Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 103


__ADS_3

Mereka sudah sampai di tempatnya masing-masing. Zira di butik, Ziko dan Kevin di kantor.


Pintu ruangan Kevin di ketuk. Di depan pintu ada penanggung jawab HRD ibu Mery.


" Permisi Pak." Ucap ibu Mery ketika berada di dalam ruangan Kevin.


" Ya silahkan duduk."


Ibu Mery langsung duduk ketika di persilahkan Kevin.


" Ini beberapa lamaran yang masuk


kemaren." Ucap bu Mery sambil menyerahkan beberapa lamaran pekerjaannya.


Kevin melihat beberapa lamaran yang di serahkan wanita paruh baya itu. Dia memperhatikan detail setiap lamaran yang masuk.


" Total lamaran yang masuk ada 50 Pak, dan itu baru sehari." Ucap ibu Mery menjelaskan


Kevin masih melihat-lihat kertas tersebut.


" Baik kamu tutup lowongan sampai besok. Tinggalkan ini di sini." Ucap Kevin sambil menunjuk lamaran di mejanya.


***


Di tempat yang lain.


Suara ponsel berbunyi.


" Ya halo."


" Halo Kia? Ini aku." Ucap seseorang dari ujung telepon.


" Ya ada apa." Tanya Kia cepat tidak semangat.


" Aduh kamu kenapa tidak semangat gitu sih. Ayo dong semangat aku ada informasi penting nih buat kamu."


" Apa." Tanya Kia penasaran.


" Apa kamu sudah melihat info lowongan di salah satu akun. Di sana di sebutkan Raharsya group lagi membuka lowongan dengan posisi sebagai sekertaris."


" Ah yang benar? Terus hubungannya denganku apa? Aku kan sudah bekerja."


" Kia dari dulu kamu ingin bekerja di perusahaan itu sekaranglah waktunya."


Kia diam beberapa detik. Memang dari dulu dia ingin bekerja di Raharsya group hampir semua orang mendambakan bekerja di perusahaan itu. Sekarang dia bekerja di salah satu perusahaan tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan Raharsya group.


" Apa kriterianya." Tanya Kia lagi.


" Punya pengalaman di bidangnya minimal 5 tahun, menguasai 5 bahasa asing, jujur dan mau bekerjasama."


Kia diam lagi. Memang dia mempunyai kriteria itu semua. Walaupun dia bekerja di perusahaan yang tidak terlalu bonafit kalau untuk adu skill Kia tidak di ragukan lagi.


" Pasti saingannya banyak nih." Kia agak merasa minder.

__ADS_1


" Ayo aku tau kamu pasti bisa. Jangan putus semangat belum perang kamu sudah mundur."


" Kamu tidak sedang memanfaatkan ku


kan." Tanya Kia curiga.


" Oh tidak tentu tidak, aku hanya ingin kamu memenuhi impianmu bekerja di sana."


" Bagaimana kalau seandainya aku tidak di terima? Dan aku juga pasti akan jadi pengangguran." Ucap Kia agak ragu.


" Begini saja kamu kirim saja dulu lamaran kamu lewat email. Kalau seandainya kamu di hubungi dari pihak perusahaan itu, kamu ijin saja dulu. Dan kalau sudah benar-benar keterima baru deh keluar."


Kia memikirkan setiap ucapan temannya. Teman masa kecilnya. Gaji di Raharsya group memang jauh berbeda dengan perusahaan lain, mereka bisa menawarkan gaji 5 kali lipat jika pegawai mempunyai potensi.


Akhirnya panggilan tersebut terputus. Kia mulai mengirim lamaran lewat email.


***


Di tempat lain.


" Hahahaha aku memang tidak bisa masuk ke dalam gedung itu tapi aku bisa mengirim orang untuk merusak rumah tanggamu." Ucap Sisil tertawa senang.


Sisil merasa senang dia merencanakan sesuatu di luar pikiran orang lain. Dia akan memanfaatkan Kia untuk menjalankan permainannya. Dan permainan itu belum di ketahui oleh Kia sama sekali.


Kembali ke Gedung Raharsya group.


Kevin menyerahkan ke Ziko beberapa lamaran yang telah di antar bu Mery sebelumnya.


" Ini ada 50 pelamar yang ingin bergabung di perusahaan kita." Ucap Kevin sambil menyerahkan beberapa berkas lamaran.


" Aku serahkan semua kepadamu. Kamu seleksi lagi sesuai kriterianya. Dan lakukan test untuk mereka yang telah lulus


seleksi." Ucap Ziko tegas.


