Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 436 (S2)


__ADS_3

Kevin dan Menik sedang bersiap-siap di kamar. Mereka sedang mengecek ulang segala kebutuhan yang di bawa selama di luar negeri. Pintu kamar di ketuk, Kevin membukakan pintu. Ada nyonya Paula di depan kamarnya.


"Boleh mama masuk." Ucap nyonya Paula.


"Masuklah." Ucap Kevin.


Nyonya Paula duduk di pinggir kasur.


"Ros, nanti selama di sana sering-sering layani suami kamu."


Menik mengerutkan dahinya.


"Maksud mama, sering berhubungan." Ucap nyonya Paula malu.


"Apa!" Menik kaget, dia tidak menyangka mama mertuanya mau mengatakan hal itu kepadanya. Pipinya langsung merona merah.


"Mama kenapa berkata seperti itu sama Menik, dia malu ma." Ucap Kevin.


"Mama pengen kalian pulang dengan membawa kabar gembira untuk mama, yaitu sebuah kehamilan." Ucap nyonya Paula.


"Mama doakan saja semuanya berjalan lancar." Ucap Kevin. Tiba-tiba ada Jesy yang sedang berdiri di depan pintu.


"Kak, taksinya udah datang." Ucap Jesy.


"Baiklah ma, kami berangkat." Ucap Kevin sambil menurunkan koper mereka ke lantai satu. Di depan rumahnya sebuah taksi warna biru sedang menunggu mereka.


Setelah saling peluk dan berpamitan keduanya Kevin, Menik naik ke taksi. Jalan raya begitu padat, banyak kendaraan bermotor yang memadati.


Perjalanan ke bandara biasanya menghabiskan waktu tiga puluh menit. Karena padatnya lalu lintas mereka tiba dalam waktu empat puluh lima menit.


Supir taksi menurunkan koper mereka. Kevin memberikan beberapa lembar uang untuk si supir. Di pintu keberangkatan ada petugas bandara yang sedang memeriksa tiket para penumpang. Sebelum masuk ke dalam bandara petugas memeriksa satu persatu tiket para penumpang. Kevin dan Menik memilih jalur khusus, untuk penumpang kelas bisnis dan vip ada jalur khusus.


Tapi prosedur dan pelaksanaannya tetap seperti kelas ekonomi.


Setelah prosedur selesai di ikuti. Kevin dan Menik menunggu di ruang tunggu khusus kelas bisnis.


Untuk penumpang kelas bisnis maupun vip mendapatkan pelayanan khusus. Selama menunggu mereka di suguhkan minuman dan makanan. Kevin memperhatikan raut wajah istrinya yang sedikit pucat.


"Kenapa." Ucap Kevin.


"Aku takut naik pesawat. Ini pertama kalinya aku naik pesawat." Ucap Menik jujur.


Mendengar ucapan istrinya Kevin terharu. Dia merasa kasihan dengan hidup Menik.


"Jangan takut ada aku yang selalu berada di sisimu. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu." Ucap Kevin sambil mengecup punggung tangan istrinya.


"Perhatian, para penumpang pesawat Capung dengan nomor pernerbangan cling tujuan Perancis di persilahkan naik ke atas pesawat udara melalui pintu Asik."


"Attention, passengers of the Dragonfly plane with the flight number Cling to France are invited to board the aircraft through the Asik door."

__ADS_1


Kevin dan Menik masuk ke dalam pesawat. Mereka mendapatkan pelayanan khusus dari pramugari. Setelah semua penumpang naik, para pramugari dan pramugara mempraktekkan cara memakai seat belt, pelampung dan lain sebagainya. Menik memperhatikan dengan cukup cermat. Dia mencoba mengulang-ngulang cara membuka dan memasang seat belt.


Pesawat sudah mulai take off, Menik merasa tegang dia ketakutan bukan main. Saking takutnya wajahnya sampai pucat. Kevin menenangkan istrinya dengan cara memeluk dan mengajaknya mengobrol. Dia mencoba mengalihkan pikiran Menik dengan yang lainnya.


"Apa saja yang kamu bawa?" tanya Kevin mengalihkan pikiran Menik.


"Pakaian yang aku perlukan selama di sana, sama minyak angin." Ucap Menik polos.


"Minyak angin?" Kevin bingung.


"Iya, untuk jaga-jaga mana tau aku mual." Ucap Menik polos.


"Kamu tidak bawa seragam sekolah lagi kan?" Tebak Kevin.


"Bawa." Ucap Menik jujur.


"Apa! kenapa masih di bawa. Nik kita ke luar negeri." Gerutu Kevin.


"Yang bilang ke sekolah siapa." Jawab Menik santai.


