MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Istriku


__ADS_3

Kenia terbangun ketika telinganya menyadari suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


"Astaga, aku kesiangan." gumam Kenia


Selang beberapa detik dari Kenia bangun, Shaka keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya, menampilkan bagian tubuh atasnya yang sempurna nyaris tak ada yang cacat.


"Kau sudah bangun istriku." Tanyanya seraya mengulas senyum.


"Hm iya, kenapa tidak memakai baju ?" tanya Kenia seraya menutup mata.


"Aku fikir kau masih tidur, lagian aku tak masalah jika kau melihatnya. Kau akan terbiasa dengan hal seperti ini bukan."


"Kau menodai mata suciku kak ! ya sudah tunggu sebentar akan aku siapkan bajumu."


"Baiklah, terima kasih istriku."


Kenia beranjak dari tidurnya menuju lemari lalu membukanya, dengan cekatan Kenia memilih baju jas serta dasi yang cocok untuk Shaka.


"Pakailah ini." ucap Kenia seraya menyodorkan pakaian pilihannya.


"Kenapa harus warna itu Ken." Protes Shaka.


"Ini warna Navi, kau akan kelihatan tampan dan beda ! Aku tau itu, setiap hari kau memakai jas warna hitam, itu sangat membosankan meski aku tau kau selalu menggantinya."


"Baiklah, apapun kata istriku ! sekarang mandilah aku akan mengganti pakaianku disini."


"Tunggu beberapa menit, kita sarapan sama-sama okey." ucap Kenia seraya berlalu ke kamar mandi setelah sebelumnya mengambil baju gantinya.


Shaka mengulas senyum, hatinya sedikit lega mengingat Kenia mampu menerimanya.


Sebentar lagi Kenia, sebentar lagi aku akan memenangkan hatimu !


Shaka telah bersiap dengan setelan jassnya, hari ini ia mulai sibuk ke kantor. Meskipun pimpinan tertinggi perusahaan masih dibawah kendali papanya, Shaka tetap punya tanggung jawab di kantor. Begitu juga dengan Sam, semua itu Wira lakukan semata jika kelak dirinya sudah tak lagi memimpin perusahaan, setidaknya Shaka dan Sam sudah terlatih menjadi pimpinan yang baik dan bertanggung jawab.


"Ceklek" suara pintu kamar mandi terbuka. Kenia keluar dengan tampilan dress softnya. Rambutnya yan sedikit basah ia biarkan tergerai.


"Sudah selesai ?" tanya Shaka.


"Biar aku keringkan rambutmu." ucapnya lagi.

__ADS_1


Kenia mengulas senyum, perlakuan Shaka padanya sungguh sangat manis.


Kenia menyerahkan hair dryer pada Shaka lalu duduk didepan cermin riasnya.


Memoles ringan wajahnya lalu beralih pada bibirnya yang membuat Shaka terheran.


"Sudah selesai." ucap Shaka seraya meletakkan hair dryernya.


"Terima kasih Suamiku" Kenia tersenyum manis seraya berdiri.


"Ayo kita sarapan." ucapnya lagi.


"Tunggu Ken !! untuk apa kau bersandan seperti ini." tatapan Shaka menyelidik.


Dan lagi Kenia hanya mengulas senyum.


" Yang pertama...


tentu untuk suamiku, aku harus mengantarkannya sampai depan rumah saat ia berangkat kerja." jelas Kenia.


"Dan wajah cantikku ini, ahh aku yakin sekali akan membuatnya semangat." Bisiknya lagi.


Benarkah, ya Tuhan jika ini mimpi buang aku kerawa rawa. Shaka


"Ahh, lupakan ! aku hanya bercanda." ucap Kenia terkekeh membuat Shaka memberengut seketika.


"Utututu....


kok jadi cembeyut gini cihh.... " Ucap Kenia dengan mimik wajah gemesnya.


"Suka-suka, siapa suruh habis membuatku terbang lalu menjatuhkanku seketika ! kan Sakit Ken."


"Maafkan istrimu yang cantik ini sayang, baiklah ayo turun kita sarapan."


"Hm..."


***


Kenia dan Shaka berjalan menuruni anak tangga menuju meja makan dimana disan sudah ada Wira Dina dan juga Sam.

__ADS_1


"Pagi Ma pa Sam, maaf membuat kalian menunggu lama." sapa Kenia dan Shaka bersamaan.


"Kita makhlum kan ya ma pa, pengantin baru pastinya sangat lelah." ucap Sam.


Dina terkekeh dengan jawaban Sam tepat seperti yang ia fikirkan.


"Jangan terlalu membuat Kenia lelah Ka, kemarin kan habis sakit." goda Dina pada Shaka.


"Sudah-sudah ayo kita sarapan." ucap Wira menengahi.


Setelah Kenia menyiapkan sandwich untuk Shaka dan juga dirinya, merekapun mulai sarapan dalam hening. Hingga tiba waktu ketiga laki-laki tersebut beranjak dari kursinya.


"Papa berangkat ke kantor dulu ma." ucap Wira pada istrinya disusul Shaka dan juga Sam.


"Iya pa, kalian berangkat bareng ?" tanya Dina pada suaminya. Kini tatapannya beralih pada Shaka dan juga Sam.


"Aku sama Sam ma, kalo papa sama supir. Iyakan Sam ?" jawab Shaka.


"Eh iya ma."


"Ken nganter kak Shaka ke depan dulu ya ma."


"Iya sayang."


Kenia berjalan keluar bersama Shaka, sedangkan Sam dan papanya sudah lebih dulu menunggu di mobil.


"ehm... kak Shaka ?"


"Iya sayang, ada apa?" tanya Shaka.


"Bolehkah aku keluar sama Kamila, aku rindu sekali sama dia. Sejak kemarin aku belum berjumpa lagi dengannya." Ucap Kenia menunduk.


"Tentu boleh sayang, tapi kau harus izin dulu sama Sam ya."


Kenia mendongkak "Kenapa begitu ?"


"Kamila kan sahabat baikku, lagipula tanpa meminta, Sam pasti mengizinkan." sungut Kenia.


"Baiklah, terserah kau saja ! mau kemana yang penting jangan lupa mengabariku. Aku berangkat ya Ken, Sam sudah nunggu." ucap Shaka seraya mengecup kening istrinya itu.

__ADS_1


"Hati-hati kak dan semangat." Kenia mengulas senyum lalu melambaikan tangannya ketika Shaka sudah beranjak pergi.


"Siap istriku."


__ADS_2