
"Malem minggu kemana Ka? Out bareng kuy, katanya Kamila kangen jalan-jalan sama kakak ipar." ucap Sam.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat ketika hari libur.
"Boleh deh, tapi kemana ?" tanya Shaka.
"Biasanya para perempuan suka hal-hal yang sederhana, gimana kalo kita ajak mereka ke Alun-alun kota ?" tawar Sam.
"Baiklah boleh juga.."
Sore hari di kediaman Admaja...
Kenia masih terlelap begitu pulas, sedangkan Shaka! ia menikmati senja di balkon kamar ditemani secangkir capucinno.
Sudah lama sejak ia menikah ia tak menikmati indahnya senja dari balkon kamarnya.
Kenia menggeliat, tangannya meraba sebelah dan terbangun saat sadar tak lagi ada sang suami di sampingnya.
"Hoammmzsss....
Sayang, kamu disini ?" Kenia mendekat kearah suami.
Shaka mengangguk lalu tersenyum, "Kamu tidurnya pules banget. Akunya sampek bingung mo ngapain, sekarang mandilah ! Sam dan Kamila akan mengajak kita ke Alun-alun Kota." titah Shaka.
"Benarkah?" tanya Kenia berbinar.
__ADS_1
Sudah lama ia ingin sekali keliling alun-alun Kota.
Dengan penuh semangat Kenia berlalu mandi, Shaka mengulas senyum, sesederhana itu membuat wanitanya bahagia.
Setelah bersiap, akhirnya mereka pamit dengan Wira dan juga Dina.
Deru mobil memecah jalanan kota, Kenia dan Kamila tampak antusias mengingat sudah lama mereka tak menapaki Alun-alun kota.
Alun - alun Kota...
Begitu turun dari mobil Kenia dan Kamila langsung berhambur keluar.
"Mil, dah lama banget ya kita gak kesini." kenang Kenia.
"Iya, lo masih aja inget Ken, lo inget gak kalo malem-malem kita kesini cuma buat beli bakso bakar, ahhh dulu sesederhana itu ya kita." timpal Kamila.
Shaka mengangguk senyum, memang benar istrinya itu gadis luar biasa sederhananya.
Dari Kenia juga Shaka belajar lebih menghargai orang yang kurang berada.
"Kita nyari tempat duduk yuk." ajak Sam dan mereka mengangguk.
Setelah lama berkeliling, akhirnya mereka memutuskan untuk duduk dan menikmati alun-alun di tengah dengan beralaskan tikar yang mereka sewa.
"Waktunya party...." teriak Kenia dan juga Kamila. Sam hanya tersenyum, ia cukup hafal apa yang jadi kebiasaan dua perempuan di depannya.
__ADS_1
Apalagi kalo bukan makan, aneka camilan bakar dan aneka junkfood tersaji dihadapan mereka, Shaka sampe heran ! seumur-umur ia tak pernah berada di tempat ini, jika bukan karena istrinya Kenia.
Selesai acara makan, Kenia dan Kamila mengajak para lelaki ke area permainan, tiap malam minggu ada wahana yang bisa dinaikki para pengunjung Alun-alun.
Mereka berempat naik mobil lampu, yaaa mobil yang dikayuh dengan kaki secara pelan-pelan, terdapat lampu warna-warni yang menghiasinya ini lebih mirip seperti becak lampu, hanya saja body dan tempat duduknya memakai body dan tempat duduk mobil.
"Oke sekarang suamiku dan adik ipar yang mengayuhnya." putus Kenia ketika mereka hendak masuk mobil lampu.
"Apalagi ini sayang." Shaka mengernyit heran.
sedangkan Sam dan Kamila terkekeh melihat ekspresi Shaka yang merasa aneh.
Shaka menurut, akhirnya ia duduk didepan dengan Sam bagian mengayuh.
"Apa cuma aku yang baru tau ada mobil kek gini, bahkan aku belum pernah ke Alun-alun." keluh Shaka terlihat ia sedikit kaku mengayuhnya.
"Seperti yang kau lihat Ka, mereka memang menyukai hal-hal seperti ini, dan kau terbiasa menerimanya." timpal Sam terkekeh.
"Lagi pula ini sangat menyenangkan bukan, orang-orang tak kan mengira kalian orang kaya hahaha." tawa Kamila pecah.
"Kamila bener sayang, kalian terlihat sangat unik jika orang-orang tau kalian anak dari pengusaha kaya.
Lantas menjadi trending topik di koran dan tv." Kenia terkekeh.
Shaka menghela nafas kasar, beruntung selama ini ia hanya berdiri dibalik badan papanya, jika tidak ! mungkin ia akan benar-benar masuk koran pagi besok karena tingkah konyolnya bersama sang istri.
__ADS_1
Pukul sembilan malam, mereka sudah puas berkeliling, makan dan menikmati keseruan di Alun-alun Kota, dua wanita tampak begitu berbinar saat ini.
Kenia dan Kamila memiliki sifat sederhana yang sama, dan itu yang membuat Shaka dan Sam begitu menggilai mereka.