MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Kencan dipinggir jalan


__ADS_3

Kenia dan Kamila tiba dirumah Admaja pukul empat sore. Mereka beriringan memasuki rumah tersebut. Baru beberapa langkah mereka masuk, Dina sudah lebih dulu menyapa mereka.


"Kenia.. Kamila.. ? kalian dari mana sayang ?" terocos Dina.


"Kami habis jalan-jalan ma, maaf tadi Ken nggak pamit ke mama, kata bi Ani mama tidur tadi."


"Iya gapapa Ken." jawab Dina mengulas senyum kemudian pandangannya beralih pada Kamila.


"Tante apa kabar?" sapa Kamila dengan senyum manisnya.


"Tante baik sayang, kamu apa kabar ? tante nggak tau kamu temennya Kenia ya, pas nikahnya Shaka dan Kenia tante nggak liat kamu ?" ucap Dina seraya memeluk Kamila sesaat.


"Mila baik tante, Mila juga ada disana waktu itu, tapi saking banyaknya tamu dan kecilnya badan Mila jadi nggak kelihatan hehe." canda Kamila.


"Kamu bisa aja ayo masuk. Kamu mau istirahat dikamar Sam atau bareng Kenia." tanya mama Dina.


"Kamila sama aku aja ma, lagian Kak Shaka juga belum pulang. Bolehkan ma ?" tanya Kenia.


"Boleh sayang, kalo gitu mama mau kebelakang dulu ya, kalian istirahatlah."


"Baik ma."


***


Dikamar Kenia dan Kamila merebahkan diri, seharian jalan-jalan membuat mereka sedikit lelah tapi juga bahagia.


Jarang-jarang mereka bisa menghabiskan waktu bersama, sejak Kamila memutuskan kerja diluar negeri.


"Lelahnya, tapi seneng deh."gumam Kenia.


"Jarang-jarang lho kita, harus nunggu aku pulang ke Indo dulu kalo mau Qtime." ucap Kamila seraya menatap langit-langit kamar Kenia.


"Btw suami lo pulang jam berapa Ken, gue numpang mandi bentaran ya, mumpung pada belum pulang." izin Kamila.


"Yaudah sana lo mandi duluan gih, gue habis lo aja. Ehh ! lo mau pake baju yang mana ?" tanya Kenia.


"Pan tadi kita beli dress."


"Oh iya ya, lupa aku." cengir Kenia.


Kenia berlalu mandi setelah Kamila selesai. Sengaja Kenia meminta Kamila mandi terlebih dahulu sebelum dirinya mengingat jam-jam segini adalah jam dimana suaminya pulang.Kenia tidak mau Kamila merasa canggung meningat dirinya sudah menikah jadi tidak akan sebebas dulu berada di kamarnya.


***


Dikantor Shaka sudah bersiap untuk pulang, setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang membuatnya begitu penat dan ingin segera sampai dirumah.


Berbeda dengan Sam, mau dirumah atau dikantor laki-laki itu selalu menikmati waktunya dengan baik, bekerja bekerja dan bekerja, wajar jika papa wira dan Shaka menjadikannya orang kepercayaan.


Shaka dan Sam memasuki lift khusus yang akan membawanya ke lantai dasar, setelah sampai lantai dasar Shaka dan Sam bergegas keluar dari Admaja group.


Dimobil Shaka mengulas senyum membayangkan wajah istrinya, berbeda dengan Sam,yang hanya melirik Shaka sekilas kemudian mengelengkan kepalanya heran.

__ADS_1


gitu ya kalo dah nikah..


senyum-senyum sendiri, pengen cepet-cepet ketemu istri, kerja mod nya naik turun gajelas kek habis gak dijatah istrinya haha.batin Sam


" Apa rencanamu hari ini Sam? tanya Shaka kini beralih dengan ekspresi mode datarnya.


"Aku ingin mengajak Kamila kencan pastinya." jawab Sam percaya diri.


" Oke aku dan istriku akan ikut."


" Hah, yang benar saja Ka, apa kau kehabisan ide hingga harus membuntutiku kencan." cibir Sam.


"Nanti kau menyesal lagi, kalo aku dan Kamila cuma kencan di pinggir jalan." ucap Sam lagi memastikan.


"Apapun asal Kenia mau, apapun itu Sam." ucap Shaka.


Tanpa sadar mereka sudah sampai dihalaman rumah keluarga Admaja.


Shaka turun mobil dan langsung emnuju kamarnya, sedangkan Sam, matanya beralih ke taman belakang rumah dimana kekasihnya Kamila dan Mamanya berada disana.


**


Ceklek..


Suara pintu dibuka oleh Shaka, didapatinya Kenia sehabis mandi sedang memilah pakaiannya di depan lemari. Tubuhnya yang hanya berbalut kimono membuat gairah menjalar dalam diri Shaka.


