
Kenia menatap bingung baju-baju dalam lemari, jika biasanya ia hanya memilih pakaian asal, kali ini ia lebih memilih menunggu sang Suami.
Hanya dengan berbalut handuk kimono, Kenia duduk ditepi ranjang menunggu suaminya selesai mandi.
"Ceklek..."
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Shaka dengan handuk yang melilit pinggangnya.
"Kenapa belum bersiap?" tanya Shaka mengernyitkan dahi ketika melihat Kenia masih dengan kimononya.
"Em... itu anu...
Kenia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, merasa malu jika harus meminta Shaka memilih pakaian untuknya.
"Shaka berjalan menuju lemari, mengambil baju untuknya dan memilih sebuah dress yang senada dengan bajunya untuk Kenia.
"Pakai ini." pinta Shaka lalu pergi keruang ganti.
Setelah selesai memakai pakaiannya, Kini giliran Kenia memakai bajunya.
"Selesai." ucap Kenia keluar dari ruang ganti, biasanya mereka hanya mengganti pakaian asal di dekat ranjang dengan mode buka tutup mata.
"Hari ini aku nggak kekantor, aku mau ngajak kamu ke suatu tempat Ken."
"Kemana ?"
"Rumah baru kita, aku udah bilang sama mama papa kalo kita akan tinggal dirumah baru mulai hari ini, aku juga udah mengabari mama Wina dan papa Ed,weekend nanti kita bisa berkunjung kesana." jelas Shaka masih seraya merapikan pakaiannya.
Kenia merias wajahnya sedari tadi, belum selesai memoles liptick di bibirnya, gerakannya terhenti mendengar perkataan Shaka.
"Kenapa mendadak sekali." tanya Kenia heran.
"Apa kau keberatan, aku sudah mempersiapkannya sejak kau menerima lamaranku."jelas Shaka.
"Tidak begitu baiklah, apa kata suami."
__ADS_1
***
Dijalan Kenia terdiam, bukan bagaimana tapi ia merasa tak enak hati dengan mama mertuanya, mesti tadi sebelum berangkat Kenia dan Shaka sudah berpamit dengan mereka. Tapi lagi lagi Kenia harus terus memikirkannya.
"Sayang." ucap Shaka memecah keheningan.
"Hey ayolah, mama bilang apa tadi, dengan rumah baru kita, kita bisa lebih mandiri." katanya lagi.
"Aku hanya merasa ini terlalu cepat, jika kita hanya berdua dirumah.Aku pasti akan sangat kesepian sendiri dirumah jika kau pergi ke kantor." ucap Kenia sendu.
" Hey, ayolah. Tak apa ! kau pasti menyukai tempatnya. dan aku yakin kau tak akan merasa bosan, jika kau bosan kau bisa ikut aku ke kantor."jelas Shaka.
"Benarkah?"
Kenia sedikit lega jika dirinya boleh ikut ke kantor, setidaknya ia tidak akan mati bosan karena menunggu Shaka sendirian dirumah.
"Tentu." jawab Shaka mengulas senyum.
Mobil berhenti ketika memasuki Rumah mewah dengan ukuran minimalis, sengaja Shaka memilih rumah yang tidak terlalu besar mengingat hanya ada dirinya dan Kenia yang tinggal, paling hanya bertambah satpam dan art nantinya.
"Turunlah istriku, kita sudah sampai." ucap Shaka dan Kenia mengangguk senyum.
Shaka dan Kenia masuk kedalam rumah, memang jauh dari rumah Shaka sebelumnya, namun jika dibanding milik Kenia , rumah ini terlihat lebih mewah meski sama-sama minimalis.
Mereka berdua berkeliling menyusuri ruang demi ruang, Shaka tak henti-hentinya menjelaskan detailnya. Dan sampailah mereka dikamar yang akan dihuni ia dan Kenia. Kamar luas nan mewah dengan balkon kamar yang menghadap kolam renang, dari atas Kenia bisa melihat kolam dan taman yang besisihan. Shaka sangat tau Kenia menyukainya. Dan lihat ada yang lebih menarik lagi jika dari atas ia bisa melihat pemandangan Danau pinggiran.
Kenia tak menyangka jika Shaka menyiapkan ini semua untuknya.
"Sayang, lihatlah meski kita tidak bisa menikmati matahari terbit bersama, kita bisa melihat senja dari balkon kamar ini, kau suka ? tanya Shaka.
"Sangat suka, terima kasih kak." ucap Kenia berbinar.
"sekarang kita istirahat ya."
"Hari ini belum ada art, kita nanti pesan makanan saja." ucap Shaka.
__ADS_1
"Ahh aku bisa memasak untukmu nanti, tapi kita harus ke supermarket dulu."
"Nanti sorean saja sekalian jalan-jalan, nanti siang kita pesen makanan saja okey." ucap Shaka lagi.
"Baiklah kak."
***
Kenia terbangun ketika mendapati tangan kekar memeluk pinggangnya begitu erat, ia merasa susah bergerak karena ulah suaminya yang tidur sambil memeluknya.
Shaka terbangun melihat Kenia yang berusaha memindahkan tangannya.
"Sebentar saja Ken, seperti ini....
Wajah cantik istriku memang pengobat lelahku setiap hari." ucap Shaka mengulas senyum.
Brushhhhhh...
Seketika pipi Kenia merah bak kepiting rebus.Nyatanya laki-laki yang telah sah menjadi suaminya itu selalu mampu membuat jantungnya seperti melompat-lompat. Meski Kenia belum menyadari perasaan apa yang mengganggu fikiranny akhir-akhir ini.
Pukul satu siang,makan siang datang, setelah sebelumnya shaka memesannya lewat handphone.
"Kenia mengambil air putih yang berada dikulkas, meletakkannya dimeja makan bersama makanan yang telah dipesan. setelah selesai menyiapkan Kenia bermaksud menghampiri suaminya dikamar.
Belum sempat menaiki tangga, Shaka sudah lebih dulu berjalan ke arahnya dengan senyum manis.
"Ayo makan." ajak Kenia.
"Baiklah." ucap Shaka seraya menggenggam tangan Kenia membawanya ke meja makan.
Mereka makan dalam diam, sesekali Shaka melirik kearah Kenia yang melahap makanannya penuh semangat.
"Kau lapar sekali ya Ken ? goda Shaka.
"Hehehe iya suamiku." jawab Kenia dengan cengir kudanya.
__ADS_1