MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Melahirkan


__ADS_3

~Percayalah,


Tuhan selalu menggenggam erat doa-doamu dan dilepaskannya satu persatu satu disaat yang tepat..


Tak terasa tiba hari dimana Kenia merasakan sakit luar biasa pada perutnya, mungkin ini saatnya ia akan bertemu dengan dua malaikat kecil di dalam perutnya.


"Sayang sakit sekali..." rengeknya, tangannya memegangi perut bagian bawah.


"Shaka berusaha mempersiapkan semua, " Ayo kita ke rumah sakit sekarang?" Pinta Shaka.


"Tapi kontraksinya masih jarang, mana mungkin ke rumah sakit." Ia terus berjalan, supaya lahirannya nanti lancar.


Shaka bingung, ia belum tahu menahu seperti apa wanita hendak melahirkan, diambilnya benda pipih lalu menghubungi mama.


"Ma, bisa kesini? Ken mau lahiran."


"Kenia lahiran, mama kesana sekarang nak." Wina menutup telpon.


Mendengar putrinya mau lahiran ia langsung mengabari Edward, pamit kepada bi Mina kemudian melesat membawa mobil ke rumah Kenia.


**


"Lan, siapkan mobil." Titah Shaka, ia panik sendiri.


"Siap tuan."


Sedangkan Kenia masih tenang-tenang saja, hanya sesekali merengek sakit jika kontraksinya datang lagi.


"Sayang, sudah jangan panik. Nanti kalo kontraksinya dah sering kita ke rumah sakit." Kenia berusaha untuk tidak panik, meskipun jauh dalam hatinya ia juga takut.


Namun sebisa mungkin ia menetralkan kecemasannya agar tidak menyebabkan tekanan darah tinggi.


"Tapi, sa--."


"Kenia sayang," Wina panik, begitu sampai. Ia langsung menghampiri Kenia, membimbingnya duduk.


"Mama..." Ken memeluk mamanya, berusaha mencari kekuatan.


"Ma, Ken takut." lirihnya.


Wina mengusap punggung putrinya dengan lembut.


"Percaya sama mama, semua akan baik-baik saja." tenang Wina.


"Ma, apa nggak sebaiknya kita bawa Ken ke rumah sakit sekarang." ucap Shaka.


"Iya Ken, disana nanti kamu bisa di infus dulu."


Wina membimbing Kenia masuk ke dalam mobil, Shaka membawa perlengkapan lalu menyusul.


"Sakit ma.." Keluh Kenia.


Keringat bercucuran di dahinya, dengan telaten Wina menenangkan putrinya, mengelap peluh nya dengan tisu.


Shaka sendiri duduk di depan bersama Alan.


Rumah sakit Hermina,


Beruntung seorang perawat sedang lewat danmembawa brankar kosong, sehingga Kenia bisa langsung diatasi.


Kenia dibawa ke ruang persalinan, untuk di cek pembukaan jalan lahir.


Dokter Maura keluar dengan ekspresi datar, " Keluarga nona Kenia." Panggilnya.


Shaka spontan berdiri, langsung mendekat ke arah dokter Maura begitu juga dengan Wina.


"Begini tuan, salah satu harus menemani masuk.." Dokter Maura menjeda kalimatnya.

__ADS_1


"Biar saya saja dok," ucap Shaka.


"Baiklah, mari ikut saya karena nona Kenia sudah pembukaan 8."


Dokter Maura kembali masuk, Shaka menatap mertuanya. " Mah, tadi Shaka belum mengabari mama Dina, mama minta tolong."


"Iya sayang, sudah masuklah. Papamu juga bentar lagi datang."


Shaka pun masuk, ia mendekat ke arah istrinya. Keringat bercucuran, wajahnya pucat, Kenia tampak kesakitan.


Shaka menggenggam jemari Kenia, menyalurkan kekuatan.


"Terus mbak... sekarang sudah boleh mengejan ya... Tarik nafas dalam, tahan.....ayo terus.. terus..." Begitulah suara dokter Maura dengan di bantu beberapa suster.


Kenia sudah pucat pasi...


"Tolong pak, jangan biarkan nona Kenia tak sadarkan diri." peringat dokter Maura.


"Akhhh, sakit...."


"Ahkkkkk...."


"Ayo mbak semangat, rambutnya sudah Kelihatan." Seru dokter Maura sembari menyemangati.


"Auhhhhhh...akhhhhh...."


Oekk..oekk..oekkk, suara tangisan bayi memecah, Dengan dibantu suster bayi itu diletakkan di dada Kenia untuk IMD.


"Bayinya laki-laki ya, tampan." puji Dokter Maura.


"Ayooo satu lagi.... tarik nafas, tahan... Ejan..."


Kenia sudah pucat pasi kesakitan, namun sakit itu tak lagi dirasa saat melihat betapa indahnya malaikat kecil di sisinya.


