
"Saya percaya sama kamu." ucap Wira, juga Dina.
"Kalian tinggal dimana?" tanya Wira.
Andreas dan Mirna saling pandang, namun justru Rania yang menjawab.
"Rumah kecil om, jauh sana." ucap gadis lima tahun itu dengan wajah imutnya.
Rumah kecil?" Dina mengernyit heran.
"Iya, ante. Kecil banget. Kamarnya cuma satu." Lagi Rania menjawab dengan muka polosnya.
Dina mendekat, kearah Rania.
"Rania mau es krim enggak, tante punya banyak es krim lo."
"Mau tante, mau." Rania kemudian merengek menarik-narik tangan Mirna.
"Nyonyaaa,."
"Sudahlah Mir, aku sudah memaafkanmu. Yang terpenting sekarang, mas Wira tak pernah mengkhianatiku." ucap Dina dengan seulas senyuman.
"Ohh, ya aku mau ambil es krim buat Rania dulu." Dina berlalu.
Kenia turun mendapati bi Mirna di ruang tamu,
"Non Kenia." sapa Bi Mirna menunduk.
Kenia mendekat, Kemudian ikut duduk di sofa "Bibi apa kabar, apa bi Mirna ke Jakarta mencari anak bibi." tanya Kenia dengan polosnya, karena memang ia tak tahu apa-apa.
"Maafin bibi Non, sebenarnya.... "
"Tante, tadi kami sudah ketemu kakak. Kakak Rania dipenjara tante." Rania yang menjawab.
Seketika wajah Mirna berubah pias.
"Kenia, sebenarnya Ara itu anak bi Mirna nak." Wira menjelaskan.
"Dan mereka kesini, karena Shaka memasukkan Ara ke penjara."
Glekkkk!
Kenia menelan salivanya susah, bagaimana tidak!
Ternyata orang yang selalu mengganggunya dan mencoba menggoda suaminya adalah anak bi Mirna.
__ADS_1
"Saya minta maaf non, atas nama Ara dan semua ke salah pahaman di rumah ini." bi Mirna menunduk.
"Apa Roby tau dimana kalian tinggal?" tanya Wira.
"Tidak pak, Setahu Roby kami di Bali." Sambung Andreas.
Dina datang dari arah dapur membawa dua buah es krim rasa stroberry dan coklat buat Rania.
"Makasih tante." Dina mengangguk senyum lalu kembali duduk di sisi Wira.
"Nyonya, saya benar-benar minta maaf. Telah menyembunyikan kebohongan ini lama sekali.
Saya tak ingin suami saya celaka, Roby selalu mengintai kami dan mengancam kami." Lagi Mirna menunduk meremas bajunya.
"Sudahlah Mir, sekarang lebih baik kalian di Jakarta sementara waktu. Biar nanti saya siapkan bodyguard untuk menjaga kalian." ucap Wira.
Kenia hanya menyimak obrolan mereka, karena emang ia belum paham permasalahannya.
Yang penting, melihat mama Dina sudah berbaikan dengan papanya, ia sudah bahagia.
Bi Ani datang membawa teh serta camilan untuk mereka.
"Dimakan Mir, jangan sungkan." pinta Dina.
"Saya tahu pak Wira, kesalahan Ara sangatlah fatal. Saya sebagai orang tua merasa gagal, tapi apapun keputusan Pak Wira, semoga bisa menjadikan pembelajaran buat Ara." ucap Andreas.
Setelah meminum tehnya, mereka pamit pulang.
Namun Rania justru masih betah bercanda bersama Kenia dan Dina.
"Rania sayang, ayo pulang nak." Ajak Andreas.
"Enggak mau yah, Rania mau disini sama tante dan kakak cantik." ucapnya polos sembari memakan es krim.
Mirna berjongkok, " Rania, pulang yuk. Kan Rania bisa main kesini lagi kapan-kapan."
"Beneran Bu,"
Mirna mengangguk, Rania kembali menatap Dina dan Kenia bergantian.
"Emang Rania boleh main ke rumah tante dan kakak cantik."
"Boleh sayang." Jawab Dina dan Kenia serempak dengan senyuman.
"Horeeee, Rania punya kakak baru." teriak Rania girang.
__ADS_1
Mirna terharu, bagaimana bisa ia menjadi jahat kepada keluarga Admaja. Ia sungguh merasa bersalah, kejahatan yang ia toreh dibalas dengan kebaikan mereka.
Bukankah seharusnya Kenia membencinya karena Ara, bukan!
Justru nona muda itu masih bersikap baik, padahal jelas tau Ara, kakak dari Rania berusaha mencelakainya.
***
Sepeninggal Mirna dan keluarganya pulang, Kenia kembali mengulas senyum melihat Dina dan Wira akur lagi.
"Cie akur lagi, cie." Dina langsung bersemu merah, di tambah kini Wira merengkuh pinggangnya mendekat.
"Apa, malu sama Kenia." Lirih Dina.
"Gapapa ma, Kenia enggak liat kok. Kenia cari Kamila dulu yaa..." Kenia langsung buru-buru melangkah pergi.
"Sayang jalan pelan-pelan."
"Iya ma..."
**
Mila tampak murung duduk di bangku taman belakang dengan camilan di tangannya.
"Mil, galau lu?" Kenia duduk di samping Kamila, tak lupa ia menyambar camilannya.
"Makanan kek gini bikin lo gendut, tau. Dah gue aja yang makan."
Kamila tambah menekuk mukanya.
"Dih jelek tau Mil."
"Biarin, gue lagi pusing mikirin mama sama papa."
"Lah ngapain dipikirin Mil." Kenia mengunyah camilan.
.
.
Like komen dan vote dulu yaa kak😉😉😉
.
.
__ADS_1