
Sisil memberhentikan mobil di depan sebuah club malam, club malam bukan hal yang asing baginya, dia sering mendatangi beberapa club malam, menurutnya tempat tersebut merupakan tempat yang menyenangkan.
Terlihat seorang DJ dengan lihai memainkan alatnya sehingga menghasilkan musik yang bisa membuat setiap orang ingin bergoyang.
Mereka sangat menikmati musik yang di mainkan sang DJ, semua pengunjung club menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mengikuti irama musik.
Sisil berjalan menuju meja bartender, dia memesan minuman yang biasa diminumnya.
"Berikan aku vodka." Ucap Sisil.
Tidak butuh waktu lama seorang pramutama bar sudah menyajikan minuman tersebut.
Sisil meminumnya dengan sekali teguk.
"Lagi." Ucap Sisil sambil menyerahkan gelasnya kearah pramutama.
Seorang pramutama bar dengan cepat langsung menyajikannya kembali.
Lagi-lagi Sisil meminumnya dengan sekali teguk.
Seorang pria datang mendekatinya.
"Halo nona, sendiri aja nih." Ucap si pria.
Sisil masih dengan minumannya, dia tidak menghiraukan pria tersebut.
__ADS_1
"Halo nona apakah aku tidak mengganggumu." Tanya si pria.
"Kenalkan namaku Bram." Ucap si pria sambil mengulurkan tangannya.
Sisil melirik pria tersebut.
"Namaku Sisil." Jawab Sisil sambil menyambut tangan si pria.
"Kamu sama siapa ke sini." Tanya pria itu lagi.
"Aku sama satu kampung ku kesini." Jawab Sisil yang sudah mulai mabuk.
"Aku ingin bersenang-senang, apakah kamu mau bersenang-senang denganku." Ucap Sisil lagi.
"Mari aku tunjukkan caranya bersenang-senang." Ucap pria tersebut sambil menarik tangan Sisil.
"Apakah kamu senang." Tanya si pria sambil sedikit berteriak, karena suara musik yang cukup kencang membuatnya berbicara sedikit tidak normal.
Sisil hanya menganggukkan kepalanya dan menggoyangkan semua anggota tubuhnya.
Pria tersebut mengubah posisinya dari depan ke belakang, tangannya memegang pinggang Sisil, mereka goyang tak tentu arah, sesekali junior si pria menempel pada bagian belakang Sisil.
"Kamu mau merasakan senang yang sesungguhnya." Ucap si pria sambil berbisik ke telinga Sisil.
Pria tersebut membawa Sisil ke lantai atas di mana terdapat beberapa kamar di sana.
__ADS_1
Mereka berdua memasuki kamar yang berada dilantai atas. Mereka melakukan pergumulan di sana layaknya sepasang suami istri, padahal mereka belum saling mengenal satu sama lain, tidak ada rasa sungkan sama sekali.
Mereka saling menikmati satu sama lain, mereka terlelap satu sama lain setelah melakukan aksi yang cukup panjang di atas kasur.
***
Di hotel
Nyonya Amel sedang duduk di pinggiran tempat tidur, Zelin datang menghampirinya.
"Ma aku boleh tanya." Ucap Zelin.
"Hemmmmm ada apa." Jawab mamanya.
"Mama jangan marah ya." Tanya Zelin lagi.
Nyonya Amel hanya menganggukkan kepalanya.
"Kenapa mama memilih kak Zira untuk jadi istri kak Ziko, apa alasan mama." Tanya Zelin.
Nyonya Amel diam beberapa saat seperti sedang memikirkan sesuatu kemudian dia menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Baiklah Zelin, mama akan cerita." Ucap nyonya Amel sambil menatap anaknya.
"Mama sudah mengenal Zira beberapa bulan yang lalu, awal mula mama bertemu dengannya di panti asuhan amal bakti. Pada saat mama bertemu dengannya, mama tidak sedikitpun menghiraukannya apalagi meliriknya, tetapi setiap mama datang ke panti, mama selalu mendapati dirinya ada di sana yang sedang bermain dengan anak-anak panti." Ucap Nyonya Amel sambil memandang ke langit-langit kamar hotel.
__ADS_1
"like komen dan vote yang banyak ya, terimakasih."