MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Penjelasan Mirna


__ADS_3

Mirna yang mendengar berita Ara di tangkap polisi langsung memutuskan terbang ke Jakarta.


Awalnya ia tak menyangka jika anaknya Ara, bekerja dengan Wira.


Dan sepertinya ia harus menjelaskan sesuatu kepada Tuannya. Karena Mirna yakin, pasti Wira beranggapan jika Ara itu adalah anaknya.


Padahal waktu itu, ia dan Wira hanya dijebak oleh pesaing bisnis Admaja group.


Ia dan Andreas suaminya serta Rania tiba di Jakarta pukul satu siang.


Sebelum menuju kantor polisi dimana Ara di tahan, mereka mampir dulu di salah satu kedai.


Mirna mungkin akan datang menemui tuannya, untuk meluruskan kesalahpahaman.


"Mas, sampai kapan kamu melarangku jujur dengan pak Wira."


"Jangan dulu Mir, Ara butuh perlindungan."


"Mas jangan egois, aku tak ingin kesalahpahaman itu terjadi seumur hidup, Bagaimana perasaan nyonya Dina. Pasti ia berfikir tuan Wira sudah mengkhianatinya." Mirna menunduk.


"Bagaimana jika Roby mencari Ara, hm? pikirkan itu? kamu mau kehilangan Ara?"


"Ara di penjara sekarang, mungkin Roby tak akan tahu." pikir Mirna.


"Jelas ia tahu, Admaja group selalu jadi trending berita di koran."


Mirna mendesah berat, ia bingung sekaligus pusing. Tapi ia sudah bertekad. Ia tak ingin menjadi kesalahpahaman di hubungan orang.


Apalagi orang itu sebaik Wira dan Dina.


**


Kantor polisi...


"Ibu..." pekik Ara yang tadinya duduk dengan memeluk lutut.


"Ara..." Mirna memandang anaknya dengan tatapan datar, pedih dan sakit saat melihat putri pertamanya dalam keadaan berantakan seperti itu.

__ADS_1


"Ibu maafin Ara.." pekik Ara, ia menangis.


"Ayah..." Ara melihat Andreas menyusul Mirna dari belakang begitu juga Rania.


"Rania..."


"Ara, anak ibu. Kenapa bisa seperti ini nak?" Mirna menangis tersedu.


"Maafin Ara bu, yah dan Rania, Ara khilaf." Ara menunduk, buliran bening membasahi pipinya


"Ara, jaga dirimu baik-baik sayang, semoga ini menjadi pelajaran di hidupmu."


Mirna menggenggam jemari Ara, sejurus kemudian ia pamit pergi.


Andreas menatap sendu Ara, meskipun Ara adalah anak Mirna dan Robi ia begitu menyayangi Ara seperti anaknya sendiri.


"Kakak jahat." pekik Rania menangis,


"Rania maafin kak Ara," Gadis lima tahun itu tak lagi mau menatap kakaknya.


***


"Mas, aku harus ke tempat tuan Wira." pinta Mirna.


"Baiklah, aku ikut. Jika itu keputusanmu! aku tak ingin kamu kenapa-napa."


"Bagaimana dengan Rania?"


"Rania kita ajak, gak papa." Andreas berusaha bersikap tenang, bagaimanapun juga ini kesalahannya. Dan ia harus mempertanggung jawabkannya.


***


"Permisi nyonya, ada Mirna serta suami dan anaknya diluar." ucap bi Ani kepada Dina.


Dina menghela nafas kasar, ia sudah menduga jika Mirna akan datang ke Jakarta.


Apakah ia siap bertemu dengan perempuan itu?

__ADS_1


Namun biar bagaimanapun ia harus menemuinya.


Mirna sudah memiliki suami, jadi tak mungkin Wira akan meninggalkannya demi perempuan itu.


Ia pun mengirim pesan kepada Wira.


Pulanglah, wanita simpananmu ada disini, aku jyjyk melihatnya. Dina


Kemudian ia keluar, menatap Mirna dengan tatapan datar tanpa ekspresi.


"Ada perlu apa kamu datang kesini." Dina duduk di kursi berhadapan dengan Mirna, tangannya terlipat di dada.


"Maaf nyonya, saya harus menjelaskan sesuatu."


"Untuk apa, ck! memalukan. Apa kau hanya ingin bilang jika anak perempuanmu itu adalah buah suamiku?" Dina menatap Mirna tajam.


Wira datang tergopoh-gopoh karena langsung berlari masuk ketika turun dari mobil.


"Mah, ada apa--" Wira langsung bungkam dan memilih duduk ketika melihat Mirna.


"Begini Tuan, nyonya. Biarkan istri saya bercerita dulu. Tolong jangan potong ataupun marah." pinta Andreas memohon.


"Baiklah, lanjutkan." ucap Dina datar.


"Begini nyonya, dulu pesaing perusahaan tuan Wira yang bernama Roby menghamili saya. Ia mencekoki saya dengan minuman dan menjebak Tuan Wira. Dan saat saya terbangun Tuan Wira sudah tidur di samping saya, tapi dengan pakaian masih lengkap. Saya ingat betul, Roby yang melakukannya. Ia mengancam saya jika memberi tahu tuan yang sebenarnya ia akan membunuh Andreas." Mirna menunduk, " Bahkan sampai sekarang ia terus mengancam saya. Ia juga tak segan mencelakai Rania."


"Tolong percaya sama saya nyonya, saya tidak pernah main dengan tuan Wira, saya tidak mungkin mengkhianati Nyonya." sambung Mirna lagi.


Dina tampak berfikir, sejurus kemudian ia memandangi Mirna dan Andreas bergantian.


"Tolong percaya sama istri saya Tuan, Nyonya. Roby benar mengancam kami, bahkan tak segan membunuh kami." Andreas membuka benda pipih nya dan memperlihatkan sebuah rekaman kepada Wira dan Dina.


Mereka pun percaya. Meski begitu Ara tetaplah dihukum karena kesalahannya, selain ia harus tanggung jawab dengan perbuatannya yang hampir membuat Kenia celaka, ia juga otak dari kejahatan bersama Dimas dan Rio.


"Saya percaya sama kamu." ucap Wira, juga Dina.


"Kalian tinggal dimana?" tanya Wira.

__ADS_1


__ADS_2