
Pagi-pagi sekali Shaka berangkat ke kantor, ia harus berangkat pagi karena ada kendala proyek yang ditanganinya.
Hari ini rencananya ia akan ke kantor bentar lalu pergi lagi memantau ulang proyeknya.
Kenia yang merasa terabaikan, uring-uringan taj jelas, mungkin karena hormon kehamilannya.
"Bi, bi Ijah." Panggil Kenia.
"Iya Non, ada apa?" Bi Ijah menghampiri Nona mudanya.
"Tadi kak Shaka nggak sarapan ya, aduh bi kenapa di biarin langsung pergi."
"Tadi Tuan muda buru-buru non, maafkan bibi."
Bi Ijah menunduk.
"Ya sudah bi, aku mau nusulin kak Shaka. Dia enggak ada bilang pergi ke mana, bahkan pamitnya aja teriak-teriak."
Kenia memutuskan menyusul Shaka ke kantor, mungkin agak siang sembari menyiapkan makan siang untuk suami tercintanya.
"Bik, aku mau masak buat makan siang kak Shaka. Emhht enaknya masak apa ya bik." Kenia tampak berfikir keras.
"Ada aja Non, kan apapun yang non Kenia masak sudah pasti Tuan Shaka menyukainya, saking cintanya sama Non Kenia."
"Hilih, bibi bisa aja. Iya sih bi, kak Shaka emang gitu. Yaudah aku masak dulu bik." Kenia pamit ke dapur, namun ia menolak bantuan bi Ijah, karena bi Ijah harus beberes rumah.
Satu jam sudah Kenia berkutat di dapur, akhirnya selesai juga memasak.
Ia kini mulai bersiap-siap, setelah mengganti pakaiannya ia kembali turun dan menyiapkan bekal.
Kenia pergi ke Kantor Shaka ditemani Alan, supir sekaligus bodyguard yang Shaka khususkan untuk melindungi Kenia.
Sampai di loby kantor, ia langsung masuk.
"Nona muda," Sapa salah satu resepsionis yang bernama Hannah.
"Hay Hannah, Tuan Shaka ada ?"
__ADS_1
Kenia memang sudah akrab dengan Hannah. Gadis cantik yang sudah Kenia anggap sebagai teman.
"Tuan Shaka pergi satu jam yang lalu bersama Ara, Nona." Hannah terlihat cemas.
"Ara?" Ulang Kenia tak percaya.
Hannah membawa Kenia ke tempat yang lebih sepi,
"Iya Nona, maafkan saya. Tapi saya harus jujur sama Nona muda. Kalau Ara itu suka sekali cari-cari kesempatan bareng Tuan Shaka."
"Makasih Hannah, sudah memberi tahuku. Ini nomor ponselku. Kamu awasi gerak gerik Ara."
"Baik Nona muda."
"Kalo begitu, aku tunggu di ruangan Shaka saja ya. Baee Hannah."
Kenia memutuskan untuk naik ke lantai atas dimana ruangan Shaka berada.
Tampak sepi karena Suaminya sedang berada di luar. Keni meletakkan bekal diatas meja. Lalu memutuskan untuk menunggu Shaka di kamar sembari menonton drama korea kesukaannya.
Kali ini ia menonton drama yang mampu mengaduk-aduk emosi jiwa emak-emak karena isinya paket lengkap.
"Oppa, jika anakku laki-laki pasti setampan dirimu." ucap Kenia sembari menonton Logan lee yang begitu tamvan mempesonah.
Baru sebentar Kenia menghalu, ia mendengar seseorang masuk ke dalam ruangan Shaka.
Ara masuk mengekori Shaka, Namun suami Kenia itu cuek sekali.
"Pak, nanti makan siang bareng yuk? Aku tau restorant enak dekat-dekat sini, jamin nagih deh." ujar Ara.
"Aku sibuk Ra, jangan ganggu."
"Ayolah pak, Mbak Kenia juga gak bakalan tau kalo pak Shaka makan siang sama aku."
"Ara, jaga batasan kamu!" bentak Shaka.
"Baik, tapi ingat ya pak. Saya nggak akan berhenti disini." ujarnya melangkah pergi.
__ADS_1
Shaka mengusap wajahnya kasar, kalo bukan karena permintaan papanya agar mengurus proyek bareng Ara. Ia tak sudi dekat-dekat dengan wanita ular itu.
Tiba-tiba pandangan Shaka fokus pada kotak bekal di depan meja nya.
Senyumnya seketika mengembang mengingat kotak bekal itu tak asing baginya.
"Sayang, little Kenia." panggil Shaka mendekat ke arah kamar.
Namun Kenia hanya menatap suaminya itu dengan ekspresi datar.
"Paan senyum gitu, senengkan habis pergi sama ular berbisa." cibir Kenia.
"Amit-amit." umpatnya lagi sembari mengelus perutnya.
"Ular???"
"Iya ular, tuhh wanita ular."
" Ya ampun sayang, itu wanita yang deketin aku terus. Aku juga enggak respon ini."
" Taulah, dah tau aku nggak suka kamu deket-deket dia." Kenia memalingkan wajah marah.
"Hilih, kan aku sama dia juga permintaan papa little, aku nggak bisa nolak."
"Jangan marah Kenia sayang." ulangnya lagi.
Kenia semakin mengerucutkan bibirnya.
"Tuuuu ular pengen tak hiiihhh pake air seember biar sadar, gangguin laki orang mulu."
"Udah-udah kan aku sayng nya cuma sama kamu Kenia." Bisik Shaka sembari merengkuh istrinya.
Cuppp! kecupan singkat Shaka daratkan di bibir mungil Kenia, membuat istrinya seketika bersemu merah.
"Ayo makan, aku dah masakin kamu lho sayang."
"Hmmm, kamu memang terbaik dan selalu bisa memanjakanku Kenia." puji Shaka.
__ADS_1
Kenia mengulas senyum.