MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Kantor Shaka


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Kenia sudah bagun dari tidurnya, jam dinakas masih menunjukkan pukul setengah lima, bahkan suaminya masih terlelap begitu pulas.Jika biasanya ia bangun jam 6, hari ini ia bangun lebih awal.


Setelah membasuh muka dan merapikan rambutnya, Kenia bergegas turun ke lantai bawah dimana letak dapur berada.


Disana sudah ada Bi Ijah yang sedang menyiapkan masakan untuk sarapan nanti.


"Lho non, kok sudah bangun? ada yang bisa bibi bantu ?" tanya bi Ijah kalo-kalo Nona mudanya membutuhkan sesuatu.


"Tidak bik, aku hanya mau memasak untuk sarapan." entah Kenapa aku bosan jika sarapan dengan Roti." Keluh Kenia.


"Biar bibi yang masak non, non Kenia istirahat saja."


"Tidak bik, biar aku saja." Bibi bantu mengupas dan memotongnya saja."


"Baiklah non."


***


Di kamar Shaka kebingungan melihat istrinya sudah tidak ada disampingnya.


Disibakkan selimut tebal yang membalut tubuhnya, lalu ia bergegas ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah selesai mandi, ia mengambil pakaian formalnya lalu bersiap untuk turun kebawah.


Aroma masakan lezat menusuk hidungnya membuat ia melangkahkan kaki kedapur tepat dimana istrinya berada.


Kurang lebih satu jam Kenia berkutat didapur bersama bi Ijah, setelah selesai dengan kegiatannya. Kenia hendak menyiapkan sarapan paginya dimeja makan.


Langkahnya terhenti ketika melihat suaminya menghampirinya dengan tampilannya yang sudah rapi.


"Pagi sayang." sapa Kenia mengulas senyum.


"Pagi istriku, sepagi ini kau tak membangunkanku." ucap Shaka seraya meraih pinggang Kenia dan mencium keningnya.


"Akh..aku belum mandi, tunggu sebentar aku akan mandi dan mememanimu sarapan." Kenia mencoba melepaskan diri, mengingat bangun tidur tadi ia belum mandi.Sungguh wajahnya kini bersemu merah karena malu.


"Baiklah, mandilah lebih dulu. Aku akan menunggumu, hari ini aku akan mengajakmu kekantor karena jadwalku tak terlalu padat, bersiaplah." ucap Shaka kemudian.


Wajah Kenia kembali berbinar saat tau Shaka akan mengajaknya ke kantor,sungguh ia jenuh jika harus melulu dirumah meski ada bi Ijah yang menemani.

__ADS_1


"Oke sayang tunggu lima belas menit lagi."


Benar saja lima belas menit kemudian Kenia sudah menuruni tangga menuju meja makan dimana Shaka menunggunya.



Shaka terperangah melihat wajah istrinya, Kenia memang selalu cantik meski hanya dengan polesan natural diwajahnya.


Shaka mengulum senyum, matanya tanpa berkedip menatap wajah istrinya.


Sungguh nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan Shaka...


istri cantik berhati baik pandai masak dan menurut dengan suami...


Tidak salah kan jika aku mencintainya..


" Hei, kak kenapa bengong. Ayo sarapan."


"Maaf ya aku masak lauk hari ini, aku pikir akan sangat membosankan jika terus sarapan roti. Tapi jika kau tak mau, aku bisa menyiapkannya untukmu." ujar Kenia.


"Tidak perlu, aku sangat menyukainya.


Aku juga sangat bosan terus sarapan dengan roti, begini saja tiap hari pasti berat badanku akan naik karena bahagia punya istri pandai masak."


Kenia menyiapkan sarapan untuk Shaka dan juga dirinya, mereka makan dalam diam meski sesekali Kenia melirik Shaka takut jika ternyata suaminya itu tidak menyukai masakan yang ia buat.


Setelah selesai dengan sarapan paginya, Shaka mengulas senyum.


" Masakanmu luar biasa sayang." puji Shaka.


"Aku akan setiap hari memasak untukmu." Ucap Kenia dengan senyum manisnya.


Sekarang ikut aku kekantor ya, aku tau kamu jenuh dirumah. Lagi pula aku harus mengenalkanmu Keseluruh karyawan kantor kan." ucap Shaka seraya menggenggam tangan Kenia.


Mereka memasuki mobil dan melaju meninggalkan rumah, setelah sebelumnya memberi tau Toni satpam rumahnya, jika nona mudanya akan ikut ke kantor.


***


Sampai didepan gedung menjulang tinggi Admaja Group, Shaka melangkah masuk bersama Kenia, tangannya masih setia menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


Wira yang melihat anaknya datang bersama istrinya mengulas senyum, betapa bahagianya laki-laki paruh baya itu ketika melihat kemesraan anaknya.


Harapannya memiliki cucu akan semakin dekat.


Bisik-bisik karyawan terdengar saat Kenia berjalan bersama Shaka, membuat wanita yang menjadi istri tuan muda Admaja Group itu merasa risih.


"Liat itu wanita yang bersama boss."


"Iya wanita biasa gak ada anggun-anggunnya, masih cocokkan sama Ara."


"Dah lah gak usah ghibahin pak boss, dipecat tau rasa."


Dan masih banyak lagi obrolan-obrolan yang mengusik kenyamanan Kenia meski dari jauh mereka menunduk hormat saat Shaka dan Kenia lewat.


Sampailah mereka diruangan Shaka, ruang kerja yang luas dengan desain maskulin.Terdapat pula kamar istirahat di sebelah pojok dan juga sofa besar disisi meja kerjanya. sungguh Kenia dibuat terpesona dengan ruang kerja Shaka yang sangat nyaman itu.


"Duduklah disofa, atau jika kau mau kau bisa menonton film dikamar itu." ucap Shaka mengulas senyum.


"Baiklah aku akan menonton film saja." ujar Kenia lalu beranjak menuju kamar.


Dikamar Kenia memilih menonton drakor kesukaannya, bukan hal yang sulit bagi Shaka untuk memenuhi keinginan istrinya.


"Tok.. tok.. tok..


Ara mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan Shaka.


"Masuk." ucap Shaka dingin.


"Ini laporan yang bapak minta kemarin." ucap Ara dengan senyum menggoda.


Shaka hanya cuek menanggapinya, diraihnya map itu dan menyuruh Ara kembali keruangannya.


"Sayang, apa kau punya camilan." teriak Kenia dari dalam.


Belum sempat Ara pergi, ia mendengar suara wanita diruangan boss kesayanganya itu.


"Siapa itu pak." tanya Ara terkejut dengan mata menyelidik.


"Bukan urusanmu." ucap Shaka dingin.

__ADS_1


Ara keluar dari ruangan Shaka dengan muka kesal, lantaran ia gagal lagi menggoda pak bossnya. Malah bosnya itu membawa wanita keruangannya.


"Siapa sih wanita itu, berani sekali menggoda bosd kesayanganku. Sampai ada diruang kerjanya lagi. Dasar ****** ! umpat Ara kesal.


__ADS_2