
Pecel mbok Yem adalah warung makan favoritku bersama Radit, biasanya jika kita punya waktu luang hampir seminggu sekali aku makan disini bersama Radit. Berbeda kondisi saat ini, aku datang dengan suamiku Shaka, Kamila dan juga Sam.
"Mbok simbok.." panggil Angga kepada mbok Yem.
"Ehh ada mbak Kenia dan neng Kamila." sapa mbok Yem mengulas senyum seraya mendekat.
Kemudian mulai menyiapkan pesanan Kenia dan yang lain.
"Tumben datengnya malem, biasanya siang atau sorean mbak." tanya mbok Yem seraya membuatkan pesanan mereka.
"Iya ni mbok Kamila lagi pengen katanya, makanya dadakan kesini." jelas Kenia.
Angga mengantarkan minuman pesanan milik Kenia dengan yang lain, ia baru sadar ternyata tidak biasanya Kenia bersama laki-laki lain.
"Lho mbak, kok tumben nggak bareng mas Radit ? tanya Angga seraya meletakkan minum pesanan mereka sontak membuat Shaka menatap Angga tajam.
"Eh maaf aku salah omong ya mbak, maaf ya Angga nggak tahu." ucap Angga menyesali pertanyaannya seraya undur diri.
"Ada yang panas nih." celetuk Sam tiba-tiba.
Kamila menyiku lengan Kekasihnya itu, membuat Sam seketika mengeluh sakit "Ahhk, heheehe pis dua." ucap Sam seraya mengangkat tangannya membetuk huruf V.
"Astaga, apa yang harus aku lakukan. Kak Shaka pasti ngerasa gimana gitu, kenapa Angga bisa keceplosan sih." batin Kenia.
"Apakah setelah ini akan ada perang dunia antara suami istri, gimana jadinya kalo Shaka tau Radit dan Kenia hampir tiap minggu kesini." batin Kamila.
"Ternyata hubunganmu dengan Radit memang sungguh luar biasa, pantas jika kamu mencintainya. Ia bahkan mampu mengukir senyum diwajahmu meski dengan hal sesederhana ini. Sedangkan aku ? makanan seperti ini saja aku belum pernah menyentuhnya." Batin Shaka.
Angga kembali mengantar pecel yang dipesan mereka, wajahnya menunduk merasa bersalah karena dua pasangan yang tadinya terlihat hangat kini justru sangat canggung semenjak terlontar pertanyaannya.
Aku tak tahu hubunganmu dengan mas Radit mbak, atau dengan laki-laki itu. Maafkan aku mbak." Batin Angga menyesal.
Shaka menatap makanan didepannya dengan raut wajah datar, entah apa yang ia rasakan. gemuruh dalam dadanya seperti tersirat percikan api. Sementara Sam dan Kamila mengedikkan bahu, tak tau harus bagaimana jika Shaka sudah seperti ini.
"Mau coba kak." ucap Kenia seraya menyodorkan suapan pecel kearah Shaka. Shaka menerima suapan Kenia dengan binar dimatanya.
"Jangan difikirkan pertanyaan Angga tadi ya, aku tau sekalipun nantinya aku sudah melupakannya, pasti akan slalu ada hal-hal kecil tentang kami yang menguak.Dan itu wajar kan kak."
"Iya apalagi kalian sepupuan, tak baik jika kamu menaruh benci padanya hanya karena dia masalalu Kenia.Biar bagaimanapun kalian bertiga harus tetap baik-baik saja, berdamailah dengan masalalu itu lebih menyenangkan bukan ?" tambah Kamila.
Kenia mengukir senyum manisnya, sahabatnya itu memang selalu bisa membuka pemikiran orang-orang, dengan sikapnya yang dewasa dan bijak.
__ADS_1
"Gimana rasanya kak?" tanya Kenia seraya menyodorkan suapannya lagi.
" Pecelnya rasa cemburu kakak ipar." celetuk Sam membuat mereka semua terkekeh kecuali Shaka, ia masih menekuk wajahnya karena cemburu.
Maafkan aku Kenia...
aku terlalu cemburu untuk hal-hal kecil yang Radit lakukan bersamamu,
Aku fikir segala yang kupunya bisa mengubah rasa cinta, seharusnya aku tak sepercaya diri untuk bisa membuatmu bahagia, tapi aku akan berusaha....
Terima kasih telah menunjukan sisi sederhana yang mampu membuatku semakin mengagumimu..
Lagi-lagi Kamila menyikut lengan kekasihnya itu.
