
Sebulan berlalu, Kenia masih berada di fase ngidamnya. Dengan sabar Shaka selalu menuruti permintaan-permintaan istrinya, meskipun permintaan itu terkesan aneh sekalipun.
Pernah Kenia meminta Shaka tidur di sofa, lantaran Kenia tak tahan dengan suara dekuran suaminya. Meski Shaka hanya mendekur di waktu ia benar-benar lelah saja.
Pernah juga Kenia meminta Shaka membeli rujak, namun begitu sampai di rumah. Kenia justru sudah makan rujak pemberian tetangganya.
Kesal, kadang yang dirasakan Shaka namun itu ia lakukan demi buah hati di dalam perut Kenia. Juga demi istri tercintanya.
Dan hari ini, Kenia minta dipetikkan mangga muda belakang rumah, dan itu harus dari tangan Sam. Bahkan ketika Toni ataupun bi Ijah menawarkan diri, Kenia menolak keras.
Jangankan Toni atau bi Ijah, Shaka yang memetiknya saja Kenia tak mau.
Sam menggerutu kesal, lantaran Shaka memintanya datang ke rumahnya hanya untuk memetikkan mangga muda.
Dengan gontai ia memacu mobil menuju rumah Shaka, di temani Kamila tentunya.
"Udah nggak usah cemberut gitu, lagian Kenia cuma minta dipetikin mangga, harusnya kamu bersyukur sayang, siapa tau hamil nya Kenia nular ke aku." Kamila mengusap pundak Sam.
"Masalahnya aku nggak bisa manjat Hon," Sam mendesah berat, namun masih fokus pada Kemudinya
Sesampainya di rumah Shaka, Sam dan Kamila masuk.
"Shaka mana Ton?" tanya Sam yang baru saja turun dari mobil.
"Di halaman belakang Tuan, Tuan Shaka dan Nona muda sudah menunggu anda dari tadi." ucap Toni membungkuk.
Sam dan Kamila langsung berjalan menuju halaman belakang rumah Shaka.
"Hay Ken." Kamila berhambur memeluk Kenia.
"Pelan-pelan ueyy meluknya, nanti anakku kenapa-napa." ujar Shaka.
"Ouhh, hehe iya maaf kakak ipar." Kamila nyengir kuda.
"Sayang, bilang sama Sam, petikkin mangga." pinta Kenia manja, padahal jelas Sam ada di dekatnya, kenapa juga harus ngomong lewat Shaka.
Sam tampak frustasi memandangi pohon mangga yang cukup tinggi baginya, meski bagi para ahli panjat itu tak seberapa.
"Ayoo Sam tunggu apalagi, istriku minta kamu yang manjat." Shaka menahan tawa.
"Tapi..." Sam tampak ragu.
Sialll..
Gara-gara mangga muda aku harus manjat, gimana ini manjatnya..
Mana tinggi, kalo jatuh gimana coba?
Kalau jatuhnya di hati Kamila sih aku ga masalah, lah iniii jatuh di tanah man!
Sakit tapi tak berdarah, ketika kita dipaksa melakukan hal yang enggak kita bisa, tapi tak apalah cuma manjat mangga ini, anggap aja sedang berlatih jadi lelaki sejati..
Hihh, itu Shaka pen tak nih pake tabung gas sumpah, seneng banget liatin aku dikerjain istrinya.
"Ayo hon, semangat. Kamu bisa." Kamila memberi semangat.
Sam mulai memanjat pohon mangga itu, untung saja pohonnya enggak lurus macam triplex, masih ada lengkungannya. Jadi nggak terlalu susah.
__ADS_1
Satu..
Dua..
Tiga..
Empat..
Lima..
Sam sudah sampai diatas, tangannya mencoba meraih mangga yang paling dekat dengan posisinya.
"Bukan yang ini Sam, tapi yang itu." ujar Kenia dari bawah.
Mau tidak mau Sam berpindah posisi lebih dekat dari mangga yang ditunjuk Kenia.
Satu, dua ,tiga, lima. Lima mangga sudah Sam petik dan masukkan di dalam kantong. Tinggal menunggu bi Ijah mengambil alat untuk membawa mangga itu tanpa harus menentengnya sambil turun.
