Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 37


__ADS_3

Zira ingin tertawa mendengar ucapan Sisil, menurutnya Sisil orang yang sangat munafik.


"Apakah kamu tidak ada rancangan yang lain." Ucap Sisil.


"Kalau untuk rancangan harus memesan terlebih dahulu dan saya tidak bisa merancang dengan waktu yang singkat." Jawab Zira.


"Kapan kamu memerlukannya." Tanya Zira.


"Besok, besok adalah acaranya. Bagaimana, apakah kamu bisa merancang untukku." Tanya Sisil.


"Oh maaf nona Sisil aku tidak bisa merancang dalam waktu yang sangat singkat, kamu bisa lihat." Ucap Zira sambil menunjukkan rancangan yang masih banyak di mejanya.


"Ini adalah rancangan yang harus saya selesaikan, mereka sudah pesan 6 bulan yang lalu." Zira berusaha menjelaskan.


"Oh tidak." Sisil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Apa yang harus aku lakukan." Ucap Sisil panik.


Melihat Sisil yang sudah panik, Zira berusaha menenangkannya.


"Begini saja nona Sisil, saya ada merancang beberapa gaun dan telah selesai di jahit. Kamu bisa melihat lihat dulu, mana tau ada yang cocok." Ucap Zira menenangkannya.


"Baiklah, aku akan melihat-lihat dulu."

__ADS_1


Sisil menuruni tangga menuju lantai 2, dia di dampingi Lina.


Dia mengelilingi lantai itu, lantai 2 merupakan tempat pakaian -pakaian pesta atau gaun di letakkan.


Setelah mengelilingi lantai 2, dia menjatuhkan pilihannya pada gaun yang berwarna grey, gaun panjang dengan lengan pendek. Bagian punggungnya terbuka membentuk huruf V, dan bagian depan yang sedikit jatuh.


"Aku mau coba yang ini." Sisil menunjukkan gaun yang di pilihnya kepada Lina.


"Silahkan nona mencobanya di fitting room." Lina mempersilahkan tamunya.


Setelah mencobanya, Sisil tersenyum puas. Dia memandang dirinya di dalam kaca yang terlihat seksi.


"Pintar juga dia merancang, ini juga tidak kalah bagus dari rancangan yang kemaren." Gumam Sisil pelan.


Lina berjalan menaiki tangga menuju lantai 3, dia menuju ruangan Zira.


Ruangan Zira tidak di tutup jadi Lina bisa langsung masuk tanpa harus mengetuknya.


"Mbak, nona Sisil menjatuhkan pilihannya pada gaun yang berwarna grey, yang belakangnya terbuka." Ucap Lina cepat.


" Bagus kalau begitu, dia akan terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu." Zira menjawab dengan santai sambil tetap fokus dengan kerjaannya.


"Mbak boleh tanya." Lina memberanikan diri untuk bertanya.

__ADS_1


"Hemmm, ada apa?" Zira meletakkan pensilnya di meja dan melihat ke arah yang punya suara.


"Maaf ya mbak, mbak bisa merancang untuk Nyonya Amel dalam waktu satu hari, kenapa nona Sisil tidak bisa." Lina bertanya penuh selidik.


"Begini alasannya, alasan saya bisa merancang pakaian Keluarga Raharsya dalam waktu 1 hari, karena kekuasaan Keluarga Raharsya, dan kamu juga yang bilang kan, kalau sampai melakukan kesalahan pasti bisa di pastikan butik ku akan dihancurkan."


Lina manggut-manggut mengerti dengan ucapan Zira.


"Nah kalau untuk nona Sisil kenapa saya tidak mau merancang, satu dia sudah membatalkan secara sepihak, kedua saya tidak suka dengan orang yang Munafik , sampai sini paham kan." Zira menjelaskan dengan cermat kepada Lina.


"Bisa saja mengusirnya tapi saya masih punya hati. Apalagi melihat tingkahnya yang angkuh, aduh pengen rasanya aku kasih cabe setan mulutnya."


Lina dan Zira tertawa bersamaan.


"Sepertinya besok saya tidak datang ke butik, saya serahkan butik kepadamu." Ucap Zira sambil memegang pundak Lina.


Lina menganggukkan kepalanya.


"Memangnya besok mbak mau kemana." Tanya Lina.


"Besok saya ada undangan pesta di dua tempat, dan besok pasti jalanan macet karena weekend. Jadi saya memutuskan untuk tidak datang ke butik." Ucap Zira menjelaskan.


"Hello readers maaf jika ada typo, like episode favorit kalian ya, dan komen yang banyak ya, terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2