
Shaka turun dari mobil diikuti oleh Kenia, belum sempat masuk rumah, Dina sudah lebih dulu keluar menghambur memeluk menantunya itu.
"Sayang, mamamu bilang kamu sakit ? benarkah itu, kenapa tak istirahat disana dulu ini kan dah malem. " Ucap Dina seraya memeluk Kenia.
" Mama inget ! yang anak mama itu aku lo." sungut Shaka.
" Sudah ayo masuk, kasian Kenia" Ucap Dina kemudian.
"Kenia gapapa ma, malah tadi Kenia sama kak Shaka jalan-jalan dulu ! iya kan kak ?"
" Ehm iya ma hehe, cuma ke danau pinggiran bentar, oh ya papa mana ma ?"
"Papa lagi ngopi dibelakang sama Sam." jawab Dina.
"Anak itu, tumben gak keluar padahal kan Kamila pulang Ke Indo."gumam Shaka.
Dina mengajak Kenia masuk mengabaikan Shaka, dan membawa menantu kesayangannya ke ruang tamu.
"Gimana kabar mama Wina dan papamu sayang." ucap Dina yang kini duduk bersebelahan dengan Kenia.
"Baik ma, hanya saja kata kak Shaka mereka sempet kaget pas kemarin Ken sakit , Radit meriksa Kenia." ucap Kenia.
" Maafin mama ya, mama yang paksa Radit ninggalin kamu Kenia." ucap Dina menyesal.
"Mama bukannya egois, mama hanya ingin Shaka bahagia, sedari dulu Shaka gak pernah pacaran. Mama terlambat tau kalo gadis yang dicintai Shaka itu kamu, kalo mama tau dari awal sebelum kamu sama Radit mungkin nggak akan ada yang tersakiti." ucap Dina sedih.
__ADS_1
"Mama tau? Kak Radit orang yang paling tegar. Dia melepas Kenia dengan senyum, bahkan saat pernikahan kami dia terlihat baik-baik saja."ucap Kenia.
"Kenia berharap suatu saat kak Radit menemukan wanita yang jauh lebih baik dari Kenia, Kenia dan kak Radit memang nggak berjodoh ma."
"Terima kasih Ken, mama harap kamu dan Shaka selalu bahagia, dan jangan lupa ! cepat-cepat kasi mama cucu yang lucu." ucap Dina seraya menggenggam tangan menantunya.
" Mama ih, "
"Oh ya, kak Shaka mana ma ? aku fikir tadi ikut kita kesini."
" Dia tadi Ke kamar, memasukkan barang-barang yang tadi kalian bawa, ga tau sekarang dimana ! coba kamu susul."
"Baik ma, Kenia keatas dulu." ucap Kenia pamit.
" Iya, kalaupun gak ada dikamar istirahatlah nak. Kamu pasti lelah !"
Didalam kamar, Kenia mendapati suaminya terlelap dengan posisi tengkurap. Nafasnya teratur pertanda Shaka memang benar-benar tertidur pulas.
Kenia melepas sepatu dan jas milik Shaka, menggeser dengan berat supaya posisi tidurnya lebih nyaman.
"Astaga, beratnya suamiku ! padahal badannya enggak gede gini kok berat banget." keluh Kenia.
Kamu pasti lelah dari kemarin ngurusin aku yang sakit, maaf ya membuatmu kerepotan. Kenia
Kenia merebahkan diri disamping Shaka, pandangannya beralih pada wajah lelaki yang telah sah menjadi suaminya.
__ADS_1
Suamiku tampan....
Jemari Kenia terangkat menyusuri setiap inci wajah Shaka, tak bisa dipungkiri Kenia mulai mengagumi lelaki tersebut.
Perasaanku seperti ini saat bersamamu..
Aku tidak bisa mengartikannya, yang aku tau aku sebahagia ini walau hanya disisimu...
Lagi-lagi Kenia mengulas senyum, teringat saat ia berada diposisi Shaka saat ini, saat ia tidur dan Shaka diam-diam menciumnya, padahal Kenia masih memiliki kesadaran waktu itu walau terlelap.
Perlahan wajah Kenia mendekat, menghilangkan jarak antara dirinya dan Shaka, sekilas Kenia menempelkan bibirnya dengan bibir Shaka. Hanya sekilas ! membuat Shaka sontak membuka mata.
"Haaa.. "pekiknya kaget.
"Kau menciumku ya." tanya Shaka menyelidik.
"Em enggak itu... " Kenia gugup.
"Aku hanya menempelkannya." jawab Kenia seraya memalingkan pandangannya membuat Shaka tersenyum geli.
Berciuman memang bukan yang pertama kalinya untuk Kenia karena ciuman pertamanya telah diambil Radit, tapi bagi Kenia bersama Shaka pasti akan menciptakan adrenalin yang hebat.
"Sudah sini cium dulu." ucap Shaka tersenyum seraya menujuk-nunjuk bibirnya.
"Gak mau..!" sungut Kenia.
__ADS_1
" Ayolah Ken, hanya ciuman. Daripada kita sama-sama seperti maling, bukannya lebih baik kita melakukannya dengan sadar ! atau kau mau aku yang memulainya." goda Shaka.