" Ahh aku hanya bercanda hehe." cengir Sam dengan muka khasnya.
"Jangan seperti itu Sam, lihatlah kau membuat suamiku kesal." ucap Kenia.
"Sudah -sudah aku tak apa, Sam memang suka menggodaku ! sekarang kita makan ya." ucap Shaka kemudian mulai makan pecel didepannya.
"Ini enak, andai aku tau tempat ini dari dulu." ucap Shaka menilai.
"Padahal jelas-jelas Sam juga sering kesini,kenapa tidak ikut ?" tanya Kamila terheran karena biasanya kakak beradik itu selalu lengket kesana kemari.
Kenia mengulas senyum seraya memakan pecelnya.
"Kalo kakak mau, kita akan sering-sering kesini." celetuk Kenia.
"Tentu, rasanya pasti menyenangkan melihat senja di danau pinggiran lalu kita makan pecel disini." jawab Shaka.
"Benarkah menyenangkan ?" tanya Kenia.
"Tentu jika itu bersamamu sayang." ucap Shaka seraya mengacak rambut Kenia.
Brushhhhh pipi Kenia kini memerah karena ucapan suaminya itu.
"Kacang... kacang... " celetuk Sam asal.
"uwuuu manisnya." ucap Kamila yang merasa seperti melihat adegan drakor kesukaannya.
"Jangan ngehalu deh, kalo ma kita nanti aja kalo nggak ada mereka." ucap Sam pada Kamila membuat Shaka dan Kenia terkekeh.
__ADS_1
Selesai makan Kenia menghampiri mbok Yem untuk membayar pesanannya, awalnya Shaka menolak jika Kenia yang membayarnya. Tapi nyatanya istrinya itu bersikukuh tetap membayar pesanan.
"Berapa mbok semuanya." tanya Kenia pada mbok Yem.
" Semuanya ya mbak jadi satu ?"
"Iya mbok, semuanya totalnya berapa ?"
"Lima puluh ribu mbak." ucap Mbok Yem kemudian.
Kenia lalu mengeluarkan satu lembar uang seratus ribu dan menyerahkan kepada mbok Yem, setelah menerima kembaliam Kenia hendak berbalik menghampiri Shaka dan yang lain tapi pertanyaan mbok Yem membuatnya terdiam.
"Mbak, laki-laki itu siapa ya? biasanya mbak Kenia kesini sama mas Radit atau neng Kamila kok tumben itu..." tanya mbok Yem menggantung meski mbok yem tau Shaka tidak mungkin mendengar pembicaraannya.
"Itu suami Kenia mbok, namanya Shaka. Nanti kalo Kenia kesini lagi mbok jangan bahas kak Radit ya.Ken minta tolong sama simbok dan mas Angga." pinta Kenia.
" Iya mbak maafin Angga ya tadi." sahut Angga kemudian.
"Yaudah mbak sana,udah ditunggu itu. Mbok janji gak akan bahas mas Radit lagi, mbok tau pasti Mbak Kenia juga punya alasan sendiri." ucao mbok Yem mengulas senyum.
Akhirnya mereka pulang setelah acara kencan dipinggir jalan yang penuh drama itu, sebelum mobil melaju kerumah Admaja, Sam terlebih dulu mengantar Kamila ke Apartemennya baru kemudian mereka bertiga pulang Kerumah.
setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, jam sepuluh malam mereka sudah sampai didepan rumah. Shaka dan Kenia terlebih dulu masuk dengan Sam mengekor dibelakang.
Hening mengingat jam segini pasti kedua orang tuanya sudah tidur.
***
Dikamar Shaka dan Kenia sudah berganti dengan pakaian tidur masing-masing, hanya saja bagi Shaka malam ini istrinya itu terlihat jauh lebih seksi dan menggoda.
Shaka merebahkan tubuhnya yang lelah disamping Kenia, wanita itu terus tersenyum.
"Tidurlah little." ucap Shaka seraya memejamkan matanya.
"Cium dulu." ucap Kenia membuat Shaka terkejut membuka matanya lebar.
"Selamat malam dan selamat tidur suamiku." ucap Kenia seraya mencium pipi Shaka.
Senyum Shaka mengembang.
"Selamat malam little." ucap Shaka membalas Kenia dengan mencium Kening Kenia.
__ADS_1
Hallo gaes ! terima kasih sudah membaca karyaku yang masih banyak kekurangan ini, mohon tinggalkan jejak dengan like komen dan votenya ya readers sayangku !