
Kini tibalah hari dimana Sam dan Kamila akan melangsungkan pernikahan. Pernikahan digelar di Kediaman Admaja, itulah permintaan Sam.
Kenia tengah bersiap, begitu juga Shaka dan juga Dina dan Wira yang sedari kemarin sudah heboh, mereka harus memastikan semua berjalan dengan sempurna.
Kamila memandangi diri di depan cermin, sesekali melihat dirinya yang kini telah berbalut cantik gaun pengantin.
Kenia tersenyum memandangi sahabatnya, sungguh indahnya sebuah pernikahan ketika kita menjalaninya dengan hati yang saling cinta.
"Kau cantik Mil, dan kau beruntung menikah dengan keadaan saling mencintai."ucap Kenia mengulas senyum.
Bukan iri, mungkin kala itu memang sudah nasib Kenia memulainya dengan keterpaksaan, nyatanya cinta suka sekali datang terlambat.
Di ruangan lain, Shaka tengah menemani Sam yang juga sedang bersiap.
Biar bagaimanapun juga ia harus tetap mendampingi Sam yang sedari tadi merasakan gugup.
"Apakah segugup ini Ka, apakah mau menikah rasanya seperti ini." Sam memegangi erat dadanya, merasakan hatinya berdebar-debar.
Shaka terkekeh, " Payah kau baru mau mulai aja udah kringet dingin gitu, gimana nanti malem mau perangnya." cibir Shaka menggoda.
Sam memerah seketika, " Aku bahkan belum memikirkannya."
"Yang penting jangan gugup, yakin dan fokus. Semua akan berjalan lancar." Shaka menepuk pelan pundak Sam, menyalurkan semangat agar adiknya itu tak lagi merasakan gugup.
Kamila keluar ruangan didampingi Kenia, begitu juga Sam yang di dampingi oleh Shaka, hingga tibalah Sam dan Kamila berada di halaman tempat akad dimulai.
Selesai acara akad, mereka melanjutkan acara selanjutnya menyambut tamu di resepsi siang hari yang dihadiri oleh kolega-kolega bisnis Admaja group.
Shaka mengukir senyum sebelum akhirnya menggenggam erat tangan sang istri yang menatap haru pada Sam dan Kamila.
"Perlukah kita mengulangi pernikahan kita yang dulu sayang? aku tau momen pernikahan kita tak semengharukan mereka." ucap Shaka menatap lekat Kenia.
__ADS_1
Kenia mencebik kesal lalu mengerucutkan bibirnya, membuat Shaka semakin gemas.
"Memangnya untuk apa?" tanya Kenia.
"Mengulanginya, bukankah dulu kau belum mencintaiku. Ck! kau juga lupa, memeluk Radit di depanku." ucap Shaka, sejujurnya ia hanya ingin menggoda Kenia.
"Ohh itu, aku bahkan sudah lupa hehe." Kenia nyengir kuda.
"Ahh baiklah, ayo kita makan. Kita harus menikmati pesta ini bukan." ucap Shaka menggandeng tangan Kenia, mengajaknya ke tempat dimana banyak hidangan makanan disana.
Shaka mengajak Kenia makan lebih dulu sebelum akhirnya mereka istirahat untuk acara nanti malam, undangan khusus kerabat dan sahabat dekat pengantin.
"Kau tidak menemani papa menyambut tamu, biar bagaimanapun rekan bisnis kalian berkumpul disini." tanya Kenia.
"Nanti aku akan menyusul papa dan Sam, sekarang Kau makan dulu. Lagipula bentar lagi acara resepsi siang usai." jelas Shaka dan Kenia mengangguk.
Kenia kemudian mengisi perutnya dengan beberapa makanan.
"Biar aku sendiri, kau susul saja papa dan Sam." pinta Kenia.
Sebenarnya sedari tadi ia tak enak, terus menerus membuat Shaka berada didekatnya tanpa ikut menyambut para tamu bisnis keluarganya.
Kenia melangkah gontai menuju kamar setelah sebelumnya ia pamit pada Kamila yang masih sibuk menyambut tamu.
"Huh....
Lelahnya, Kenia merebahkan diri diatas ranjang, ia memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya terlelap bersama mimpi.
Pukul empat sore acara resepsi telah usai, masih ada beberapa jam untuk istirahat sebelum rangkaian acara terakhir yang nanti akan berlangsung pukul tujuh malam.
Segera Shaka menyusul istrinya di Kamar.
__ADS_1
Kamila mengukir senyum bahagia, begitu juga Sam.
"Istirahatlah, karena nanti malam akan lebih melelahkan." pinta Sam pada Kamila saat mereka sudah berada di kamar Sam yang telah disulap menjadi kamar pengantin.
Kamila mengangguk, namun ia kembali bingung kala ranjangnya dipenuhi bunga-bunga.
"Lihat ini, bagaimana aku bisa tidur." keluh Kamila meski batinnya sangat senang.
"Apa kau tak menyukainya? itu mungkin kerjaan mama sayang."
"Aku suka, tapi apa kau akan memintanya nanti." Kamila menunduk malu saat melontarkan pertanyaan itu, pipinya bersemu merah.
"Tergantung, bagaimana kau menggodaku dan seberapa kuat pertahananku. Aku tak bisa menjamin." Sam terkekeh kecil.
Kamila mengerucutkan bibir lalu mencubit pinggang suaminya." Dasar menyebalkan..."
"Akhhh.... " pekik Sam.
"Kau mau ku makan ya."
"Ahh tidak, aku akan tidur agar lebih fit nanti malam." Kamila mengukir senyum.
Kebahagiaan terpancar jelas di matanya.
Pada Akhirnya ia dan Sam telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Di sisi lain, Shaka merebahkan diri disamping Kenia, ia menatap lekat sang istri yang tertidur begitu pulas.
Bibirnya terangkat mengukir senyum.
Tak peduli bagamana dulu kau terpaksa memilihku, pada akhirnya kita sama-sama saling mencintai meskipun cinta itu datangnya terlambat...
__ADS_1
Percayalah tak ada kebahagiaan lain selain dirimu, aku ingin menua bersamamu, dan menjadikanmu ibu untuk anak-anaku kelak...