Omo... Kau sudah pulang kak." tanyanya dengan nada santai.


"cepat pakai pakaianmu Ken, atau aku akan...." ucapnya menggantung.


"Baiklah aku akan mandi." ucapnya berlalu.


Kini Kenia telah siap riasan tipisnya dan polesan lipstik pink di bibirnya, dengan memakai dress maroon yang awalnya Kenia hanya mencobanya.Karena biasanya ia lebih suka dengan dress warna calm.


"Jangan diganti." Ucap Shaka ketika keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah Kenia yang akan mengganti dressnya.


"Kenapa sayang ?"


Shaka mematung, membuat Kenia semakin heran.


"Kau cantik memakai dress itu, jika kau tidak suka. Mungkin kau harus belajar menyukainya dan terbiasa." ucap Shaka.


"Baiklah aku akan memakainya, demi suamiku iyakan ?"


"Kau sungguh cantik Kenia, sangat cantik." bisik Shaka tepat ditelinga Kenia yang membuat pipi istrinya itu memerah seketika.


Perlahan bibirnya mendekat menyusuri leher jenjang Kenia, mencium aroma Vanila dalam tubuh Kenia yang baginya sudah seperti candu.


"Akh geli kak." pekik Kenia membuat Shaka mengurungkan niatnya.


"Kalo begitu tunggu aku dibawah Ken." ucap Shaka seraya mencium kening Kenia.

__ADS_1


***


Dibawah Kenia menghampiri kedua mertuanya yang sedang asyik mengobrol dengan Kamila dan juga Sam.


"Sore ma pa, maaf Ken baru turun hehe."


"Tak apa Ken, gitulah kalo sudah berumah tangga, perihal kecil sekalipun istri yang harus mempersiapkannya." ucap Dina mengulas senyum.


"Jadi pengen segera nyusul, biar ada juga yang manjain." celetuk Sam seraya melirik Kamila, membuat kekasihnya itu tersipu malu.


"Gercep makanya Sam, kalo udah nikah kan enak nggak jadi nyamuk, jadi kita semua udah berpasang-pasang hahah." ucap Wira dengan tawanya.


Sontak mereka yang disana terkekeh karena ucapan papa Wira, jika biasanya laki-laki paruh baya itu selalu serius dalam segala hal, berbeda hari ini. Mungkin karena beban difikirannya berkurang.


Shaka menuruni anak tangga menyusul mereka yang sedang asyik bercanda.


"Sore ma pa." sapanya.


"Sore Ka." jawab Wira dan Dina serentak.


"Oh ya, kita berempat mau keluar ma pa, mama sama papa nanti makan aja duluan." izin Shaka.


"Iya ma Shaka bener, kita mau keluar sebentar." jelas sam.


"Kemana." tanya Wira.


"Biasa pa, anak muda hehehe."cengir Shaka.


****


Kamila dan Kenia enggan bertanya kemana dua laki-laki tersebut membawa mereka. Hening ketika mobil mulai melaju menembus jalanan Kota yang cukup jauh.


"Lo inikan arah rumah orang tua Kenia Sam ? kau mau mengajaku kemana ?" tanya Kamila memecah keheningan.


"Makan pecel." jawab Sam singkat membuat Shaka mengernyitkan dahi heran.


"Pecel mbok Yem?" tanya Kenia dan Mila serentak.


"Pecel ??? tanya Shaka heran.


"Kan tadi kamu bilang mau ikut Ka, asal Kenia mau. Yaudah aku jadinya ngajak Kamila ke warung mbok Yem, karena aku yakin Kenia dan Mila pasti sangat senang iyakan?"


"Hm.. terserah." jawab Shaka sekenanya.


Mobil berhenti tepat didepan warung pecel mbok Yem, meski hanya warung pinggir jalan, tapi warung ini bersih dan cukup nyaman bagi Kenia Kamila dan juga Sam, berbeda dengan Shaka yang sebenarnya belum pernah makan ditempat seperti ini.


"Eh ada mbak Ken sama Mila, ayo masuk silahkan ? sapa Angga anaknya mbok Yem.


"Iya Ngga, simbok mana ?" tanya Kenia seraya masuk dan memilih tempat lesehan disusul Kamila Shaka dan juga Sam.


"Itu simbok." ucap Angga seraya melambaikan tangannya ke Mbok Yem yang masih melayani pelangganannya.

__ADS_1


"Kak Shaka yakin makan pecel." tanya Kenia karena ia tau Shaka tidak terbiasa makan pecel dan mungkin belum pernah.


Sedangkan Kamila dan Sam jangan ditanya, Kamila sudah sering mengajak Sam kesini sebelumnya.


__ADS_2