
Kenia mengerjap beberapa saat setelah bangun dari tidurnya,heran ketika menyadari kain kompres yang menempel di dahinya.
"Arghhhh kepalaku....." erang Kenia berusaha bangun.
Apa semalam aku demam ? apa kak Shaka yang merawat dan mengompresku..
ahh kenapa kepalaku sakit sekali seperti ini...
" hey kau baik-baik saja?" tanya Shaka ketika menyadari Kenia sudah bangun dari tidurnya.
"Kepalaku sakit sekali kak, sepetinya karena terlalu lama dikamar mandi kemarin." keluh Kenia lirih.
"Istirahatlah aku akan meminta Radit kesini memeriksamu " ucap Shaka kemudian.
"Ta..tapi kak ....." potong Kenia.
"Jangan difikirkan, nanti akan aku jelaskan sama papa mama" jawab shaka.
****
Shaka mengambil benda pipihnya, mencari name kontak Radit dan memanggilnya.
**Radit : Hallo ka, ada apa menelponku ???
Shaka: Bisa kerumah Kenia sekarang ?
Radit: Ta..tapi...
Shaka : Santailah aku yang memintamu kesini, Kenia sakit tolonglah !
Tutt**..
Telepon mati sebelum Radit menjawab.
***
Setelah menerima telpon dari Shaka Radit segera memacu mobilnya menuju rumah Kenia.
"Hmm.. Kenia sakit ? apa jangan-jangan... !
Ahh tidak-tidak, kenapa fikiranku menjadi kotor." gumam Radit seraya mengusap wajahnya kasar.
Butuh waktu setengah jam untuk sampai dirumah Kenia, kini Radit turun dari mobilnya dan bergegas masuk. Belum sempat sampai didepan pintu, Radit melihat didepan rumah Kenia ada Wina dan Edward orang tua Kenia sedang duduk bersantai diteras.
__ADS_1
" Astaga, apa yang harus aku lakukan?" Gumam Radit pelan.
**
"Permisi tante Om, bisakah saya bertemu Kenia dan Shaka ? tanya Radit sopan dengan mengulas senyum.
"Kamu Radit kan ? tanya Wina menyelidik.
"Iya benar tante" ucap Radit mencoba bersikap sebaik mungkin.
"Untuk apa kamu kesini, Kenia sudah menikah ! tidak pantas seorang laki-laki menemui mantannya yang sudah bersuami." ucap Edward dingin.
"Mohon maaf om, Shaka yang menelpon saya untuk datang kesini ! maaf jika membuat om dan tante merasa terganggu." ucap Radit sopan.
"Shaka... ? Dahi Wina mengernyit heran sedangkan Edward menatap Radit dengan sorot menyelidik.
**
Shaka yang menyadari ada perdebatan antara Radit dan kedua mertuanya memutuskan turun dan keluar.
"Maaf ma, pa ! Shaka yang meminta Radit kesini Kenia sedang kurang enak badan." ucap Shaka menjelaskan.
"Kenia sakit nak ? tanya Wina cemas.
"Bukan masalah besar ma, tenanglah ! biar Radit memeriksa Kenia dulu" ucap Shaka.
Shaka dan Radit berjalan beriringan memasuki rumah yang tak terlalu besar itu, dan disinilah mereka dikamar Kenia.
"Dit, coba kau periksa keadaan Kenia ! semalam ia demam " ucap Shaka.
"Apa kamu tidak masalah jika aku yang memeriksanya ? tanya Radit kurang yakin.
" Hey, kau fikir aku seposesif itu ! sungut Shaka.
"Yah mungkin belum untuk waktu dekat ini " ucap Radit seraya memeriksa keadaan Kenia.
"Suhu tubuhnya sudah normal,tensinya juga normal ! dia kelelahan yang menyebabkan kepalanya sedikit pusing " jelas Radit.
Shaka manggut-manggut mendengar penjelasan Radit. Sedangkan Kenia matanya mengerjap sesaat setelah sadar dari tidurnya.
"aarghhh...."pekik Kenia yang membuat Shaka dan Radit mendekat bersamaan.
"Ahh maaf kepalaku sedikit pusing kak, jangan khawatir ini hanya karena terlalu lama berendam " ucap Kenia seraya memegangi Kepalanya.
__ADS_1
"Apa Shaka membuatmu kelelahan, atau dia mengajakmu berendam berjam-jam ?" cerca Radit.
Kenia menatap Radit dan Shaka bergantian seolah meminta penjelasan.
"Singkirkan fikiran kotormu itu Dit, kau fikir mudah merayu istri yang masih mencintai mantannya" sinis Shaka.
"Apaan sih kak " protes Kenia kepada Shaka.
Radit mengangkat bahunya acuh, bukan karena ia sudah move on dari gadis kecilnya itu ! melainkan itulah caranya berpura-pura. Membiasakan diri menerima yang bukan menjadi takdirnya, meski dengan cara acuh sekalipun.
"Setidaknya aku lega, Shaka sangat mencintai Kenia dan aku cukup yakin Shaka akan menjaganya dengan baik" batin Radit.
Radit menulis aturan pada obat dan Vitamin untuk Kenia, setelah itu dirinya pamit undur diri mengingat ia harus segera kerumah sakit.
"Akan aku antar kau kedepan " ucap Shaka seraya mengekor dibelakang Radit.
Mereka berdua menuruni anak tangga beriringan.
Terlihat diruang tamu Edward menatap tak suka pada Radit. Sedangkan Wina memberondongi Shaka dengan pertanyaan perihal keadaan Kenia.
"Shaka, seharusnya kamu tak perlu terlalu dekat dengan lelaki ini ! tidak baik untuk pernikahanmu dengan Kenia" ucap Edward dingin.
"Tenanglah pa, Radit orang yang baik meskipun ia mantan Kenia dan aku yakin itu." ucap Shaka
"Saya minta maaf om, jika selama saya bersama Kenia saya terlalu pengecut menurut om ! tapi itu semua karena saya tau, Shaka akan menjaga Kenia dengan baik, saya tau shaka sangat mencintai Kenia begitu juga dengan perjodohan mereka ! maka dari itu selama ini saya menghindar " jelas Radit menunduk.
"Pa, Radit itu sepupu Shaka ! jadi ia tidak mungkin melukai saudaranya sendiri, bahkan Shaka merasa bersalah sama Radit " ucap Shaka.
"Sepupu ??? tanya Edward tak percaya.
"Jadi kalian sepupuan, dan ini...
kamu memanggil Radit untuk memeriksa Kenia ? tanya Edward.
"Iya pa, itu benar karena Radit dokter pribadi keluarga Admaja. Dan Shaka harap papa dan mama bisa menerima Radit, setidaknya sebagai saudara Shaka bukan mantan Kenia" jelas Shaka kepada mertuanya.
Wina mengulas senyum mendengar menantunya yang mampu bersikap dewasa sedangkan Edward manggut-manggut setuju.
"Baiklah, lupakan hubungan kalian dahulu dan mulailah hubungan persaudaraan kalian yang baru dengan baik" ucap Edward berdiri seraya menepuk pelan pundak Radit.
"Baik pak terima kasih " ucap Radit seraya berpamitan karena ia harus segera kerumah sakit.
"Hati-hati dijalan Dit." ucap pelan Shaka setelah mengantar Radit ke depan rumah mertuanya.
__ADS_1
Hallo readers... Author ucapkan terima kasih sudah mampir dikarya aku.... 💕
jangan lupa like komen dan Votenya ya😚