"Ayo sayang, kamu harus kuat." Shaka menyemangati.


Oekk.. oekk..


"Selamat Nona, bayinya perempuan." Dokter Maura memberi tahu, setelah IMD bayi kembar Kenia kemudian dibawa suster untuk di bersihkan.


Kenia semakin pucat, namun kelegaaab menyelimuti dirinya.


"Terima kasih, sudah melahirkan bayi-bayi mungil nan lucu untukku sayang." Shaka mencium kening istrinya.


Kenia menangis haru, namun ia masih merasakan sakit luar biasa.


Tuhan...


Terima kasih telah mengirimkan dua malaikat kecil nan lucu untuk kami, aku akan menjaganya dan berusaha menjadi ibu yang baik untuk mereka..


Kenia memejamkan matanya, lelah. Ia begitu kelelahan hingga tak sadarkan diri.


"Sayang, Kenia...." Shaka panik.


"Ma, mama... Kenia ma."


Wina dan Ed masuk kemudian dokter Maura datang, setelah tadi pergi sebentar.


"Kenia kenapa nak." Wina ikutan panik.


"Ibu tenang dulu bu, biar nona Kenia saya periksa." Maura meminta mereka agar keluar sebentar.


***


Shaka panik, hingga tak terasa air matanya menetes.


"Shaka tenang." titah Ed, dari arah lain datang Dina dan Wira.

__ADS_1


Shaka langsung ambruk ke pelukan mamanya.


"Ma, Kenia ma.. "


Dina mengusap punggung anaknya, " Tenang, semua akan baik-baik saja."


"Iya Shaka, semua akan baik-baik saja, kita berdoa sama-sama." Wina menimpali.


Ceklek!


Pintu terbuka, dokter Maura keluar.


"Gimana dok," Serang Shaka.


"Maaf pak, untuk sementara ibu Kenia masih belum sadar, karena kehabisan darah. Tapi kami akan berusaha maksimal agar nona Kenia segera sadar dan pulih. Berikut kami akan memindahkannya ke ruang rawat yang lebih nyaman." Ucap dokter Maura.


**


Di ruang VIP, Shaka menemani Kenia yang masih terbaring lemah dengan selang infus.


Matanya masih nyaman terpejam.


"Little, aku tahu kamu sangat kelelahan, apa kamu marah padaku hingga enggan membuka mata? lihatlah bayi kembar kita, mereka lucu sekali." Shaka menyeka air matanya.


Dipandanginya istri dan bayi kembar di dalam box di samping ranjang Kenia.


Wina, Dina juga kedua papa itupun merasa sedih melihat Kenia yang belum sadar dan Shaka yang berantakan.


"Little, buka matamu... Apa kamu tak ingin segera menyematkan nama untuk anak kita, mereka pasti menginginkan pelukan ibunya."


Oekk..oekkk.. Bayi perempuan menangis, Wina bangkit lalu menggendongnya.


Seorang suster datang, "Permisi pak Shaka, bisakah anda menyetujui jika bayi anda akan diberi susu formula jika hari ini bu Kenia belum sadar."


Shaka menghela nafas sejenak, "Iya sus, apapun itu yang terbaik."


"Baik pak, silahkan tanda tangan disini." Tunjuk suster pada lembaran pernyataan.


Shaka memandang Kenia lagi, seolah sebagai isyarat meminta persetujuan.


Lalu ia menanda tangani surat pernyataan itu.


Setelah bayi tenang, kembali Wina menaruhnya dalam box, sembari menunggu suster mengantarkan susu.


"Lihatlah sayang, kasian mereka... Mereka ingin segera bertemu denganmu, bangunlah!" Shaka terus merengek.


"Ka, makan dulu. Kamu belum makan sama sekali." pinta Dina lembut.


"Shaka enggak lapar ma,"


"Ayolah sayang, dikit saja. Biar ada tenaga. Kenia pasti juga sedih jika melihat kamu seperti ini. Lihat anak-anakmu, apa kamu akan mengabaikan mereka. Kamu harus kuat untuk melindungi mereka, makanlah walau sedikit." pinta Wira.


"Seorang laki-laki dituntut untuk selalu kuat, agar bisa melindungi." Sambung Ed.


Oekk..oekk.. Bayi laki-laki menangis, lalu Shaka bangkit dan mendekat, menggendongnya.


"Sayang, sabar yaa... mamamu masih ngantuk, kamu sama papa dulu ya."


Shaka menimang-nimang agar bayi lakinya tenang.


.


.


.


Line komen dan vote nya kakak, jika mau gabung grub chat bisa kok, alhamdulilah sampai juga di part ini walaupun aku singkat, dan... terima kasih berkat kalian juga novel ini lolos kontrak🥳🥳🥳

__ADS_1


Misss you sekebon pisang, readers setiaku💐💐💐 jangan lupa tinggalin jejaknya 🐼


__ADS_2