MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)

MENIKAH Dengan Sepupu Kekasihku (MDSK)
Mencoba menjelaskan


__ADS_3

Pukul sembilan pagi dikediaman Shaka


Kenia masih terus memikirkan bagaimana cara agar Shaka mau mendengarkan penjelaskannya.


"Apa yang harus aku lakukan agar kau tak lagi salah paham padaku." gumam Kenia pelan seraya berfikir.


Setelah begitu lama mondar mandir akhirnya Kenia mempunyai ide membawakan bekal makan siang untuk suaminya.


"Aku harus menjelaskannya hari ini juga, aku tak mau masalahnya terus berlarut. Apalagi jika sampai ia mabuk lagi." gumam Kenia kemudian beranjak menuju dapur.


Kenia membuka kulkas,melihat bahan yang bisa ia masak untuk makan siang Shaka.


Setelah menyiapkan beberapa bahan Kenia mulai berkutat didapur.


"Non Kenia masak lagi." tanya bi Ijah yang baru masuk dari halaman belakang.


"Iya bik, mau bikin bekal buat makan siang suami." sahut Kenia mengulas senyum.


"Ada yang bisa bibi bantu Non?" tawar bi Ijah yang hendak mendekat ke arah Kenia.


"Ahh tidak perlu bik, bibik istirahatlah sedari tadi bibik sudah mengurus rumah dengan baik. Ini hanya makanan simple kok." ucap Kenia.


" Baiklah non." sahut bi Ijah seraya berlalu.


Satu jam kemudian...



Kenia sudah selesai menyiapkan bekal yang akan ia bawa ke kantor Shaka.



"Memang cuma ini, tapi semoga kau suka. Aku sudah susah payah menyiapkan untukmu." gumam Kenia


Setelah selesai menata bekalnya dalam tas makanan. Kenia memilih untuk bersiap-siap sebelum berangkat ke kantor Shaka.


Dengan cepat Kenia memoles tipis wajahnya dan tak lupa ia menambahkan sedikit warna lipstick di bibirnya.


Atasan biru muda yang dipadu dengan rok mini berwarna putih membuat Kenia tampak lebih cantik dengan make up naturalnya, senyum manis yang menghiasi wajahnya selalu terpancar mesti ia sedang menghadapi masalah.


Kenia berjalan meninggalkan rumah dengan menenteng tas bekalnya, ia melangkah ke arah jalan untuk mencari taksi setelah sebelumnya ia memberi tau Toni jika ingin pergi ke kantor suaminya.

__ADS_1


Empat puluh lima menit kemudian, Kenia sudah sampai di depan gedung menjulang tinggi Admaja group.


Dengan cepat ia bergegas turun dan berjalan langsung menuju lantai dimana ruangan suaminya berada.


Apesnya saat memasuki lift, lagi-lagi Kenia harus bertemu dengan wanita penggoda yang tempo hari melabraknya.


Hanya saja hari ini, wanita yang bernama Ara itu hanya diam dengan tatapan sinis.


Sampai pintu lift terbuka Kenia langsung berlalu pergi, tidak peduli wanita itu memandangnya dengan sinis.


***


Kenia masuk keruang Shaka setelah sebelumnya ia mengetuk pintu.


Namun Shaka yang terbiasa orang keluar masuk ruangannya tak pernah berfikir jika Kenia yang datang.


Shaka fikir yang masuk keruangannya mungkin hanya Sam atau Ara.


"Siang." sapa Kenia mengulas senyum meski sebenarnya ia cukup gugup.


Shaka mendongkak dan langsung terkejut ketika melihat istrinya sudah ada diruangannya.


"Ada apa?" tanya Shaka dengan wajah dinginnya.


"terserah kau saja." sahut Shaka asal membuat Kenia menghela nafas kasar.


"Apakah kau punya waktu untuk bicara? jika kau sibuk paling tidak dengarkan dulu penjelasanku." ucap Kenia yang kemudian duduk disofa.


"Hmm." Shaka hanya berdehem ria.


