
Shaka melajukan mobilnya menuju Villa Admaja begitu sampai, Keno terperangah mendapati mobil yang berhenti di depan gerbang dan membunyikan klaksonnya
Tinnnnn!!!!
Keno gugup lantaran Tuan muda Admaja kembali ke villa. Ia fikir mereka sudah terbang ke Jakarta tadi pagi.
"Mati aku Tuan muda kembali, bisa marah besar kalo tau villanya dipakai buat party." Keno gemetar sendiri, meski dari awal ia tak ingin terlibat atas apa yang di lakukan Rio.
Tak ingin Tuan mudanya semakin murka, ia segera berlari membukakan gerbang agar mobil bisa masuk ke halaman villa.
Shaka, Sam, Kenia dan Kamila turun dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Membuat bulu kudu Keno meremang, yang pasti bukan horor. Tapi akan ada perang dunia.
"Ah..anu tuan, itu... eh."
Keno makin gak karuan, mau menjelaskan rasanya susah sepertinya tenggorokannya bermasalah tiba-tiba.
"Saya sudah tahu." ucap Shaka dingin tanpa ekspresi dan melewati Keno begitu saja disusul Sam dan para istri.
Keno menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung harus bersikap gimana.
Bruakkkkk!
Pintu terbuka membuat Rio yang sedang asik berciuman terperanjat kaget.
Namun temannya masih bersikap tenang, bahkan cenderung tak takut dengan kehadiran pemilik villa ini.
" Dasar gada akhlak kalian, berani mengotori villaku bersama perempuan-perempuan j*l*Ng itu." geram Shaka tersulut emosi melihat Rio dan rekannya sedang asik berciuman dengan wanita murahan di villanya.
Dua wanita itu kemudian melarikan diri, Shaka tak peduli.
Rio yang tadinya kaget kini terkekeh,
Sepertinya ia bukan takut melainkan hanya kaget jika Shaka akan tahu kelakuannya jauh lebih awal dari rencananya.
Sam mengepalkan tangannya hendak mengajar Rio, namun Kamila dan Kenia menahannya.
__ADS_1
"Katakan apa tujuanmu." ucap Shaka dingin.
"Aku?" Rio menunjuk dirinya sendiri dengan tawa jahat.
Rio membenarkan posisinya menjadi duduk, kemudian dengan santainya menyalakan rokok dan menyesapnya di depan Shaka.
"Aku hanya ingin menikmati villa ini untuk bersenang- senang, bukan begitu Dimas?" ucap Rio melirik rekannya.
Dimas sontak membuka kaca matanya menampilkan ekspresi dinginnya.
"Masih ingat denganku?" pertanyaan itu bukan tertuju pada Shaka melainkan pada Kamila.
Kamila menutup mulutnya tak percaya, bagaimana bisa orang yang dulu mengganggunya di luar negeri mengetahui keberadaannya di keluarga Admaja dan tahu jika ia bulanmadu di Bali.
Sam langsung maju dan meninju hidung Dimas.
"Beraninya kau mengusik wanitaku,hmmm?" ia terus memukuli Dimas dengan tangannya yang mengepal emosi.
"Tahan emosimu Sam." Shaka menghentikan Sam agar berhenti memukuli Dimas.
Keno masuk dengan tergopoh- gopoh.
" Sudah ku bilang amankan villa. Mengapa kau biarkan mereka masuk."
Keno menghempas tangan Rio keras, " Aku juga sudah bilang, jangan libatkan aku.
Karena sudah pasti aku berada di pihak Tuan muda."
"Dasar satpam gak ada akhlak, bukannya minta maaf karena salah tapi malah ngelunjak. Kau sepertinya sudah bosan bernafas lega."
Shaka masih bersikap santai menghadapi mereka.
"Sayang kendalikan dirimu." ucap Kenia.
Hanya dengan dua kali pukulan Rio sudah ambruk, dan Shaka sudah menduga.
"Sialan Lo Shak, tunggu pembalasan gue." ucap Rio memegangi bibirnya yang berdarah.
__ADS_1
"Ayo Dim cabut." ujar Rio melangkah pergi.
"Kenapa dibiarin pergi sih, orang itu bahaya." ujar Kamila.
" Sudahlah Mil, dia hanya satpam. Nggak usah berlebihan, toh mereka juga udah pergi dengan babak belur." ucap Kenia.
"Saya gimana tuan." ucap Keno menunduk takut.
" Kamu tetap bekerja disini. ucap dingin Shaka dan diangguki oleh Keno. Ia pun permisi untuk kembali ke post jaga.
Sejenak mereka duduk di sofa, berbeda dengan Kamila. Sejak ia melihat Dimas tadi raut wajahnya berubah cemas.
" Siapa laki-laki tadi Mil." tanya Shaka.
" Dia orang yang ngejar- ngejar aku waktu di luar, dulu dia menghalalkan segala cara. Untung saja aku sudah tak kembali ke luar negeri. Tapi aku nggak nyangka dia bisa menemukanku." jawab Kamila.
" Itu artinya orang itu yang harus diwaspadai. Siapa tadi namanya?" Kenia tampak berfikir sejenak mengingat- ingat.
" Dimas." jawab Sam.
" Oh iya itu." ujar Kenia.
"Sam, cari tahu orang itu. Kita lihat apa yang akan mereka rencanakan. Aku masih tak begitu yakin mereka hanya menggunakan villa ini untuk bersenang- senang. Pasti ada sesuatu." pikir Shaka.
" Baik Ka, kasih aku waktu sampai besok pagi untuk mencari tahunya."
Dari awal Sam sudah melihat Rio bukan orang yang baik. Meski Shaka, Kamila dan Kenia menampik itu.
Namun tak disangka, ada satu lagi ancaman untuk dia dan Kamila yaitu Dimas.
"Kita nggak balik ke villa sewa kan?" tanya Kamila.
" Enggak lah dodol, kan masalah udah clear." sahut Kenia.
" Koper kita gimana ??"
"Aissshhh hon, masih aja mikirin koper. Nanti aku suruh orang nganter kesini." ucap Sam.
__ADS_1
" Kalo begitu aku dan istriku akan ke kamar, Sam kau suruh orang urus kopernya." Shaka menarik pinggang istrinya dan mengajaknya ke atas.
" Ayo kita juga tidur hon." bisik Sam membuat Kamila seketika mencebik.