
"Ken, lo mau makan apa, atau mau lanjut pesta bbqnya. Biar gue dan Sam yang bakar dagingnya deh. Pokoknya apa sih yang enggak buat kakak ipar tercinta." ucap Kamila.
"Iya kan Hon?"
"Honey..."
"Eh, iya beb."
"Boleh juga Mil, aku mau dong danging bbq bakaran kalian." ucap Kenia sembari mengelus-elus perutnya.
"Biar aku yang bakarin sayang." tawar Shaka, namun seketika Kenia menggeleng.
"Enggak, aku mau buatan Kamila! titik."
Shaka hanya menghela nafas berat menghadapi istrinya harus benar-benar ektra sabar.
"Pijitin sayang." pintanya dengan senyum dan muka di imut-imutkan.
"Manjanya istriku ini, hmm."
Namun Shaka juga nggak bisa apa-apa selain menuruti istrinya, entah kenapa semenjak menikah dengan Kenia sikap dinginnya seperti hilang ditelan bumi.
Demi istri tercinta yakkan...
Apalagi ini nih bawaan orok kayanya..
Aku yakin Kenia bukan orang yang manja sih ya, mungkin juga efek hormon kehamilannya, eh tapi belum pasti juga, hanya kemungkinan...
Semoga saja,
Sementara itu di taman belakang, Sam dan Kamila sedang sibuk membakar daging dan aneka frozen food.
"Hon, kalo beneran Kenia hamil aku seneng banget, bentar lagi jadi tante dong." ucap Kamila girang.
"Honey, bukan hanya tante. Bentar lagi kamu juga akan menjadi ibu. Sama seperti Kenia." ucap Sam menatap lekat Kamila.
"Aaaa... aku sayang kamu Sam." ungkapnya mendongkak menatap Sam.
"Aku juga honey." Sam mencubit gemas hidung Kamila.
***
Sementara itu, Shaka sedang berada di balkon kamar, pandangannya mengarah ke gerbang depan. Ada makhluk serba hitam satu berada tepat di depan Villanya.
Siapa dia?
__ADS_1
Kenapa tingkahnya begitu mencurigakan, seperti akan melakukan kejahatan..
Tapi Shaka juga tak mau gegabah, lebih baik ia memantau dari atas. Apakah orang itu berbahaya atau tidak, dan atas dasar apa ia berada di luar gerbang dengan tingkah mencurigakan.
"Harusnya jika ia ada kepentingan, ia mengetuk atau membunyikan bell disana.
Tapi ia heran ,kenapa laki-laki itu hanya berdiam diri celingukan di area gerbang."
"Little aku ke ruang pengaktifan cctv dulu, apa kamu keberatan disini sendiri ?"
"Kenapa kamu terlihat panik sayang, tak apa aku sendiri. Memangnya siapa yang mau menculikku." ujar Kenia terkekeh.
"Aku serius,"
Shaka mondar-mandir mencari sesuatu.
Nah ketemu, Shaka menyerahkan tongkat pendek dari besi pada Kenia.
Sedangkan istrinya bingung.
"Hanya untuk berjaga-jaga sebentar." meski jarak kamar Shaka dan ruang cctv tak terlalu jauh. Semoga saja tak terjadi apa-apa.
Shaka mencoba melihat rekaman cctv gerbangnya, Shaka masih berfikir keras.
"Bukankah harusnya satpam berjaga. Harusnya juga satpam Villaku tau jika ada penguntit."
Shaka memperhatikan seksama orang itu,sialnya ia memakai masker dan kacamata hitam."
Dasar pengganggu kesenangan!
Shaka kembali ke kamar mengajak Kenia ke ruang santai.
"Kita tunggu disini aja little, pasti bentar lagi mereka kesini." Shaka mengulas senyum.
"Aku dah laper banget ini." keluh Kenia dengan bibir mengerucut.
Selang beberapa menit, Sam dan Kamila datang dengan membawa aneka makanan bakar ala pesta bbq.
"Mil, temenin Kenia bentar. Sam ikut aku." ucap Shaka tanpa ekspresi membuat yang lain menatapnya heran.
"Ada apa Ka ?" tanyanya heran.
"Ikuti saja, biar para perempuan disini, ingat Ken, Kamila jangan kemana-mana sampai kami balik lagi kesini." titah Shaka.
Mereka berdua hanya mengangguk, menurut dengan para lelaki.
__ADS_1
"Ambil ini." Shaka memberikan Sam tongkat besi sebagai senjata.
"Untuk apa?" Sam masih belum mengerti.
"Diam dan menurutlah, Villa kita sedang ada penguntit. Aku sudah cek cctv, bahkan satpam di pos membiarkan saja, aneh nggak sih?"
Sam mengangguk seperti paham, namun tiba- tiba wajahnya berubah terkejut.
"Hah penguntit?"
"Stttt diamlah." titah Shaka.
Mereka para suami berjalan mengendap-endap menuju gerbang utama, hanya saja mereka harus rela melewati halaman yang jarang sekali terjamah, hanya bi Mirna yang selalu membersihkannya.
Shaka dan Sam melongo, melihat satpam keluar dari pos dan membuka gerbang.
Tampak laki-laki itu mengobrol lama dengan satpam, perlahan Shaka dan Sam mendekat, ingin sekali tahu pembicaraan mereka.
"Tuan muda sedang berada di Villa ini, tapi ku dengar besok mereka kembali ke Jakarta. Cepat pulanglah, saya takut tuan muda curiga."
Shaka dan Sam saling pandang, kemudian kembali fokus menguping.
"Baiklah, tapi ingat kamu harus membantu saya masuk ke Villa ini, kalo tidak. Habislah!"
Acamnya pada satpam tersebut kemudian pergi.
Terilihat satpam penjaga Villanya begitu panik, Shaka sendiri heran sebenarnya ada apa.
"Balik ke dalam sebelum para wanita panik." ajak Shaka.
"Baik, kita pikirkan rencana selanjutnya nanti." sahut Sam.
Mereka masih berjalan mengendap-endap.
"Ck! Kita seperti maling dirumah sendiri." umpat Sam.
"Paling tidak kita bukan maling." sahut Shaka.
"Intinya kita harus santai jangan membuat para wanita panik, oke Sam?
Apa kamu ada ide, biasanya kau pintar."
"Entahlah, kali ini mendadak aku menjadi bloon." sahut Sam.
Begitu sampai di ruang Kenia dan Kamila berada. Shaka dan Sam masuk dengan wajah berubah santai.
__ADS_1
"Ah wanitaku, maaf membuatmu menunggu lama honey." ucap Sam dan langsung duduk di samping Kamila.
Shaka menggelengkan kepalanya, ia hanya diam lalu duduk disamping istrinya.