MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Berbaikan


__ADS_3

Shaka pulang kerja bersama Sam, mendapati kedua orang tuanya sudah berbaikan.


Dahinya seketika mengernyit, bukan tidak suka.


Tapi lebih ke penasaran.


"Mama sama Papa sudah baikan," Shaka memasuki rumah namun pandangannya melirik tajam pada papanya.


Ia masih kecewa, bagaimana bisa orang yang sangat ia banggakan tega mengecewakan mamanya.


Tau maksud Shaka, Wira menghampirinya.


"Shaka, Sam sini deh." pinta Wira, Dina hanya mengulas senyum.


Sam mendekat, sementara Shaka beralibi mau menemui Kenia di kamar.


"Maaf, pa. Aku mau lihat Kenia." Shaka melangkah maju lalu menaiki tangga.


***


"Mama sama papa sudah baikan." tanya Sam dan dijawab anggukan serta senyum keduanya.


"Syukurlah, Sam lega dengernya.


"Maafin papa ya Sam, yang terjadi selama ini hanyalah salah paham. Papa juga bingung harus menjelaskannya bagaimana, yang jelas. Ara bukan anak papa, dan papa tak pernah mengkhianati mamamu." jelas Wira.


"Iya Sam, tadi Mirna sudah kesini menjelaskan, dulu papamu ini dijebak sama rekan bisnisnya bersama Mirna, namun kenyataannya justru Roby yang menodai Mirna. Masalah mereka menutupi hingga sekarang, karena Roby selalu mengancam Mirna dan suaminya." jelas Dina.


"Syukurlah mam, aku khawatir keluarga kita akan runyam, hehe. Bahkan aku berniat pindah sama Kamila jika mama dan papa tak berbaikan."


Sontak Sam langsung mendapat kita kan dari Wira.


"Dasar anak nakal, kamu juga bagian keluarga kami. Malah mau meninggalkan kami, hmm?"


Sam terkekeh, mereka pun akhirnya tertawa bersama.


**


Di lantai atas, Shaka masih berdiri menatap ke bawah, ia lega. Pada akhirnya kedua orang tuanya berbaikan.


Tanpa sadar ia menyunggingkan Senyum, senyum bahagia.


Dan pada akhirnya, tak ada lagi masalah dalam keluarganya, bahkan Ara sekarang sudah di penjara, ia sangat tahu bagaimana perasaan bi Mirna sekarang, tapi membebaskan Ara, akan mengancam keselamatan istrinya.


Ara pantas mendapatkan pelajaran atas apa yang ia perbuat, siapa tahu nantinya setelah keluar dari penjara, ia akan berubah menjadi lebih baik lagi, pikir Shaka.


"Sayang..." tepukan pelan Kenia di bahu menyadarkannya.


Kenia mensejajarkan posisinya di samping Shaka, ia ikut tersenyum melihat kedua mertuanya bercanda tawa dengan Sam, kemudian Kamila juga mendekat.


Tadinya Kamila juga sudah murung, tapi Kenia pun menjelaskan jika mama dan papa sudah baikan.


"Aku tak tahu apa masalahnya, aku tak begitu paham. Tapi aku bahagia melihat mereka sudah berbaikan." ucap Kenia dengan seulas senyum.

__ADS_1


Shaka menatap wajah istrinya, " Kelak aku tak perduli, seberapa besar masalah kita. Aku tak akan pernah mengkhianatimu. Kamu adalah duniaku Kenia." Ia menggenggam erat tangan sang istri lalu mengecupnya, sesederhana itu! Kenia mengulas senyum, ingat anak kita sayang, kamu mengabaikannya."


Shaka kemudian menunduk, tangannya teralih mengelus perut Kenia.


"Papa jadi tak sabar bertemu kalian sayang, anak-anak papa dan mama, gak boleh rewel ya, jangan menyusahkan mama Kenia, cukup hanya papa yang menyusahkan mamamu nak." Lalu Shaka mencium perut Kenia.


"Masuk yuk," Ajak Shaka.


Kenia pun menurut, ia membantu Shaka melepas jas dan dasinya, tak lupa menyiapkan pakaian serta air hangat untuk suaminya mandi.


***


Sisi lain, Wina tampak gusar. Berjalan mondar-mandir di ruang tamu lebih mirip setrikaan.


Edward yang baru pulang dari kantor pun heran, bukan menyambut suaminya. Wina justru mengabaikan kehadirannya dengan sibuk mondar-mandir, sesekali menggigit kukunya cemas.


