
Shaka mengambil benda pipih di saku jassnya, hari ini ia harus menghadiri pertemuan penting dengan klien. Dicarinya name kontak istrinya, memastikan bahwa ia akan pulang telat hari ini, mengingat ia berjanji dengan Kenia akan menikmati senja bersama.
Setelah menelpon istrinya, dan mengabari kepulangannya yang telat Shaka segera menemui Sam untuk menyiapkan rapat klien hari ini.
***
Dikamar Kenia melipat wajahnya lesu, jika kemarin-kemarin ia biasa saja dengan suaminya yang kekantor atau pula ng telat.
Entah kenapa hari ini ia kesal sekali.
Hey hey hey
kenapa aku ini, malah memikirkan kak Shaka..
tapi wajarkan , dia suamiku...
seharusnya memang seperti itu, sepertinya ada yang aneh dengan perasaanku. Aku harus bicara dengannya nanti..
Setelah cukup lama ia berdiam diri dikamar, pukul lima sore ia memutuskan untuk turun.
"Lebih baik aku masak aja ya didapur, dari pada nungguin suami gak pulang-pulang." gumam Kenia, ia berjalan menuruni tangga menuju dapur.
Didapur bi Ijah sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan ia masak untuk makan malam.
"Masak apa bik ?" tanya Kenia seraya menghampiri.
"Ini non, bibi juga bingung... apa yang non Kenia dan tuan Shaka suka." ujar bik Ijah.
"Biar aku aja yang masak bik, aku dan kak Shaka suka makanan biasa, bibik bantu siapkan aja." ujar kenia mengulas senyum.
"Baik non."
Kenia menyiapkan bumbu untuk memasak, hari ini ia akan menumis sayur dan membuat ayam goreng sambal untuk suaminya.
__ADS_1
Setelah lama ia dan bik Ijah berkutat didapur,akhirnya masakan untuk makan malamnya sudah siap.
Masakan sederhana tapi cukup sempurna rasanya bagi Kenia. Ia meletakkan hasil masakannya dimeja lalu menyiapkannya untuk makan malam. Belum sempat selesai Shaka sudah lebih dulu pulang masuk kedalam rumah membuat Kenia terperanjat, lantaran sedari tadi ia tak mendengar deru mobil.
"Sore sayang." Shaka mengulas senyum seraya memandang istrinya yang sibuk menata piring.
"hmm..." Kenia hanya berdehem membuat Shaka kembali menatapnya dengan dahi berlipat.
"Kenapa ?" tanya Shaka heran.
"Mandilah, setelah itu kita makan sama-sama."sahut kenia datar.
Pengen marah tapi gak punya alasan, kalo aku marah karena ia pulang telat itu konyol sekali kan ?
Sepertinya hatiku mulai sedikit eror...
" Baiklah, apa kau sudah mandi?" tanya Shaka.
"Tentu saja belum." sungut Kenia kesal.
Kenia mengekor dibelakang Shaka ketika suaminya mulai menaiki anak tangga.
Sampai dikamar Kenia menyiapkan pakaian untuk suaminya, menaruhnya diatas ranjang lalu berjalan ke kamar mandi menyiapkan air hangat.
"Sekarang mandilah." ujar Kenia lalu menunggu disofa.
"Mau mandi bareng?" tanya Shaka menggoda.
"Dasar mesum, cepat sana gantian."
"Siap nyonyaku."
Kenia beranjak kekamar mandi setelah Shaka selesai, dengan cepat tapi nggak kilat Kenia selesai dengan ritualnya.
__ADS_1
Dipakainya piyama tidur hotpantnya lalu mengajak suaminya turun untuk makan malam.
"Masakan bi Ijah enak ya." puji Shaka disela-sela makannya membuat Kenia memberenggut kesal.
"Kenapa Ken, ini enak banget kenapa kamu terus memasang muka cemberutmu, nanti cantiknya hilang." ucap Shaka setelah lebih sulu selesai dengan makanannya.
"Ini yang masak Ken." sungut Kenia.
"Benarkah ?" Netra Shaka berbinar tak menyangka masakan istrinya ternyata sungguh sempurna.
"Setelah ini ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Kenia melirik Shaka.
Setelah selesai makan Kenia mengajak Shaka duduk di kursi dekat kolam.
"Ada apa." tanya Shaka heran.
Ada perasaan senang sebenarnya ketika Kenia mengajaknya seperti ini.
"Aku minta kita tidak dulu ketemu kak Radit." ucap Kenia dingin.
"Kenapa, Radit kan sepupuku."
Dia juga dokter kita ?" tanya Shaka yang masih belum paham arah pembicaraan Kenia.
"Aku mau kita kasih kak Radit waktu, biar ia menyembuhkan luka dalam hatinya, aku juga ingin memastikan perasaanku. Jika aku masih terus bertemu dengannya aku tidak akan tau kearah mana perasaan ini berarah." jelas Kenia.Kini Shaka mendekat kearah wajahnya, menatap manik mata Kenia mencari-cari arti dari ucapan istrinya itu.
"Baiklah,aku paham maksudmu."ujar Shaka sendu.
"Sebentar lagi kak, aku hanya ingin memastikan perasaanku seperti apa."
"Maaf telah membuatmu berat dengan posisi seperti ini." ujar Shaka penuh sesal.
"Sudahlah, biarkan semuanya mengalir. Aku yakin ia akan baik-baik saja. Ia pasti bisa menemukan wanita yang baik." ucap Shaka kemudian.
__ADS_1
"Percayalah Ken, aku akan memenangkan hatimu sebentar lagi... hya sebentar lagi." batin Shaka kemudian