Kevin menganggukkan kepalanya dia hendak pergi meninggalkan ruangan bosnya.


" Tunggu." Ucap Ziko.


Kevin yang sedang memegang handle pintu langsung berbalik cepat dan berjalan mendekati meja kerja bosnya.


" Hemmmm bagaimana dengan kursus bahasa Inggris, apakah kamu sudah mencarinya." Tanya Ziko cepat.


" Sudah Tuan. Kursus itu merupakan kursus kilat dalam 15 hari mereka bisa menjamin akan mahir berbahasa Inggris." Ucap Kevin menjelaskan.


Ziko diam sambil memikirkan sesuatu.


" Berapa orang dalam satu kelas." Tanya Ziko lagi.


" Sepuluh sampai lima belas orang."


Ziko mengernyitkan dahinya seperti sedang berpikir.


" Aku tidak suka kalau satu kelas sampai ada banyak orang. Buat private saja." Perintah Ziko.

__ADS_1


" Maaf tuan kenapa harus private? Saya khawatir kalau private nanti nona Zira bosan." Ucap Kevin menjelaskan.


" Jadi maksud kamu istriku harus gabung dengan orang lain. Bagaimana kalau didalam kelas itu laki-laki semua." Ucap Ziko sedikit teriak.


Tuan sampai segitunya anda memikirkannya. Lebih baik Tuan saja yang mengajarkan Nona bahasa Inggris secara private di kamar pasti lebih seru.


Kevin tersenyum-senyum. Dan Ziko memperhatikan tingkah asistennya yang aneh.


" Kenapa kamu tersenyum." Tanya Ziko cepat.


" Enggak tuan saya hanya memikirkan kalau untuk private bahasa Inggris kenapa tidak tuan saja yang langsung mengajarkan Nona Zira. Menurut saya lebih bagus." Ucap Kevin menjelaskan masih tetap tersenyum.


" Enggak jangan, aku tidak mau jadi gurunya kamu tau kan istriku itu, bisa-bisa malah aku yang di ajarkan kosa kata anehnya itu." Gerutu Ziko.


Kevin tertawa kecil.


" Lagian asal kamu tau, aku juga sedang mengajarkan kungfu kepadanya." Ucap Ziko sambil tersenyum licik.


Kevin merasa heran dan dia mengerutkan pangkal hidungnya.


" Maaf tuan sejak kapan anda belajar beladiri kungfu setau saya beladiri yang anda kuasai taekwondo dan karate." Ucap Kevin bingung.


" Sudahlah, cepat kamu menikah pasti kalau menikah kamu akan bisa menguasai beberapa jurus kungfu." Ucap Ziko datar sambil menyuruh Kevin keluar ruangannya.


Kevin meninggalkan ruangan tapi masih mencoba mencari arti dari ucapan bosnya. Karena semenjak bosnya menikah dengan Zira perbendaharaan kata Ziko juga bertambah.


Hari menjelang siang waktunya makan siang. Zira belum datang ke kantor suaminya. Ziko sudah menunggunya dengan gelisah. Dia mencoba menghubungi nomor istrinya.


Ziko mengambil ponselnya dari atas meja dan memilih daftar kontak dari ponselnya. Dia memilih istriku.


" Ya halo." Ucap Zira setelah ada panggilan masuk.


" Kamu dimana." Tanya Ziko cepat.


" Di Planet." Jawab Zira cepat sambil mendesain beberapa gaun di atas kertas putih.


" Aku serius." Bentak ziko.


" Udah tau aku di butik masih tanya juga." Jawab Zira ketus tetap fokus dengan pekerjaan.


Zira meletakkan ponselnya di samping pipi dan bahu kirinya.


" Kenapa kamu enggak datang ke sini." Tanya Ziko cepat.


" Kenapa? Apakah kamu rindu suamiku tersayang." Goda Zira sambil cekikikan.


Ziko mulai menarik nafasnya dengan kasar dan mengeluarkannya kembali.


" Aku mau makan." Ucap Ziko tenang.


" Ya makan makan saja kenapa lapor ke aku." Ucap Zira jutek.


Zira memang lagi sibuk karena gara-gara Ziko yang telah memborong semua pakaian di butiknya. Untuk mengisi rak-rak baju di butik dia harus mengerjakan semua desainnya dengan cepat. Agar rak-rak itu terisi kembali. Memang masih ada beberapa pakaian yang masih di gantung tapi tidak terlalu banyak.

__ADS_1


" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih "


__ADS_2