
Sesuai janji sore ini rencananya Kenia dan Shaka akan pergi ke supermarket untuk membeli segala kebutuhan rumah tangga mereka.
Mobil melaju menembus jalanan kota, sesampainya mereka di parkiran supermarket, Kenia dan Shaka bergegas turun. Namun langkah Kenia terhenti ketika mendapati mobil Radit terparkir disamping mobil suaminya.
*Seperti mobil kak Radit, ya Tuhan jangan sampai kita bertiga bertemu. Aku tak ingin membuka luka yang susah payah ia menyembuhkannya.Kenia
Kenapa ada mobil Radit disini, tumben sekali dihari kerja, dan ini ia kesupermarket. Yang benar saja? Shaka*
" Apa yang kau fikirkan sayang?" tanya Shaka memecah lamunan Kenia.
"Em... itu enggak kak, ayo masuk."ucap Kenia gugup.
Kenia yang memilih beberapa bahan makanan dan memasukannya ke dalam keranjang tollernya, sementara Shaka yang mendorong toller itu.
Setelah selesai dengan bahan makanan, Kenia bermaksud ingin membeli es krim, tapi langkahnya terhenti saat Kenia melihat Radit berada disana.
"Jadi beli es Krim ? tanya Shaka.
"Enggak kak, langsung ke kasir aja.
Lagi-lagi mereka terjebak antrian panjang ditempat kasir, sementara Radit sudah tak terlihat batang hidungnya.
***
Radit mengesap capucinno yang ia pesan di coffeshop area supermarket,dimeja pojok ia termenung.
Sebenarnya hari ini adalah hari kerja baginya, entah kenapa ingatan Kenia membuat Radit ingin mengenangnya sendiri.
Radit tersenyum getir mengingat semua kenangan yang ia lewatkan bersama gadis itu. Gadis yang kini telah menjadi istri sepupunya.
Ternyata pura-pura itu sakit...
ternyata memang tak mudah bagiku melupakanmu Kenia, aku sedang berusaha baik-baik saja ketika tak bersamamu. Kenyataannya itu tak mudah, aku hilang arah hilang semangat. Mentariku redup karena cahayanya yang hilang...
__ADS_1
maafkan aku Kenia, jika aku masih selalu merinduimu..
Kenia dan Shaka berjalan memasuki coffeshop tempat dimana Radit berada. Bukan sengaja, mereka memang tak mengetahui jika Radit juga berada disana.
"Hei brother, boleh kami gabung..."ucap Shaka mendekat tepat disampirng Radit.
Radit mendongkak, bersusah payah ia memupus perasaannya pada Kenia, kini malah mereka dipertemukan dalam situasi seperti ini.
"Tentu." jawab Radit dengan senyum yang dipaksakan.
Kenia menelan salivanya berat, bersusah payah ia menghindari, tapi kenyataannya suaminya justru mempertemukannya dengan Radit. Dengan langkah gontai Kenia berjalan dan duduk di depan Radit.
Sungguh kisah cinta segitiga yang memilukan.
"Mau pesan apa." tanya Radit seraya memanggil pelayan agar mendekat.
"Capucinno." jawab Kenia dan Shaka serentak.
Setelah pesanan mereka datang, suasana kembali canggung.
"Tumben hari kerja lo nggak di rs ?" tanya Shaka memecah kecanggungan.
"Lagi pengen jalan-jalan aja." sahut Radit asal.
"Lo sendiri jam kantor juga ada disupermarket ?"
"Nganter istri." jawab Shaka singkat.
"Ehm.. kak aku ketoilet dulu." ucap Kenia seraya berlalu.
Kini dua laki-laki itu sedang beradu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Dulu sebelum tau Shaka dijodohkan dengan Kenia, mereka berdua adalah sosok saudara sepupu yang luar biasa, lambat laun Radit mulai menjaga jarak, bukan karena ingin menjauh, tapi lebih ke melindungi hatinya.
__ADS_1
"Gue gak bermaksud ngrebut Kenia dari lo, kalo gue tau lo pacarnya Kenia waktu itu gue pasti mundur Dit, Lo itu saudara sekaligus sahabat gue." jelas Shaka.
"Sudahlah Ka, nggak ada yang perlu kita bahas, gue dan Kenia cuma masalalu yang hanya akan menjadi kenangan diangan. Gue ikhlas ya walaupun masih dalam tahap usaha." ucap Radit
"Tapi gue ngerasa hati lo nggak kayak gitu, gue tau berat jadi lo,gue harap lo nemuin orang yang lebih baik dari Ken buat lo."
"Terima kasih brother." ucap Radit dengan senyum getirnya.
Kini matanya bersitatap dengan Kenia, tampak guratan kesedihan diwajah cantik itu meski ia selalu berusaha menutupinya. Kenia memang hebat, tapi ia masih berada ditengah-tengah perasaannya sendiri yang terbagi.
"Gue duluan ya, Gue masih ada urusan. Udah gue bayar minumannya, kalian nggak makan ?" tanya Radit sebelum pergi.
"Em, aku sama Kenia makan dijalan nanti." jawab Shaka.
"Eh iya..." Kenia terbata.
"Kalo gitu gue pergi dulu." pamit Radit segera berlalu.
***
Sepeninggal Radit, Shaka dan Kenia juga ikut pergi.
Hari ini rencananya mereka akan makan sate dipinggir jalan, sejak menikahi Kenia, laki-laki itu menyukai hal-hal sederhana bersama istrinya meski hanya sekedar makan atau jalan-jalan.
Dan disinilah mereka, diwarung sate tenda biru pinggir jalan, setelah memesan dan satenya datang. Kenia dan Shaka mulai makan.
"Ini luar biasa little, sering-seringlah ngajak aku makan dipinggir jalan, rasanya luar biasa..." puji Shaka.
"Benarkah ? coba ini... " Kenia menyuapkan satu tusuk sate kepada Shaka.Meski sebenarnya rasanya sama saja, bagi Shaka suapan Kenia adalah yang istimewa.
Dengan pipi yang menggembung saat ia makan membuat Shaka tersenyum gemas melihat Kenia.
Hallo readers sayangku, salam manis dari Author buat yang baca.. terima kasih sudah mampir,jangan lupa tinggalkan like komen dan Vote nya agar aku lebih semangat lagi...
__ADS_1