MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Tinggalah slalu dalam hatiku


__ADS_3

Setelah mengantar pulang Kamila, kini mereka bertiga melajukan mobil menuju kediaman Admaja.


Ya, rencananya memang Shaka dan Kenia menginap disana.


Sebenarnya Kenia ingin sekali mengunjungi orang tuanya, mungkin lain waktu.


Kenia juga tak ingin egois dalam hal ini, kapanpun ia bisa mengunjungi mamanya.


Sampailah mereka didepan rumah, Sam membawa mobil masuk ke garasi, sedangkan Shaka dan Kenia memilih langsung menuju kamar mengingat malam menginjak larut.


Kenia mengganti pakaiannya begitu pula dengan Shaka.


***


"Sayang, jika kita bulan madu adakah tempat yang ingin kau kunjungi?" Shaka mendekat kearah Kenia yang berdiri menikmati hembusan angin malam.


"Aku tidak tahu, terserah kau membawaku kemana. Yang penting ada pantainya." Kenia mengulas senyum.


Shaka melingkarkan tangannya dipinggang Kenia, "Baiklah, akan aku fikirkan secepatnya." Bisik Shaka.


"Benarkah? Kenia tampak berbinar.


"Hhemmmm...


Tapi,


Aku akan memakanmu sekarang juga." Bisik Shaka lagi membuat Kenia hendak berlari, namun sayang dengan sigap Shaka telah merengkuhnya.


Shaka mencium bibir Kenia, tanpa disangka Kenia membalasnya dengan begitu ahli.


"Kau bahkan lebih pintar dariku little."


"Ehh maaf," Kenia justru merasa bersalah karena ciuman pertamanya bukan dengan sang suami.


"Aku tak peduli, yang terpenting kau sekarang miliku dan tinggalah slalu dalam hatiku." ucap Shaka mengulas senyum.


Mereka saling me**** dan berpagut mesra hingga desiran panas membawa mereka pada titik dimana malam ini Shaka dan Kenia kembali menjadi satu.


Setelah dua jam, Kenia merasa sekujur tubuhnya remuk hingga tanpa terasa dirinya dan Shaka yang sedang dilanda cinta itu terlelap karena lelahnya.

__ADS_1


Meski ini kali kedua, namun sepertinya Shaka begitu candu terhadapnya. Shaka merasa tubuh Kenia bagaikan magnet yang slalu menariknya.


***


Pukul delapan Kenia baru bangun, ia menyadari dirinya tidur terlalu lelah.


Bahkan suaminya masih tertidue begitu pulas.Kenia memasukan baju-baju yang berserakan di keranjang kotor, lalu hendak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, meski ia merasakan kakinya begitu sakit saat berjalan.


Tok..tok..tok..


Bunyi pintu kamar Shaka diketuk, Kenia yang baru keluar dari kamar mandi segera membuka pintu.


Ceklek ! pintu terbuka.


Terlihat mama Dina mengulas senyum seraya membawa nampan berisi sarapan pagi.


"Pagi ma, maaf kami melewatkan sarapan pagi." Ucap Kenia merasa bersalah.


"Tak apa Ken, mama bawakan sarapan untukmu dan Shaka, ini ambilah! mama yakin anak manja mama itu masih tidur."Ucap mama Dina.


Kenia mengambil alih nampan yang berisi dua porsi sanwich dan susu.


Dina mengangguk kemudian berlalu turun ke bawah lagi.


Kenia meletakkan sarapan diatas nakas, tangannya membelai wajah tampan sang suami.


Disaat itu pula Shaka membuka mata, " Kau mau menggodaku ya?"


"Enggak, aku em... itu." Kenia terbata.


"Kemarilah." ucap Shaka merentangkan tangan.


Kenia mendekat, lagi-lagi Shaka merengkuhnya.


"Selamat pagi my little wife." ucap Shaka lalu mencium Kening Kenia.


Seketika ia merona malu, "Pagi juga."


"Pakai pakaianmu, jika tak ingin aku memakanmu lagi." ancam Shaka.

__ADS_1


"Ohh astaga, aku lupa jika masih memakai kimono, tadi mama mengantar sarapan untuk kita, aku jadi merasa bersalah karena telah melewatkan sarapan pagi, ya tapi gimana ? suamiku membuatku bangun tidur kesiangan." terocos Kenia.


"Baiklah, aku akan mandi dan kau pakai pakaianmu. Kita sarapan di balkon ya? atau kau mau ikut aku mandi lagi?" tawar Shaka.


Kenia menggeleng seketika.


" Dasar mesum!"


Shaka terkekeh melihat ekspresi sang istri yang memberenggut kesal.


***


Kini mereka berada di balkon kamar menikmati sarapan pagi yang tertunda.


"Terima kasih sayang." ucap Shaka mengulas senyum.


"Untuk apa?"


"Untuk semuanya! aku mencintaimu."


"Aku juga." aku Kenia menunduk malu.


"Ayo kita turun, nanti sore kita ke rumah mama Wina, kita menginap disana.


Kamu pasti merindukan mama." ucap Shaka kemudian.


"Benarkah?" tampak raut wajah Kenia berbinar, Shaka tau Kenia belum terbiasa jauh dari mamanya.


"Tentu, sekarang kita turun ya. Kita nikmati waktu bersama disini." ucap Shaka.


Shaka dan Kenia akhinya memutuskan untuk turun, bergabung bersama mereka, orang tua dan juga Sam yang sedang bersenda gurau diruang santai.


"Sepertinya sebentar lagi kita akan memiliki cucu ma." ucap papa Wira seraya melirik Shaka dan Kenia yang baru bergabung.


"Semoga ya pa, disegerakan! mama udah pengen banget gendong cucu." ucap mama Dina tersenyum.


"Moga-moga kakak ipar segera hamil." celetuk Sam.


"Semoga.." ucap Shaka dan Kenia serempak.

__ADS_1


__ADS_2