
"Selesai."
ucap Kenia setelah mengganti sprei kamarnya.
Senyumnya merekah mengingat ia telah menjadi milik Shaka seutuhnya, bahkan setiap inci dari tubuhnya.
"Ayo kita turun." ajak Kenia saat Shaka sudah bersiap dengan pakaian formalnya.
Dengan cepat Shaka meraih tangan Kenia agar mendekat, memakas jarak sebelum akhirnya mereka kembali berciuman.
"mmmmp.. " desah Kenia, tangannya berontak ingin melepas pagutan bibir sang suami.
huhh.. huhh.. Nafasnya memburu.
"Pagi-pagi sudah mesum." celetuk Kenia.
Shaka terkekeh, ia berhasil menggoda sang istri.
"Kamu milikku Kenia." ucapnya berbisik tepat disamping telinga Kenia.
" Iya sayang, aku milikmu ! memangnya milik siapa lagi." ucap Kenia namun dengan ekspresi memberenggut.
" Ulang sekali lagi." pinta Shaka.
Kenia mengulas senyum, tangannya mengalung pada leher Shaka "Aku milikmu, slalu milikmu dan selamanya aku tetap menjadi milikmu." ucap Kenia kemudian berlari keluar kamar dengan wajah bersemu merah.
***
Shaka menuruni tangga, dilihatnya sang istri sedang menyiapkan sandwich untuknya bersama bi Ijah yang sedang menyiapkan teh dimeja makan.
"Pagi tuan, maaf membiarkan Nona muda membantu saya." ucap bi Ijah menunduk.
"Tak apa bik, istriku itu memang luar biasa." ucap Shaka tersenyum.
Bi ijah mengangguk hormat sebelum akhirnya pamit kembali ke dapur.
" Pagi sayang." sapa Kenia, sungguh wajahnya masih terlihat malu-malu.
__ADS_1
"Kau tadi sudah menyapaku." Sahut Shaka seraya duduk dihadapan Kenia.
"Em itu, aku harus melakukannya berulang-ulang untuk suamiku." alibi Kenia.
"Baiklah, sekarang kita sarapan." ajak Shaka dan Kenia mengangguk.
Mereka menikmati sepotong sanwich dengan lahap, namun Kenia merasa bersalah karena tak sempat memasak untuk sang suami pagi ini.
"Maaf sekali lagi, aku tak sempat masak untukmu." ucap Kenia setelah mereka sama sama selesai menghabiskan sanwichnya.
"Sebenarnya aku bosan sarapan sanwich, tapi tak apa ! lagian istriku tak sempat masak karena ulahku kan? " sahut Shaka dengan senyum menggoda.
"Ohh astaga, kau selalu membuatku malu mengingatnya." pekik Kenia.
"Hai istriku, kenapa harus malu?"
"em, tidak ada ! sekarang berangkatlah." ucap Kenia.
Shaka beranjak keluar bersama dengan Kenia akan yang mengantarkannya sampai depan rumah.
Kenia mencium punggung tangan Shaka, sebelum sang suami berangkat ke kantor.
"Oh ya Ken, ini kartu buatmu ! jika membutuhkan sesuatu, pakai kartu ini untuk membelinya." ucap Shaka seraya menyodorkan satu kartu black card untuk Kenia.
Ragu-ragu Kenia menerimanya.
"Oh ayolah Ken, kenapa ragu. Ini hasil kerjaku, lagi pula aku harus memberi nafkah untuk istriku ! jadi kau tak bisa menolaknya."
"Em, baiklah." ucap Kenia kemudian mengambil kartu dari tangan Shaka.
"Dan satu lagi, tiga hari lagi Sam akan bertunangan dengan Kamila,persiapkan dirimu."
"Apa.. Sam dan Kamila bertunangan ? Kenapa mendadak sekali.
Shaka menghela nafas, " aku pikir kau membaca kartu di kado kemarin sampai selesai, melihat ekspresimu sepertinya kau tak fokus waktu membacanya." ucap Shaka.
"Baiklah aku akan berangkat sekarang, jaga dirimu baik-baik little dan jangan merindukanku."
__ADS_1
Kenia hanya melongo dibuatnya, namun seketika ia sadar dan menatap tajam sang suami.
"Bai.. bai.. istri kecilku." ucap Shaka berlalu seraya melambaikan tangannya.
Kenia mengulas senyum, sampai pada akhirnya mobil sang suami berlalu pergi.
*Kalo begitu aku harus cari gaun dibutik...
apa aku ajak mama aja ya, udah lama nggak keluar bareng....
gapapa kali ya, kalo sama mama Dina aku sedikit sungkan.
ahh aku akan mengirim pesan dan meminta izin sama Shaka*...
***
Kenia masuk kamar, mencari benda pipih milihnya.
Astaga aku lupa menaruh dimana ponselku..
Mata Kenia mengedar, kemudian mendapati ponselnya hanya tergeletak diatas nakas.
Ohh astaga apalagi yang ku fikirkan, ponsel segede gini gak kelihatan.
dasar aku !
Kenia mencari name kontak suaminya lalu mengirim pesan :
Kenia : " Sayang, aku akan ke butik mencari gaun untuk acara Kamila dan Sam, aku sama mamaku.." pesan terkirim.
Satu menit kemudian...
Shaka : "Baiklah, hati-hati sayang, salam buat mama." balas Shaka.
Kenia : "Iya suamiku ! semangat kerja, aku akan menghabiskan uangmu." balas Kenia.
Sedangkan di kantor, Shaka terkekeh membaca pesan sang istri, ia tau betul istrinya suka bercanda.
__ADS_1