Pelan-pelan Sam turun dari pohon mangga.
Namun tiba-tiba, Bughhh!!!!
Sam terjatuh meski dari jarak yang tak terlalu tinggi.
Akhhhh!!! "Damn!" umpatnya sembari memegangi bokongnya.
"Ka, tanggung jawab lu. Gendong gue!" rengek Sam.
"Sayang kamu nggak papa." Kamila mendekat.
"Sakittt..."
"Sayang, bantu Sam iyh, kamu nggak kasian."
Kenia tampak cemas.
"Hon aku nggak bisa jalan ini." Keluh Sam.
"Yaudah aku bantu," Kamila membantu Sam berdiri.
Namun ia kesusahan, dan akhirnya Shaka menggendong Sam masuk ke dalam rumah dan membawanya ke sofa.
Syukurinn tu Ka...
Gue kerjain, sekali-kali lah...
hihihi..
Lagian gara-gara mangga muda aku harus manjat pohon super mainstream demi istrimu..
Sam terkekeh sendiri, saat sudah berada di ruang santai rumah Kenia, ia berhasil mengerjai Shaka.
Para perempuan sibuk membuat rujak di dapur.
"Ka, ngomong-ngomong soal Dimas dan Rio..."
Sam menggantung ucapannya.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku kemarin liat mereka disini." ujar Sam dengan wajah serius.
"Aku lihat Ara makan bareng sama Dimas di restourant dekat kantor." jelas Sam.
"Ara lagi..." desah Shaka.
***
"Hay hay ini sudah jadi rujaknya." Dengan semangat Kenia dan Kamila ikut gabung bersama para lelaki.
"Hon, ada apa tegang gitu." tanya Kamila.
Sam hanya meringis, tak ingin membuat para wanita khawatir, ia dan Shaka memilih bungkam tak menceritakan soal Dimas dan Rio.
"Yaudah, dari pada tegang gitu. Makan ni rujak.Seger banget sumpah." Kenia tampak menikmati rujak mangga muda itu.
"Sayang ini asem sekali, apa nggak masalah nanti." Shaka khawatir setelah ikut mencicipi rujak.
"Ka, orang ngidam mah emang gitu. Tapi biasanya kalo makanan yang di pengen lah enak-enak aja, dan enggak menimbulkan masalah." iya kan kakak ipar.
"Bener Sam." sahut Kenia sembari menyendok rujak ke dalam mulutnya.
"Kakak ipar, udah ketemu dokter Radit?"
Tanya Sam.
"Belum." jawab Shaka dan Kenia serentak.
"Hilih Radit sibuk kali Hon, sama pacarnya."
Celetuk Kamila.
"Ya biarin lah, lagian aku kalo ketemu Radit bawaannya merasa bersalah terus."ujar Shaka.
"Hilihh masih aja di bahas, namanya juga nggak jodoh mau gimanapun, mau Kenia bukan istri lo sekalipun. Kalo Radit dan Kenia nggak jodoh tetep aja nggak akan nikah kali." ujar Sam.
"Iya Sam bener, kalo Kenia nikahnya sama kakak ipar berarti kalian emang jodoh dari awal." sambung Kamila.
"Lah iya, lagian jodohnya kak Radit itu Rain. sama-sama R, iya kan." timpal Kenia.
"Kalo kita??" Shaka menatap Kenia lekat.
"Kalo kita adalah dua nama yang ditakdirkan Tuhan bersama dalam kata SHALOVENIA, Shaka love Kenia." lirih Kenia diiringi senyuman.
"Ehmmm, Test test! satu dua tiga kita masih disini." Shaka menoleh mendapati Sam dan Kamila menatap dirinya dan Kenia datar.
Halllooooooo..
Aku Emma, maaf ceritanya garing dan makin nggak asyik, tapi aku masih berharap kalian menyukai karyaku.
Follow lg : @Mimah_e_gibran
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like komen vote dan juga Rate biar aku semangatttt......upp lagi 🥳🥳🥳
Banyak-banyak terima kasih buat yang stay always mampir, ingat ya jejakknyaaaaa
__ADS_1
Aku sayang kalian, semoga sehat selalu!!!
Untuk jemari yang tak pernah lelah, semangat🖤🖤🖤🖤🖤🖤