Menik diam sesaat, dia melihat dari balik jendela pesawat.


"Wah kita sudah di atas langit, tapi kenapa aku mual ya." Ucap Menik.


"Kamu mau muntah?" tanya Kevin.


Kevin langsung membuka seat belt istrinya dan membawa wanita itu ke toilet. Dia mengajarkan cara membuka keran dan menutup keran. Setelah cukup yakin. Kevin memerintahkan Menik untuk menutup pintu toilet. Dia menunggu di depan toilet. Hampir lima belas menit Kevin berdiri di depan toilet. Karena khawatir dia menggedor pintu toilet.


"Nik buka." Ucap Kevin. Pintu di buka dari dalam, dan sebagian kepala Menik keluar. Melihat penampilan istrinya yang basah Kevin melongo.


"Kamu kenapa." Ucap Kevin panik.


"Aku lupa cara menutup kerannya." Ucap Menik jujur.


"Terus, sekarang." Ucap Kevin lagi dari balik pintu.


"Udah bisa tapi bajuku basah semua." Ucap Menik sambil membuka pintu dan menunjukkan bajunya yang basah kuyup.


"Aku akan ambilkan baju untukmu. Kamu jangan keluar dari toilet." Ucap Kevin sambil berlalu mengambil tas yang ada pakaian gantinya. Kemudian dia berbalik lagi ke toilet sambil membawa tas yang berisi pakaian ganti.


Tok tok tok


"Nik, ini aku." Ucap Kevin. Menik membuka pintu toilet. Kevin langsung menyerahkan tas yang berisi pakaian. Setelah beberapa menit, Menik keluar dari toilet dengan mengenakan pakaian yang kering yaitu berupa celana setan dengan kaos panjang berwarna putih.


Kevin sudah memesankan minuman hangat untuk istrinya. Dia tidak mau istrinya sakit. Karena kalau sakit bakal gagal honey moonnya.


"Berbaringlah." Ucap Kevin.


Ketika berbaring Kevin melihat ada yang aneh dari dada istrinya.

__ADS_1


"Nik, kenapa dadamu basah." Ucap Kevin bingung.


Menik melihat dadanya yang basah.


"Kamu baru menyusui siapa." Ucap Kevin langsung.


"Enak saja menyusui, braku basah. Aku lupa meletakkan bra di dalam tas pakaian ganti. Semuanya ada di koper. Jadi aku pakai saja yang basah ini." Ucap Menik jujur.


"Kamu bisa sakit Nik." Ucap Kevin khawatir.


"Ya mau gimana lagi, mending pakai yang basah dari pada tidak sama sekali." Ucap Menik jujur.


"Nanti kalau susumu basi bagaimana? Apa kamu tidak kasihan sama bayi besarmu ini." Ucap Kevin genit.


Mendengar kata susu basi, Menik langsung menutup dadanya. Dia khawatir akan serangan mendadak dari Kevin nantinya.


"Jangan pikir yang aneh-aneh." Ucap Menik.


Pesawat yang menerbangkan mereka untuk sampai ke perancis kurang lebih enam belas jam lima belas menit. Mereka bisa menghabiskan waktu untuk tidur ataupun untuk menonton.


***


Malam hari di kediaman pasangan double Z. Setelah melakukan rutinitas makan malamnya mereka menghabiskan waktu di kamar untuk menonton televisi ataupun sekedar bersenda gurau.


"Apa kepala si Kevin sudah di gundul habis?" tanya Zira.


"Sudah, malah kami seperti kembar." Ucap Ziko.


"Memang kalian kembar, gimana reaksi Menik ya." Ucap Zira.


Ziko mengangkat kedua bahunya dengan arti tidak tau.


"Aku tidak bisa membayangkan malam pertama mereka." Ucap Ziko.


"Enggak usah di bayangin, nanti kamu pengen." Ucap Zira.


"Kamu memang istri yang paham akan kemauan suaminya, cus ah." Ucap Ziko.


"Ogah." Ucap Zira menolak.


"Kenapa." Ziko heran.


"Pertama aku enggak mau berhubungan sama pria gundul kesannya aku sedang bermesraan sama tuyul. Yang kedua, gundulmu itu merusak pemandanganku, licinnya melebihi porselen lantai.


Ziko mendengus kesal, dia selalu saja di ejek istrinya. Dari tuyul, upin, jarum pentul, bola lampu, bola bekel yang terakhir porselen lantai.


Bersambung.


Mohon dukungannya dengan memberikan vote yang banyak untuk kedua karya author "Menikah Karena Ancaman" dan "Love of a Nurse"

__ADS_1


__ADS_2