlewat.


Setelah selesai, Shaka keluar dari kamar mandi. Menyambut sang istri yang sudah terlihat cantik.


"Mana kissnya."


Kenia mendekus kesal, lalu mencium kilas bibir Shaka.


"Udah, ayo turun. Kasian mama dan papa udah nunggu." ucap Kenia.


Mereka akhirnya turun, terlihat Dina dan Wira sudah berada di meja makan.


"Pagi ma, pa." sapa Shaka dan langsung duduk di kursi.


Kenia hanya mengulas senyum lalu ikut duduk.


"Sam dan Kamila belum turun ma."tanya Shaka yang sontak mendapat cubitan sang istri di pinggangnya.


"Akhh.. Kenapa sih yang." tanya Shaka menatap sang istri.


Mama Dina terkekeh, mendengar pertanyaan anaknya itu.


"Hmmm, enak sekali si Sam bisa langsung tancap gas." gumam Shaka pelan namun cukup terdengar di telinga Kenia.


Seketika Kenia memberenggut, dengan gemas ia menginjak pelan kaki suaminya.


Bisa-bisanya ia berkata seperti itu di depan mama papanya, ya meski Kenia tau mama dan papanya tak mendengar ucapan suaminya tadi.


Mereka pun akhirnya memutuskan sarapan terlebih dulu, meninggalkan Sam dan Kamila yang mungkin masih sibuk memadu cinta.


Setelah selesai, Kenia membantu menbereskan piring-piring kotor, lalu ikut bergabung dengan suami dan mertuanya di ruang tamu.


Hari ini mereka tidak ada yang ke kantor, lantaran tak ada jadwal meeting penting.


"Tok..tok..tok..


Suara Ara mengetuk pintu.


Beberapa saat kemudian, Kenia membukanya. Betapa kagetnya Kenia melihat wanita itu datang ke rumah mertuanya. Meski bukan hal yang mustahil.


"Cari siapa." tanya Kenia datar.


"Oh, cari pak Wira. Ada berkas yang harus ditanda tangani segera." jawab Ara yang tak kalah dinginnya.

__ADS_1


Meski Ara tau, Kenia adalah istri dari Shaka namun sepertinya tak membuat nyalinya menciut.


"Ohh, masuk." titah Kenia membawa Ara ke ruang tamu.


"Pagi pak Wira, saya datang membawa berkas yang harus ditanda tangani." ucap Ara sopan.


Ara memang seperti itu, apalagi dengan pak Wira.


Padahal jika dengan Kenia ia berubah wujud menjadi ular berbisa.


Wira tersenyum lalu meraih dokumen itu dan menanda tanganinya segera.


"Kamu kesini naik apa Ar?"


"Tadi naik taksi pak, tapi sepertinya kalo dari rumah bapak, susah ya mencari taksi." ucap Ara sengaja, in adalah salah satu strateginya agar Shaka mengantarkannya.


Sepertinya rencananya tepat.


"Shaka, kamu ke kantor bareng Ara ya, sekalian cek keadaan disana." titah papanya.


Shaka mendekus sebal, namun ia juga tak bisa menolak perintah papanya.


Segera Shaka bersiap lalu meraih kunci mobil.


"Little, aku ke kantor bentar ya." pamitnya pada Kenia seraya mencium kening.


Kenia tak bergeming.


Setelah Shaka berlalu bersama Ara, Kenia pamit pada mertuanya untuk kembali ke kamar.


Kenia melempar bantalnya kesal, entah kenapa ia begitu cemburu ketika Ara dekat-dekat suaminya, meski Kenia tau Shaka tak mungkin menanggapi wanita itu. Tapi Ara itu licik, banyak akal dan yang pasti bermuka dua.


Huhhh..


di depan mertuaku aja sok manis gitu..


dasar muka dua, coba sini kalo berani menunjukan sifat aslinya, hmmm ! aku pastikan rambutnya akan rontok karena cakaranku.


Kenia masih begitu kesal, sudah dua jam Shaka belum kembali dari kantor bersama Ara, ia mondar mandir di kamar tak jelas. Kenia terus mengumpat, moodnya benar-benar memburuk karena wanita itu, wanita yang slalu mencari cara agar dekat dengan suaminya.


"Ck! menyebalkan."


Kesal menunggu, Kenia memutuskan merebahkan diri. Mencoba memejamkan matanya kembali. Berharap nanti ketika ia bangun Shaka sudah berada di sampingnya dan memeluknya.


***Hallo, terima kasih masih setia membaca tulisan recehku ! jangan lupa tinggalkan jejak dengan like komen dan vote yahhh...


btw, mampir juga ke kisah Radit dan Rain di novelku satunya..

__ADS_1


TERJERAT CINTA DOKTER TAMPAN ❤***


__ADS_2