Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 413 (S2)


__ADS_3

🌹Vote


Cara vote.


Kumpulkan poin di pusat misi, buka poin pada profilku. Selesaikan semua tugas, jika tugas sudah selesai kalian bisa vote author sebanyak mungkin. Dan vote bisa di lakukan setiap hari selama poin kalian ada, terimakasih.


Selamat Membaca.


***


Hari yang di nantikan tiba. Hari ini adalah hari lamaran antara Kevin dan Menik. Sebuah hotel berbintang telah di pilih event organizer untuk melaksanakan acara tersebut.


Para kru event telah menghias sebuah ruangan yang ukurannya tidak terlalu besar. Ruangan itu bisa menampung kurang lebih seratus orang. Seperti permintaan Menik ruangan itu telah di sulap menjadi taman bunga. Dimana bunga-bunga segar telah memenuhi setiap sisi ruangan. Di desain secara apik membuat para keluarga maupun tamu undangan yang ikut dalam acara itu merasa betah.


Pihak keluarga Raharsya yang di tunjuk sebagai keluarga calon mempelai wanita sedang bersiap di kamar hotel. Mereka memesan beberapa kamar untuk acara lamaran itu.


Nyonya Amel sengaja menyewa jasa seorang make up artis untuk menghias Menik dan keluarganya.


Menik mengenakan kebaya dengan berwarna kuning di padu padankan dengan kain batik. Sedangkan keluarga Raharsya mengenakan kebaya berwarna kunyit, warna itu sengaja di pilih Zira agar mereka terlihat seperti sebuah keluarga seutuhnya dengan Menik.


Bisa saja Zira memberikan warna kuning untuk keluarganya tapi dia tidak melakukannya, karena jika warna kebaya mereka sama dengan calon pengantin akan tidak memberikan kesan wah pada Menik. Karena yang harus menjadi pusat perhatian pada acara itu adalah Menik.


Rambut Menik yang hitam panjang di sanggul modern dan di berikan beberapa bunga di rambutnya agar memperindah tampilannya.


"Kamu cantik sekali." Puji nyonya Amel.


"Terima kasih tante." Ucap Menik.


Nyonya Amel memperhatikan tingkah Menik yang gugup.


"Kamu kenapa?" Ucap nyonya Amel.


"Saya deg-degan." Ucap Menik jujur.


Mendengar ucapan Menik wanita paruh baya itu tersenyum.


"Apa normal kalau saya merasa deg-degan seperti ini?" Tanya Menik.


"Tentu sayang, semua pasti mengalami namanya gugup dan cemas. Cemas memikirkan acaranya apakah akan berlangsung dengan lancar atau tidak. Kamu tidak perlu mencemaskan apapun. Semuanya pasti akan berjalan lancar sesuai dengan harapan kita." Ucap nyonya Amel menenangkan Menik.


"Betul sekali, kamu tidak perlu mencemaskan apapun, semuanya akan terlaksana." Timpal Zira.


Nyonya Amel meninggalkan Menik, karena waktunya wanita paruh baya itu di rias. Zira telah di rias. Dia tidak kalah cantiknya dengan calon pengantin wanita.


"Kamu cantik sekali." Puji Zira.


"Terima kasih, nona juga cantik." Puji Menik balik.


"Aku memang cantik tapi lebih cantik kamu." Ucap Zira.

__ADS_1


Kemudian keduanya tertawa bersama.


Di tempat lain di kediaman Kevin.


Calon mempelai pria yaitu Kevin telah mengundang Jasmin dan Diki untuk ikut dalam acara lamarannya. Di mana keduanya bertindak sebagai keluarga calon mempelai pria.


Kevin mengenakan kemeja batik berlengan panjang dengan warna ke kuning-kuningan. Kemeja itu di buat seorang desainer dengan menyesuaikan warna kebaya calon pengantin wanita.


"Kamu kenapa?" Ucap dokter Diki.


"Bagaimana penampilanku?" tanya Kevin.


Dokter Diki melihat penampilan Kevin. Dari atas sampai bawah.


"Hemmm, ada uban di kumismu."


"Apa!" Kevin langsung bercermin. Dia memperhatikan kumisnya dari balik cermin.


"Yang mana? Kok enggak ada." Ucap Kevin.


"Hahaha, kamu kenapa panik seperti itu. Tidak ada uban. Yang ada bulu kaki." Ejek dokter Diki.


Kevin tersenyum dia baru sadar kalau habis di kerjain dokter Diki.


"Bagaimana perasaanmu?" Tanya dokter Diki.


"Tunggu, apa pada saat kamu melamar Menik di depan kami semua, kamu tidak mengalami hal yang sama." Tanya dokter Diki.


"Tentu aku mengalami hal yang sama. Cemas kalau Menik akan menolak ku dan syukurnya dia menerima lamaranku."


"Terus kenapa kamu masih cemas dan panik, kenyataannya Menik sudah menerimamu. Seharusnya kamu bisa lebih tenang karena kamu sudah ada jawaban dari Menik sebelumnya."


