
Selamat datang dua bayi mungil anugerah terindah dalam hidup kami..
Hadirmu adalah bagian serta bukti dari cinta kami, semoga kebahagiaan menemani langkah kami semua..
Shaka πππ Kenia
***
Hay malaikat kecilnya mama dan papa, selamat datang....
Maafkan papa sayang..
Papa janji, jika mama kalian sudah bangun..
Papa akan menyematkan nama yang indah untuk kalian, nama yang pasti akan kalian suka..
Cuma sekarang, mama masih tidur sayang,
Mama enggak marah kok sama kita, mama cuma kelelahan..
Doain mama kalian agar cepat bangun ya..
Shaka meletakkan kembali bayi mungilnya, tatapan matanya masih sendu.
Dina mengusap punggung Shaka.
"Sabar sayang, Ken pasti baik-baik saja, ia hanya butuh istirahat." Dina berusaha menenangkan putrany, meskipun sebenarnya ia juga sedih.
Ia tahu betapa sakitnya melahirkan, terlebih Kenia melahirkan anak kembar dengan normal, darahnya pun keluar banyak.
Ia hanya bisa berdoa untuk kebaikan menantunya.
Kamila pun sama, menatap sedih sahabat sekaligus kakak iparnya yang terbaring lemah menutup mata.
Sampai kapan? mungkin sampai rasa lelahnya hilang, berganti dengan rindu.
Rindu bertemu bayi kembarnya yang telah lahir dengan wajah lucu-lucu serta imut.
Sam memandang iba Shaka, wajahnya tampak acak-acakan, kurang tidur dan semakin kurus.
__ADS_1
Ia tak lagi memperdulikan diri, sebab cintanya sedang terbaring tak sadarkan diri, sudah tiga hari dan Kenia masih enggan membuka mata.
Sam menghampiri salah satu suster, ia ingin menanyakan keberadaan Radit.
"Sus, apa dokter Radit tidak ke rumah sakit hari ini?" tanya Sam.
"Maaf tuan, dokter Radit sudah tiga hari cuti,"
"Hah cuti???" Sam kaget, tiga hari Radit cuti.
Bukan karena apa, ia baru tahu kali ini.
Dulu ia selalu anti mengambil cuti, kebetulan macam apa ini.
"Ya udah sus, makasih."
Sam kemudian kembali bergabung dengan keluarganya di depan ruang rawat Kenia.
**
Shaka kembali melihat keadaan Kenia, ibu dari anak kembarnya itu masih pucat pasi dengan selang infus di tangannya.
"Hay little, lihat aku! Betapa duniaku hancur dengan kamu seperti ini, apa kamu tak ingin melihat bayi kembar kita?" Shaka menggenggam jemari Kenia, lalu menciumnya.
"Hey, sudah cukup istirahatnya, kita beri nama bayi kembar kita sama-sama, bangun sayang."
Shaka menyalakan ponselnya, melihat dimana ada foto Kenia disana.
"Lihat ini Ken, betapa aku rindu senyummu, ceriamu, ngambekmu, semua duniaku tentang kamu."
Ia memperlihatkan layar ponselnya pada Kenia yang masih terpejam.
Tangannya mengusap rambut Kenia.
"Karena aku mencintaimu, sayang bangunlah demi anak-anak kita, kumohon!"
Shaka semakin terisak, Sam mendekat kemudian menepuk pundak Shaka.
"Aku tahu, mungkin ini berat Ka. Kuatlah demi si kembar, dan berdoalah, aku yakin kakak ipar baik-baik saja, ia akan segera sadar." ucap Sam.
__ADS_1
"Radit mana, Sam? ia harus memeriksa Kenia."
Pinta Shaka memohon.
Takkan ada lagi kecemburuan, ia hanya ingin Kenia segera sadar.
"Maaf Ka, aku udah tanya ke suster. Dan Radit...."
"Radit kemana, suruh dia kesini, Sam."
"Sabar Ka, Radit cuti sudah tiga hari. Suster juga tak memberi info kenapa."
"Sialan!" umpat Shaka.
Ia berfikir Radit sengaja menghilang disaat seperti ini.
Shaka menjambak rambutnya, ia frustasi.
Kembali tatapannya kepada sang istri.
"Sayang bangun, please!"
Untuk kesekian kalinya ia merengek, agar istrinya cepat sadar.
*Apalah aku tanpa kamu, meski aku berusaha kuat untuk anak-anak kita..
Kamu adalah ibunya, kamu yang lebih tahu mereka...
Aku menunggumu, menunggu waktu dimana kita merawat dua bayi kembar kita sama-sama, membesarkan mereka dan mendidiknya bersama kamu, hanya kamu..
Please, bangun sayang...
Kita kasih nama anak-anak kita sama-sama..
Lihat senyumnya, jika bisa lihatlah senyumnya..
Mereka merinduimu untuk segera bertemu..
udah ya, like komen dan vote dulu pleaseeeeeeπππππ
πππ
__ADS_1
Diambang keputusasaan itu sakit, maju tak berarti, mundur sia-sia..
Beri aku semangat dengan jejakkmu, i miss youππ*