"Kemarin aku hanya jalan-jalan sebentar, tak sengaja Ketemu Radit. Kami hanya mengobrol dan tak lebih. Aku lihat dia juga baik-baik saja, ia memintaku menlaktirnya es krim saat aku mencoba membujuknya agar lekas membuka hati." jelas Kenia.


Namun Shaka masih terdiam dengan berpangku tangan.


"Setidaknya bicaralah, kau terus mengabaikanku dari kemarin. Aku sudah bicara yang sejujurnya." ucap Kenia yang mulai berkaca-kaca.


"Maaf membuatmu cemas, aku hanya takut jika kau masih menyimpan cinta untuknya." ucap Shaka yang kemudian mendekat ke arah Kenia.


"Bukankah sudah ku katakan, aku mulai mencintaimu. Lagi pula aku tak pernah main-main dengan perasaanku. Apakah kau meragukannya?" sungut Kenia.


Tak terasa air matanya lolos begitu saja, Kenia sudah berusaha menahannya sejak kemarin. Namun saat ia berhadapan dengan suaminya air matanya tumpah ruah.

__ADS_1


"Jangan menangis, maafkan aku yang tak mempercayaimu. Aku hanya takut kau masih mencintainya, karena itu hanya akan membuatku semakin bersalah." ucap Shaka seraya menghapus air mata istrinya. Sungguh ia tak bermaksud seperti itu, ternyata apa yang difikirkannya sedari kemarin bertolak belakang dengan kenyataan.


Kenyataan dimana ternyata cinta Kenia lebih besar untuknya saat ini.


***


"Aku membawakanmu makan siang, aku susah payah membuatnya untukmu. Kali ini kau harus mau memakannya." ucap Kenia disela isak tangisnya.


Shaka tersenyum simpul, dengan cepat ia membuka bekal yang telah dibawa istrinya.


Senyumnya semakin mengembang saat tau makanan itu terlihat lezat,Sudah pasti masakan istrinya sangat enak.


"Sudah jangan nangis lagi little, kita makan sama-sama."


"Aku sudah makan tadi." jawab Kenia.


" Mungkin tadi pagi maksudmu, ini sudah siang Ken. Sekarang kita makan ya, akan terlalu kenyang jika aku memakannya sendiri."


"Ahh baiklah."


Mereka makan berdua dengan bekal yang dibawa Kenia, Shaka yang menikmati masakan Kenia sangat senang apalagi jika mereka makan berdua dan saling menyuapi.


"Terima kasih little, masakanmu memang selalu bisa memanjakanku." puji Shaka yang masih duduk disamping Kenia.


"Hu'um." sahut Kenia dengan muka gemasnya membuat Shaka langsung mencubit hidung Kenia.


"Kau manis sekali little, maafkan aku membuatmu susah dan khawatir,sungguh aku tak berniat." ucap Shaka kemudian mengangkat jari -jari tangannya membentuk huruf V.


Kenia terkekeh pelan, lalu dengan manja menyandarkan kepalanya dipundak Shaka, senyumnya terus mengembang.


Akhirnya masalahnya selesai.


"Tapi satu lagi." ucap Shaka seraya melihat tampilan Kenia yang memakai rok terlalu seksi.


"Kenapa memakai rok seperti ini ke kantorku. Tidak bisakah memakai bawahan yang lebih panjang. Ini terlalu memperlihatkan tubuh mulusmu. Aku tak ingin laki-laki lain melihatnya. Ucap Shaka kesal.


" Apa kau mulai posesif suamiku, hey lihatlah ini hanya rok biasa. Apa terlalu seksi ? aku sebenarnya berniat menggodamu jika saja kau masih terus mengabaikanku." Ucap Kenia terkekeh.


"Apa kau menantangku little." ucap Shaka yang mendekat kearah Kenia,memakas jarak diantara wajah mereka yang bersitatap.


"Tidak, aku hanya akan melakukannya jika kau masih terus mengabaikanku. Kau tau diabaikan itu sakit sekali." sungut Kenia.

__ADS_1


"Ohh baiklah, persiapkan dirimu nanti malam little." bisik Shaka tepat disamping telinga Kenia membuat wajah sang empu bersemu merah.



__ADS_2