
Waktu siang, Shaka dan Sam tak merasakan hal aneh di Villanya,
hanya saja ia melihat satpam villanya yang bernama Rio terlihat beberapa kali menelpon seseorang.
Sepertinya kecurigaannya tepat, terlihat wajah Rio begitu serius berbicara dari cctv.
Bisa saja ia menghubungi penguntit itu, atau menghubungi seseorang dan merencanakan sesuatu.
"Sepertinya memang mereka bertindak malam hari Sam, gak guna kita pantau siang-siang." ucap Shaka dengan tatapn fokus ke layar.
" Iya sihh mending kita have fun dulu disini yakkan, tempatnya juga bagus. Nggak kalah sama villa kita." Sam memiringkan senyumnya.
Shaka bangkit, seperti diingatkan oleh Sam. Ia langsung pergi begitu saja.
"Mau ngapain Ka ?" Sam ikut bangkit.
"Renang sama istri tercinta." ucapnya bersemangat.
***
"Hay Sayang, ayo renang." ajak Shaka.
Kenia yang tengah asik bercerita dengan Kamila sontak langsung menatap suaminya heran.
"Siang-siang begini?" tanyanya tak yakin.
"Memangnya kenapa,hmmm? udara disini sangat sejuk, dan itu tak akan membuat kulitmu hitam jika berenang di siang hari."
"Baiklah, kamu duluan. Aku akan siapkan orange jus terlebih dulu." Kenia mengulas senyum.
Kenia meletakkan dua orange jus diatas meja dekat kolam renang, bahkan ia sudah menganti pakaiannya dengan pakaian renang yang ia tutup dengan kimono.
"Ayo turunlah sayang." titah Shaka menatap istrinya.
Kenia pun ikut menceburkan diri meski pelan-pelan setelah membuka kimononya.
"Tidak terlalu buruk." gumamnya pelan.
"Little, sini." Shaka tersenyum jail, tangannya memainkan air hingga mengenai wajah istrinya, meski memang Kenia sudah basah dari tadi.
"Heh dad, kau seperti anak kecil saja bermain air." gerutu Kenia sebal.
Shaka berenang mendekat, "Hey ayolah! ini bulan madu kita, bersenang-senanglah sayang karena habis ini kita akan main rampok-rampokan." canda Shaka membuat Kenia semakin tak paham.
"Maksudnya." dahi Kenia mengernyit.
__ADS_1
"Enggak, maksud aku kita main detektif-detektifan nanti malam." Shaka nyengir kuda.
"Apa rencanamu nanti malam." tanya Kenua dengan wajah mendongkak sembari memejamkan mata di tepi kolam.
"Tentu menyerang villa." jawab Shaka.
Kenia mendesah, lalu menatap suaminya.
"Jangan bercanda, aku tak ingin kau terlalu membahayakan diri."
Kenia naik ke atas disusul Shaka, ia memakai kembali komononya.
Sudah cukup lama ia berenang, kini mereka menikmati orange jus yang tadi telah disiapkan Kenia.
"Jika kau khawatir, pantaulah dari layar ruang samping kamar kita, aku menyambungkan cctv disana.
"Baiklah, aku dan Mila akan berjaga disana."
***
Waktu mendekati malam, habis makan mereka langsung ke ruang dimana layar cctv terhubung.
Mereka hendak memantau keadaan villa lebih dulu.
"Terus kenapa, kek nya bik Mirna nggak tau apa-apa deh, skip gak perlu kita curigai." ujar Kenia.
Begitu Villa hanya tinggal dua satpam, barulah ada seseorang dengan memakai pakaian hitam dengan wajah tertutup mata datang.
"Tuh dia, dateng turun dari mobil. Itu orang yang sama dengan malem itu. Yakkan Sam ?"
"Iya Ka, yang waktu itu ngobrol sama Rio. Benerkan Rio emang patut dicurigai."
Kamila hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, suaminya memang seperti itu.
"Terus kalian akan langsung nyerang kesana gitu, kita belum tau apa motifnya." tanya Kenia.
"Nah, Kenia bener. Bisa jadi mereka cuma main." ujar Kamila.
Sebelumnya di Villa Admaja hanya ada Rio dan Keno.
"Ken, temen aku mau kesini, boleh kan. Tuan muda kan sudah balik ke Jakarta.
Tampak Keno mendesah keberatan.
"Terakhir kali kamu bawa temen kesini, ini Villa kek habis kerampokan. Aku gak mau terlibat lagi ya." ucap Keno.
__ADS_1
"Ahh elah Ken, disini cuma ada kita berdua. Toh selama ini tak ada masalah kan." Rio masih membujuk.
Keno tampak berfikir sejenak, selang beberapa menit ia mengangguk setuju.
"Terserah, tapi jangan libatkan aku." ucap Keno pasrah.
Salah seorang teman Rio turun dari mobil mengenakan masker dan kacamata, ia menghampiri Rio.
"Gimana?" tanyanya setengah berbisik.
"Aman, kita bisa pakai tempatnya untuk bersenang-senang. Mereka sudah kembali ke Jakarta." Rio tersenyum miring.
"Lo bawa mobil dan para ladies masuk, biar gue ngomong sama Keno." ucap Rio.
Laki-laki itu mengangguk, kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan membawanya ke halaman Villa.
Rio menghampiri Keno.
"Jaga kondisi luar, jangan sekali-kali masuk." titahnya.
Rio berbalik dan menyusul rekannya.
**
Shaka geram, beraninya Rio membawa orang asing masuk ke dalam Villa, meski tak begitu jelas motifnya.
"Ehh lihat itu, ada dua perempuan dengan pakaian kurang bahan turun dari mobil." celetuk Kenia sontak membuat yang lain langsung menatap ke layar.
"Bersiaplah,kita kesana sekarang." ucap Sam.
"Kita ikut." ucap Kenia dan Kamila bersamaan. Sepertinya mereka tak ingin para lelaki memandang perempuan lain.
"Baiklah, sekarang kita berangkat." titah Shaka setelah semua siap.
Bahkan tak lupa mereka membawa tongkat.
Sengaja, hanya untuk antisipasi.
"Little, tetap dibelakangku apapun yang terjadi." ujar Shaka dan Kenia mengangguk.
"Hon, tetaplah waspada. Kamu juga harus jaga kakak ipar, jika nanti kita terpisah." ujar Sam.
"Siapp Honey." ujar Kamila.
Mobil melaju menuju villa milik keluarga Admaja.
__ADS_1