
Hari-hari terlewat, kini tiba waktu dimana pertunangan Sam dan Kamila dilaksanakan.
Di salah satu Hotel milik keluarga Admaja pertunangan itu diadakan, mengingat Kamila sudah tak mempunyai siapa-siapa lagi, dekorasi mewah menghiasi halaman hotel yang digunakan untuk melangsungkan acara, beberapa kamar juga disediakan bagi keluarga dekat Admaja mengingat acara dilaksanakan pada malam hari.
Sam, Kamila, papa Wira dan mama Dina sedang bersiap di kamar masing-masing, sedangkan Kenia dan Shaka memilih salah satu kamar yang berada dilantai tiga.
"Sayang." ucap Shaka manja seraya menghampiri sang istri yang tengah berada di balkon kamar hotel.
"Hemmm." sahut Kenia asal.
"Kenapa belum bersiap? satu jam lagi acara dimulai."
"Aku hanya tinggal mengganti pakaian dan sedikit berpoles saja, itu tidak akan memakan waktu lama." sahut Kenia.
"Ahh baiklah, terserah kau saja." Shaka berbalik hendak ke kamar, namun jemari Kenia menahan tangannya.
"Sayang, tunggu sebentar aku akan bersiap dan turun bersama." ucap Kenia mengulas senyum dan Shaka yang sudah bersiap dengan setelan jas mahalnya mengangguk lalu memilih menunggu Kenia di sofa.
Kenia mengambil paperbag yang berisi gaun yang ia beli kemarin lalu mengganti pakaiannya, Kemudian Kenia mulai berkutat didepan cermin dengan alat-alat make up nya.
Setengah jam Kemudian....
Kenia sudah bersiap dengan gaunnya, ia terlihat begitu cantik dan berbeda, jika biasanya ia memakai warna yang soft atau tidak mencolok, hari ini ia memilih memakai warna merah.
"Bagaimana sayang penampilanku, aku memilih warna merah karena kau menyukainya." ucap Kenia seraya berdiri didepan Shaka.
"Istriku selalu sempurna memakai apapun." puji Shaka.
Kenia bersemu merah, meski ia sudah sering mendengar kata manis itu tetap saja suaminya mampu menggetarkan hatinya dan membuatnya tersipu malu.
Kenia dan Shaka berjalan keluar menuju tempat dimana pertunangan itu dilaksanakan.
Sampai dibawah ternyata keluarga besarnya sudah berkumpul, tampak kedua orang tua Kenia juga hadir disana. Meski tak ada tamu undangan dan hanya disaksikan keluarga besar dan sahabat dekat, acara ini begitu ramai.
Shaka mengajak Kenia menyapa Radit dan Dion yang berada agak jauh dari kerumunan keluarganya.
__ADS_1
Rain meremas tangan Radit kuat-kuat, ia cukup gugup untuk berpura-pura didepan Radit.
Hay Brother, lama sekali tak bertemu." ucap Shaka memeluk Radit dan Dion bergantian, kemudian matanya beralih menatap Rain.
"Rain Anastasya, benarkah ini dirimu?"
Dahi Kenia mengernyit, Shaka ternyata tahu calon istri Radit.
Shaka dan Rain berjabat tangan, sedangkan Radit mulai mengepalkan tangannya.
"Heii bisakah kau tidak menyentuh wanitaku." cerca Radit saat Shaka dan Rain saling melempar senyum.
Dion hanya mampu menghela nafas kasar melihat apa yang terjadi.
"Apa kau mulai posesif brother? aku punya istri yang sempurna, tak mungkin aku melirik wanitamu." Shaka terkekeh.
Namun Radit menanggapinya dengan serius.
"Kau lupa, sebelum Kenia jadi istrimu ia adalah wanitaku." sungut Radit.
Rain menatap lekat mata Radit yang melihat kepergian Kenia dan Shaka dengan sendu, hubungan Radit dengan sepupunya itu, yang dulunya baik-baik saja harus berakhir seperti ini.
Dion menepuk pelan pundak Radit, ia cukup tau perasaan sahabatnya sedang tidak baik-baik saja.
"Tahan sebentar acaranya baru akan mulai." ucapnya.
Rain menggandeng tangan Radit saat mereka sudah bergabung dengan Keluarga besar Admaja.
Acara yang ditunggu-tunggu pun dimulai, Sam menyematkan cincin dijari manis Kamila, begitu juga Kamila menyematkan cincin dijari Sam, suara tepuh tangan riuh mengiringi pertunangan mereka.Selesai bertukar cincin, mereka memotong kue dan membagikannya kepada semua orang.
Sam mengecup puncak Kepala Kamila, lalu menggandengnya bergabung bersama Shaka, Kenia, Radit, Dion juga Rain.
Meski begitu canggung akhirnya Shaka dan Radit kembali akur dan bicara lagi, hanya Rain yang menyadari dibalik tawa Radit, matanya begitu menguak kesedihan yang mendalam.
Kenia dan Kamila mendekat ke arah Rain saat para lelaki sedang sibuk bergurau.
"Hai Rain." sapa Kenia, "Masih ingat aku ? kita kemarin bertemu dibutik." sapa Kenia.
__ADS_1
"Benarkah kalian bertemu sebelumnya?" tanya Kamila yang penasaran.
Rain mengangguk lalu tersenyum,
"Senang bisa mengenal dekat kalian." ucap Rain.
"Tapi kenapa suamiku mengenalmu." tanya Kenia heran.
"Aku bartender di Club Blackzone Ken, suamimu sering kesana dulu." jelas Rain.
"Apa kau juga mengenal Sam ?" tanya Kamila.
"Ohh, Sam yang membawa pak Radit waktu mabuk berat diclub." ucap Rain.
"Pak ?" tanya Kenia dan Kamila serentak.
"Ohh itu, emm maksudku mas Radit. Aku terbiasa memanggilnya Pak dulu, aku gak nyangka ternyata takdir mendekatkan kami." ucap Rain gugup.
Kenia dan Kamila mengangguk percaya.
Oh astaga hampir saja mereka curiga,
kenapa mulutku suka keceplosan sih...
***
Selesai acara Shaka mengajak Kenia kembali ke kamar hotel setelah sebelumnya menyapa orang tua mereka, sedangkan Sam dan Kamila sudah masuk ke kamar masing-masing.
Dion sudah lebih dulu kembali, kini tinggalah Rain bersama Radit.
Rain melihat wajah sendu Radit, namun ia juga tak punya hak untuk melarang Radit bersedih.
Berat memang berpisah dengan orang yang dicintai, apalagi orang itu menikah dengan sepupunya sendiri, sekalipun masalalu itu ia coba kubur dalam-dalam.
Haloo readers terima kasih yang sudah mampir, jangan lupa like komen dan Vote nya ya...
agar author lebih semangat up nya lagi😊
__ADS_1