"Mama..."


Tak ada sahutan, membuat Ed kesal.


"Mah, ngapain sih mondar- mandir kek gadis galau aja."


Ed duduk disofa, dengan kaki menyilang, dan bahu bersandar.


"Mama khawatir sama Kenia pah, Kenia itu lagi hamil. Bisa-bisanya sekertaris Wira itu mau menyelakai Kenia."


"Mama tahu dari mana?"


"Mama tau dari Kamila, Kenia mungkin tak memberi tahuku karena takut kita khawatir."


"Mama sayang, Kenia sudah dewasa. Lebih dari itu, ada Shaka yang pasti menjaganya. Papa tahu itu, Shaka memang tak tahu jika Ara berniat menyelakai istrinya. Beruntung Sam mendengar rencana Ara, jadi ia langsung membawa Kenia pulang, jadi hanya sopirnya yang celaka." jelas Ed.


"Mama tenang aja, Tuhan akan slalu melindungi Putri kita, lebih dari itu ia adalah calon ibu yang kuat."


Wina menghela nafas lega, " tapi Kenia gapapa kan pah?"


Ed menggeleng, aku bertemu Wira tadi dan dia menceritakan semuanya, Ara juga ditangkap dan dipenjara. Begitu juga rekannya Dimas dan Rio."


"Syukurlah, kalo begitu pah. Mama lega dengernya."


**


Ed sebenarnya juga tau permasalahan yang menimpa Wira, tapi ia berusaha untuk tidak menceritakannya pada Wina. Ia pasti semakin khawatir dengan Kenia.


**


Kembali ke keluarga Admaja, saat ini mereka tengah makan malam bersama, kesalahpahaman sudah berakhir dan mereka kini sudah kembali menghangat.


Selesai makan, seperti biasa. Kenia juga Kamila membantu bi Ani membereskan meja makan, lalu ikut menyusul yang lain di ruang santai.


"Senengnya papa, kita bisa qtime bareng lagi?"


Ucap Wira, ia melirik istrinya sembari mengedipkan mata.

__ADS_1


Perilakunya yang romantis pun menurun pada anaknya.


Mereka semua tertawa, "Makanya, papa kalo mau ngaku-ngaku anak orang selidiki dulu, hmm." cibir Shaka.


"Habis gimana, dulu itu emang papa pernah dijebak sama Mirna, ya papa pikir itu anak papa."


"Hm, terus yang jebak papa gimana? papa biarin gitu aja." Sungut Shaka.


" Yaa, waktu itu papa kan gak tahu kalo di jebak, papa mabuk." elah Wira.


Perdebatan masih berlanjut, tapi justru membuat yang lain tertawa.


**


"Besok Shaka ajak Ken pulang mah," tampak gurat sedih wajah Dina.


"Apa gak bisa lebih lama lagi sayang?"


"Nggak bisa mau, besok rencana kami amu ke rumah papa Ed dulu, Kalian kan sama-sama orang tua kami. Kami juga harus adil membagi waktu menginap."


Dina pun mengerti, ia memeluk menantunya itu.


"Jaga cucu-cucu mama, ya sayang." Kemudian tangannya mengelus perut Kenia yang sudah mulai membuncit.


"Kakak ipar, kalo nanti anaknya kembar aku minta satu ya." canda Sam.


"Enak aja minta, bikin sendiri." sinis Shaka.


Wira dan Dina tertawa mendengar candaan mereka.


" Yahhh, kalo bikin sendiri udah tiap hari Ka."


Pernyataan Sam sontak membuat pipi Kamila memerah seketika.


" Nahkan ketauan tiap hari." Tudung Shaka.


"Ahh elah, gapapa kali Ka, mumpung otot-ototku masih kuat, hahaha." tawa Sam pecah.


"Ehmm nyindir papa nih, ayok mah kita ke kamar." Ajak Wira langsung menggendong Dina ala bridal style.


"Helehhh, inget umur pa, dah mau punya cucu. Pelan-pelan ntar sakit punggungnya." teriak Shaka ketika orang tuanya mulai jauh.


Tawa mereka semakin pecah, namun tak bertahan lama karena Shaka juga tak sabar mengajak Kenia masuk kamar.


💃🏻💃🏻💃🏻


Hay hay buang sisa-sisa poin kalian buat vote aku dong ( emot puppy eyess)


Kasih hadiah juga enggak nolak kok...


Hihihi


Jangan lupa tinggalkan like komen dan rate...

__ADS_1


Papayyyyyyy🥳


__ADS_2