"Iya seharusnya aku bisa lebih tenang tapi kenyataannya tidak. Lamaran ini akan di saksikan orang banyak atau lebih tepatnya banyak orang-orang lebih tua dari kita. Pasti kesalahan dalam penyampaian kata-kata akan gampang di koreksi mereka."


"Justru itu tantangan buatmu. Kamu harus melakukannya secara sempurna jangan sampai ada kesalahan dalam penyampaian kata. Kalau perlu belajar dari sekarang." Ucap dokter Diki memberikan semangat kepada temannya.


Kevin setuju, masih ada waktu untuknya belajar. Di mana acara akan di adakan jam tujuh malam sedangkan sekarang baru jam setengah enam sore. Dia masih bisa berlatih sampai jam enam tepat. Karena jam enam tepat rombongan calon pengantin pria akan berangkat menuju lokasi tempat acara berlangsung.


Dokter Diki meninggalkan Kevin di kamar sendirian agar calon pengantin pria dapat berlatih dengan penuh konsentrasi.


Di lantai bawah sudah ada Jasmin bersama dengan keluarga Kevin dan keluarganya. Nyonya Paula sengaja mengundang kedua orang tua Jasmin untuk ikut dalam acara lamaran anaknya.


Wanita paruh baya itu meminta kepada papanya Jasmin sebagai wali untuk melamar Menik. Karena mengingat kondisi suaminya yang sakit, maka harus ada yang menggantikan, dan yang tepat untuk menjadi wali dari keluarga pria adalah papanya Jasmin.


Papanya Jasmin tidak menolak ketika dia di minta istri temannya untuk menjadi wali dalam lamaran anaknya. Karena dia sudah tidak dendam ataupun marah kepada keluarga temannya. Menurut pria paruh baya itu jodoh memang tidak bisa di paksakan dan dia yakin akan datang seorang pria yang akan mencintai anaknya dengan tulus.


Ketika melihat dokter Diki, Jasmin langsung memperkenalkan pria itu kepada kedua orang tuanya.


"Pa ma, kenalkan ini dokter Diki. Beliau direktur sekaligus dokter yang bertanggung jawab di rumah sakit tempat aku bekerja." Ucap Jasmin memperkenalkan dokter Diki kepada orang tuanya.

__ADS_1


Dokter Diki mengulurkan tangannya kehadapan sepasang suami istri itu. Kedua orang tua itu membalas uluran tangan pria itu.


"Terima kasih telah mau memperkerjakan anak kami." Ucap mamanya Jasmin.


"Tidak perlu berterima kasih, Jasmin dokter yang hebat dan beruntung saya menerimanya untuk bergabung dalam tim dokter kami." Ucap dokter Diki.


Papanya Jasmin melakukan obrolan sekedarnya dengan dokter Diki. Mereka membahas tentang segala hal yang ada di kota itu.


"Jasmin sini." Ucap mamanya menarik tangan anaknya.


"Apa ma?"


"Dokter itu cakep dan kalau mama perhatikan dia seperti suka denganmu." Ucap mamanya.


Jasmin menganggukkan kepalanya pelan.


"Nah betul, mama sudah bisa menebaknya. Apa dia sudah melamarmu." Ucap mamanya lagi.


"Idih mama ini, ngebet banget sih. Sabar kenapa? Dokter Diki masih pedekate kepadaku. Dia sering memberikan perhatian kepadaku."


"Ah kalau gitu belum bisa di artikan dia suka denganmu." Ucap mamanya.


"Mama, dia pernah mengutarakannya ketertarikan kepadaku."


"Terus kamu jawab apa." Desak mamanya.


"Enggak ada." Ucap Jasmin singkat.


Mamanya Jasmin mendengus kesal.


"Mama kenapa sih, ngebet banget lihat aku punya kekasih." Ucap Jasmin.


"Jelas mama ngebet, Kevin sebentar lagi akan melepas masa lajangnya, dan kamu kapan. Mama pengen menggendong cucu." Ucap mamanya.


"Ma, dokter Diki memang pernah mengutarakan ketertarikannya kepadaku. Dan dia bukan tipe pria yang suka berpacaran. Dia ingin langsung ke jenjang serius." Ucap Jasmin.


"Ya sudah tunggu apa lagi. Kamu terima saja, sepertinya dia pria yang baik."


"Mama, aku sudah mengatakan kepadanya kalau aku belum mencintainya. Dan dia paham, dan akan menungguku. Jika memang dia jodohku pasti semuanya di mudahkan." Ucap Jasmin.


"Baiklah nak, maafkan mama karena telah mendesak kamu untuk menikah." Ucap mamanya sambil memeluk anaknya.


Bersambung.


Ig. anita_rachman83.


AUTHOR ADA KARYA BARU YANG BERJUDUL


" LOVE OF a NURSE", CERITANYA PENUH KEJUTAN DAN MENDEBARKAN HATI. PENASARAN???

__ADS_1


__ADS_2