Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 414 (S2)


__ADS_3

🌹Vote


Cara vote.


Kumpulkan poin di pusat misi, buka poin pada profilku. Selesaikan semua tugas, jika tugas sudah selesai kalian bisa vote author sebanyak mungkin. Dan vote bisa di lakukan setiap hari selama poin kalian ada, terimakasih.


Selamat Membaca.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Semua keluarga sudah bersiap untuk berangkat ke tempat acara berlangsung.


"Apa semua hantaran sudah di bawa?" Ucap Kevin gugup.


"Sudah kak." Ucap Jesy sambil menunjukkan bawaannya. Semua hantaran di masukkan ke dalam box, isinya perlengkapan Menik. Dari dalaman yang sudah di bentuk dan di hias sedemikian rupa. Alat-alat make up sampai sepatu dan tas bermerk juga ada.


"Tenang Vin." Ucap dokter Diki sambil menepuk pundak Kevin.


Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung menuju hotel bintang lima. Jalanan sedikit macet karena banyak para pekerja yang pulang kerja.


Di hotel.


Menik duduk di pinggir kasur, adiknya Bima menghampirinya.


"Kakak kenapa?" tanya Bima.


"Kakak sedih. Kalau kakak menikah bagaimana denganmu, siapa yang akan menyiapkan makanan untukmu. Siapa yang mengurusmu." Ucap Menik bersedih sambil meneteskan air matanya.


Bima mengusap air mata kakaknya dengan tisu.


"Kakak, aku sudah besar. Aku bukan bima yang dulu. Jangan mengkhawatirkan ku. Doakan saja aku cepat menyusul seperti kakak." Ucap Bima.


"Ha? Apa kakak enggak salah dengar? Memangnya kamu sudah ada kekasih?" tanya Menik.


"Belum ada sih, nanti kalau kakak sudah menikah aku baru mulai memikirkan kakak." Ucap Bima.


"Memangnya kenapa? Kakak tidak pernah melarangmu untuk mempunyai kekasih." Ucap Menik.


"Kakak memang tidak pernah melarangku tapi aku yang tidak mau, kalau seandainya aku punya kekasih pasti perhatianku akan terbagi."


"Oh so sweet." Menik mengacak rambutnya.


Pintu kamar di ketuk. Bima membuka pintu kamar.


"Mas, acara akan segera berlangsung. Calon pengantin pria sudah mau sampai." Ucap panitia acara.


"Baik terima kasih." Bima menghampiri kakaknya.

__ADS_1


"Kak sudah waktunya kita turun."


Menik beranjak dari kasur dan melangkahkan kakinya ke luar kamar. Dia memegang erat lengan adiknya, mereka berjalan beriringan. Suasana di bawah sudah ramai oleh tamu undangan. Menik menunggu di salah satu tempat. Sampai namanya di panggil baru dia di izinkan masuk ke dalam tempat acara.


Rombongan calon pengantin pria sudah tiba. Pembawa acara membuka acara. Sambutan oleh keluarga pria dan mengutarakan maksud kedatanganya.


"Saya selaku wali dari calon pengantin pria datang ke sini bermaksud untuk melamar keponakan bapak." Ucap papanya Jasmin.


Kevin memperkenalkan semua anggota keluarganya dari papanya, mamanya dan Zelin sampai keluarga Jasmin juga di perkenalkannya.


Kemudian di lanjutkan dengan memperkenalkan keluarga calon pengantin wanita. Walaupun Menik tidak mempunyai keluarga dan hanya Bima keluarga kandungnya. Keluarga Raharsya tetap memperkenalkan keluarganya sebagai keluarga calon pengantin wanita.


Setelah itu keluarga calon pengantin pria di izinkan masuk sekaligus mempersilahkan duduk. Pihak kelurga wanita dan keluarga pria duduk saling berhadapan, jarak antara keluarga duduk kurang lebih tiga meter. Kevin tidak memperhatikan ada Menik di situ. Seharusnya wanita itu duduk di sebelah Bima, tapi wanita itu belum kelihatan. Sebagai calon pengantin pria Kevin penasaran dengan calon pengantin wanita.


Dia melebarkan pandangan ke sekeliling ruangan tapi Menik tidak ada.


Sampai pembawa acara memanggil nama calon pengantin wanita. Dan Menik keluar dengan di dampingi Zira dan Zelin. Kevin tersenyum lebar, calon istrinya begitu cantik, dia mengenakan kebaya kuning dengan rambut di sanggul membuat tampilannya terlihat anggun.


Menik duduk tepat di hadapan Kevin sambil menundukkan kepalanya.


"Sepertinya calon pengantin pria sudah tidak sabar. Dan itu terbukti dari tatapan sang pria kepada wanita." Goda pembawa acara.


Semua yang ada di dalam ruangan itu tertawa, pembawa acara berhasil membuat suasana sedikit rileks. Setelah melakukan serangkaian acara tiba waktunya ibunda dari calon pengantin pria menyematkan cincin untuk Menik. Cincin itu sengaja di beli nyonya Paula untuk calon mempelai wanita.


