
Malam ini masalah di villa sudah clear, Shaka pun sudah menambah pengamanan di villa ini berkat rekomendasi dari Keno. Ia menemukan satpam baru pengganti Rio yang bisa dipercaya. Mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta besoknya.
"Kamu tak ingin memeriksa ke dokter obgyn dulu sayang sebelum pulang?" tanya Shaka yang duduk diatas ranjang.
Kenia merebahkan diri, menghela nafas sejenak.
"Nanti aja, aku ingin pulang dulu." ujar Kenia dengan pandangan menatap langit-langit kamar.
Shaka mengulas senyum, lalu ikut merebahkan diri di samping istrinya.
"Aku akan menghubungi Radit, aku yakin dia tau dokter obgyn terbaik di rumah sakitnya." ujar Shaka.
Kenia mengubah posisi menjadi miring, menatap suaminya dalam-dalam.
" Memang kamu nggak keberatan aku bertemu dengan Radit nantinya? nanti salah paham lagi, cemburu lagi." terocos Kenia.
Memang sudah lama Kenia tidak bertemu dengan Radit, selain tak ingin membuat Shaka marah. Ia juga masih merasa bersalah meski Kenia tahu Radit sekarang sudah move on.
"Stttttt.... Aku tahu, aku pernah salah paham. Mulai sekarang aku janji akan memperbaiki hubungan kita dengan Radit, lagi pula dia sepupuku satu-satunya. Aku tak ingin hubungan persaudaraan kita jauh."
"Beneran? janji." tanya Kenia, ia memang berharap semua kembali seperti awal, sama seperti sebelum ia hadir di keluarga Admaja.
" Iya aku janji," bisik Shaka namun bibirnya kini mulai nakal.
" Kamu selalu begitu." ucap Kenia kegelian.
Shaka terkekeh, " Tapi kamu suka kan?"
"Ishhh dasar, mesum!"
"Sekali ya." bujuk Shaka.
Kenia menggeleng, " Aku lelah, besok lagi ya."
"Baiklah, karena aku suami yang baik, tampan dan sayang istri. Aku tak akan memaksa."
Kenia mengulas senyum, " Kamu memang terbaik sayang."
Cupppp! Kenia mencium bibir Shaka sekilas, namun secepat kilat ia memundurkan tubuhnya.
"Kau menggodaku little, rasakan ini." Shaka menggelitik Kenia membuat istrinya itu tak tadi tidur.
__ADS_1
"Sudah cukup sayang, huffttt... Kamu menang!"
"Ayo tidur." ajak Shaka dengan senyum manis.
"Aishhh, dari tadi aku mau tidur. Tapi kamu terus saja menggangguku." Gerutu Kenia.
"kali ini enggak, aku janji." ujar Shaka.
Kenia menarik selimut sebatas dada, kemudian mulai memejamkan mata.
"Kau tak ingin tidur dengan memelukku little?" Shaka menepuk-nepuk dadanya, berharap istrinya mendekat dalam pelukannya.
"Hmmm," Kenia hanya berdehem.
Baiklah, akhirnya Shaka menyerah. Nanti jika sudah larut Kenia akan memeluknya dengan sendirinya.
Ia pun ikut memejamkan matanya, menjemput mimpi-mimpi yang indah.
Pagi hari di villa Admaja...
BI Mirna yang baru datang saat matahari sudah tampak pun kaget saat Keno memintanya membuatkan sarapan untuk Tuan muda.
Keno menceritakan secara detail kejadian kemarin membuat Bu Mirna syok dan kaget jika Rio seberani itu berurusan dengan Tuan muda.
jadi aku punya sedikit waktu untuk menyiapkan roti panggang dan susu untuk sarapan...
BI Mirna masih sibuk berkutat di dapur, beberapa menit kemudian ia sudah selesai menyiapkan sarapan di meja.
Shaka dan Kenia turun dengan wajah lebih dress sehabis mandi, Tak lupa membawa koper mereka turun.
"Pagi bik, habis sarapan kami akan pulang ke Jakarta." ucap Kenia mengulas senyum.
"Beneran pulang kan non, Tuan. Maafkan bubuk yang tak menahu kejadian di villa tadi malam Tuan, non Kenia." ucap bi Mirna menunduk.
" Tak apa bik, tolong panggilkan Sam dan Kamila di kamar ya untuk sarapan bersama." titah Shaka.
BI Mirna mengangguk kemudian memanggil Sam dan Kamila di kamar.
Selang beberapa menit, mereka keluar.
Sam dan Kamila juga sudah bersiap untuk pulang hari ini.
__ADS_1
" Biar kopernya saya siapkan ke mobil Tuan."
"Mereka mengangguk, " Iya bik. Makasih ya." ujar Kenia dan Kamila bersamaan.
Mereka pun menikmati sarapan bersama.
"Ahh aku sudah tak sabar untuk pulang." pekik Kamila.
" sama aku juga, emmm ngomong- ngomong aku pasti bakalan kangen roti panggang buatan bik Mirna. Ini mirip seperti buatan...." Kenia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Buatan siapa sayang?" Shaka bertanya.
"Itu, teman." ujar Kenia, tidak mungkin juga ia bilang ke Shaka roti panggang buatan bik Mirna mengingatkannya sama Radit.
Begitu selesai, mereka bersiap untuk kembali hari ini.
***
"Ken, bawa mobil ya, Anter kita ke bandara." titah Shaka.
"Baik Tuan." Keno mengangguk, untung saja mobilnya muat banyak. Jika tidak ia harus dua kali balik menjemput.
Keno mengemudikan mobilnya, setengah jam ia harus sampai di bandara karena satu jam lagi pesawat akan terbang.
Begitu sampai, mereka turun.
"Ken, bawa mobilnya pulang." titah Shaka.
"Siap tuan muda." ujar Keno kemudian berlalu.
***
Dan disinilah mereka, di dalam pesawat yang sebentar lagi akan mendarat di Jakarta.
Shaka sudah mengutus dua sopir untuk menjemputnya di bandara, ia akan pulang ke rumahnya sendiri, sementara satu sopir akan mengantar Sam dan Kamila ke rumah utama.
Akhirnya mereka sudah sampai di Jakarta, ada perasaan senang sekaligus rindu di hati Kenia.
Senang akhirnya kembali, rindu dengan semua. Mama Wina, papa Ed, mama Dina dan papa Wira juga rindu rumahnya.
"Kita pulang ke rumah kita little." ujar Shaka.
__ADS_1
Kenia mengangguk senyum, sepertinya ia butuh suasana tenang dan istirahat cukup.
"Akhirnya pulang juga." pekiknya kala mobil berhenti di halaman rumahnya dan Shaka.