Kemudian pihak keluarga melalukan pembicaraan mengenai rencana pernikahan. Akhirnya kesepakatan di ambil, pernikahan Kevin dan Menik akan berlangsung dua bulan lagi. Karena pada bulan itu bertepatan dengan tanggal lahir Kevin. Jadi mereka menyamakan tanggal pernikahan dengan tanggal lahir Kevin.


Tidak ketinggalan Zira dan Ziko ikut berfoto bersama calon pengantin pria dan wanita.


"Selamat ya Vin, akhirnya predikat jomblomu lepas dan predikat itu masih melekat pada si Diki." Ucap Ziko.


"Terimakasih tuan." Ucap Kevin.


"Selamat untuk kalian berdua, dan jangan lupa pada saat malam pertama akan ada yang patroli." Ucap Zira.


"Nona?" Ucap Kevin.


Zira hanya tertawa, dia senang dapat mengerjai Kevin. Ziko membisikan sesuatu ke telinga asistennya.


"Aku berani bertaruh pasti malam pertama kamu akan gagal." Ucap Ziko.


"Ah itu perasaan tuan saja, kalau saya bisa melakukannya pada saat malam itu bagaimana." Bisik Kevin.


"Aku yakin tidak, menurut pengalamanku akan ada drama nantinya." Bisik Ziko.


"Drama?" Kevin bingung dari raut wajahnya dia seperti minta penjelasan kepada bosnya.


"Ok aku akan menjelaskan sesuatu kepadamu dan ini rahasia. Pada saat malam setelah resepsi aku tidak bisa mendapatkan hak ku sebagai suami." Ucap Ziko.

__ADS_1


"Kenapa?"


" Karena istriku ngojek." Ucap Ziko.


"Ngojek? Bagaimana mungkin nona Zira ngojek, kapan istri tuan mendaftar sebagai ojek online."


"Bukan ngojek itu maksudku. Tapi istriku pada saat malam pertama berpenampilan seperti tukang ojek. Dia tidur mengenakan jaket tebal dan celana jeans." Ucap Ziko.


"Ah tuan salah, nona Zira bukan ngojek tapi mungkin dia lagi kedinginan." Ucap Kevin.


"Kedinginan dari mananya, dia mengenakan kacamata hitam, memang istriku tidak pakai helm. Dan tidak mungkin dia kedinginan, pada saat itu ac aku matikan dengan harapan istriku melepaskan semua perlengkapannya, nyatanya tidak. Kuat banget pendiriannya salut aku sama istriku. Sampai segitunya menjaga kehormatannya." Ucap Ziko.


Kevin mengerutkan dahinya ternyata malam pertama bosnya tidak selancar jalan tol tapi penuh perjuangan.


"Semoga saya tidak mengalami hal yang sama dengan tuan. Karena kami saling mencintai kalau tuan pada saat dulu belum ada rasa apapun kepada nona Zira." Ucap Kevin.


"Ya kamu benar memang dulu kami belum ada perasaan sama sekali. Dan semoga saja kamu tidak mengalami drama, tapi kalau aku boleh kasih saran lebih baik kamu waspada ingat calon istrimu sepupu kapten Amerika, bisa jadi si kapten datang." Ucap Ziko menakuti.


Kevin mangut dan setuju dengan ide bosnya untuk selalu waspada. Dokter Diki ikut bergabung dengan Ziko dan Kevin.


"Selamat Vin, semoga rencana kalian lancar sampai hari H." Ucap dokter Diki sambil menyalami Kevin.


"Dia sudah, kamu kapan?" Ucap Ziko.


"Tunggu saja tanggal mainnya." Ucap dokter Diki.


"Memangnya kamu sudah ada gebetan?" tanya Ziko.


"Itu." Ucap dokter Diki menunjuk kearah Jasmin dengan sorot matanya.


Ziko menatap kearah Kevin. Kenapa dunia begitu besar bisa jadi kecil dimana dokter Diki bisa menyukai Jasmin padahal masih banyak wanita di dunia ini tapi teman kecil Kevin yang di pilih itu pikirnya.


"Ya sudah tunggu apa lagi. Lamar saja sekarang mumpung orang tuanya ada." Ucap Ziko.


Dokter Diki melihat kearah Ziko. Dia heran bagaimana temannya tau kalau itu orang tuanya Jasmin.


"Bagaimana kamu bisa tau kalau itu orang tuanya Jasmin? Apa kamu pernah bertemu dengan orangtuanya?" tanya dokter Diki.


Ziko dan Kevin saling pandang, tidak mungkin mereka bilang kalau Jasmin pernah di jodohkan dengan Kevin. Mereka tidak ingin membuat Diki kecewa. Jika dokter itu tau kalau Jasmin pernah suka sama Kevin pasti dokter Diki akan kecewa dan bisa di pastikan pria itu akan menjomblo terus.


Bersambung.


Ig. anita_rachman83.


AUTHOR ADA KARYA BARU YANG BERJUDUL


" LOVE OF a NURSE", CERITANYA PENUH KEJUTAN DAN MENDEBARKAN HATI. PENASARAN???

__ADS_1


__ADS_2