
" Ayo kita keluar." Ucap Ziko sambil memegang tangan Zira.
Ziko sengaja membawa Zira keluar dari situ agar terhindar dari tatapan genit David.
" Tapi makananku belum habis." Ucap Zira manja.
" Kita makan di luar disini selera makan ku hilang." Ucap Ziko sambil melirik David.
Ziko dan Zira beranjak dari kursinya dan hendak pergi tapi David menahan Ziko dengan memegang bahunya.
" I will invest all my shares in your company, as long as (Aku akan menginvestasikan seluruh saham ku pada perusahaan mu, asalkan). " David menggantung ucapannya.
" as long as what (asalkan apa)." Ucap Ziko ketus.
David berbisik ke telinga Ziko yang mengatakan.
" let me enjoy the beautiful body of your wife (izinkan aku menikmati tubuh indah istrimu)."
Ziko melepaskan genggamannya dari tangan istrinya, dengan cepat dia memukul wajah David. David yang mendapat serangan mendadak tersungkur ke bawah kursi. Semua orang yang berada di situ berteriak histeris. Termasuk juga Zira, dia hanya bisa berteriak entah kenapa jiwa avengersnya hilang sejenak pada saat itu. Dari jauh dia melihat ada Kevin yang menonton kejadian itu. Zira berlari kearah Kevin.
" Cepat kamu lerai pertengkaran itu." Ucap Zira teriak sambil menunjuk kearah Ziko yang sedang memukuli David.
" Maaf nona tangan saya lagi sibuk." Ucap Kevin cepat sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
" Apanya yang sibuk." Ucap Zira teriak.
Zira kesal dengan Kevin karena tidak mau melerai perkelahian itu. Dia menjewer kuping Kevin seperti anak kecil.
" Cepat kamu lerai perkelahian itu atau kuping mu aku tukar sama kuping gajah." Ucap Zira cepat sambil menjewer kuping Kevin.
Kevin langsung melerai perkelahian itu, sebenarnya dia enggan untuk melerai karena bosnya dominan menang. Tapi Kevin takut melihat tatapan mata Zira yang sedang marah, dia merasa sedang di jewer mamaknya.
Perkelahian itu pun akhirnya selesai dan di menangkan oleh Ziko. Semua berantakan walaupun perkelahian itu tidak lama tapi cukup menguras tenaga karena mereka sama-sama berbadan besar.
" our employment contract is canceled (kontrak kerja kita batal)." Ucap David teriak.
" I don't want to have a colleague like you (Tidak sudi aku mempunyai rekan kerja seperti dirimu)." Ucap Ziko sambil membuang ludahnya.
Ziko pergi keluar dari tempat itu di dampingi Zira dan Kevin. David mendapatkan banyak pukulan dari Ziko. Hubungan bisnis mereka harus berakhir padahal sudah lama mereka menjalin kerjasama tapi semua karena ulah David.
Ziko duduk di pinggir kasur dengan tampilan yang sudah berantakan. Zira memegang tangan suaminya yang merah. Zira berniat mengompres punggung tangan suaminya. Ziko menarik tangannya ketika hendak di kompres istrinya.
" Enggak usah." Ucap Ziko kesal.
Tapi Zira tetap menarik tangan suaminya. Ziko menepis tangan Zira dari tangannya.
__ADS_1
" Kamu kenapa?" Ucap Zira cepat.
" Ini semua karena mu." Ucap Ziko ketus.
Zira kesal dan membanting es batu kelantai.
" Apa maksudmu?" Ucap Zira cepat.
" Kalau kamu tidak menggodanya pasti dia tidak akan berbicara seperti itu tentangmu.
Zira menampar pipi Ziko.
" Jaga ucapan mu, aku tidak ada niat untuk menggodanya." Ucap Zira kesal.
Ziko memegang pipinya, ini yang kedua kali dia mendapatkan tamparan dari istrinya. Ziko merasa kesal, dia beranggapan Zira telah merayu David ketika dirinya sedang menyalin baju di kamar hotel.
" Selama aku menyalin baju pasti kamu merayu dia kan?" Ucap Ziko kesal.
" Jaga ucapan mu." Zira kesal dan pergi dari kamar dia membanting pintu kamar hotel.
Zira berjalan menyusuri lorong hotel sambil melihat tasnya. Dan kembali lagi ke kamar Ziko.
" Ini kado dari ku, kalau kamu enggak mau makan buang saja." Ucap Zira kesal sambil melempar keripik ubi tadi kearah Ziko.
Zira pergi dari kamar sambil membanting pintu kamar hotel. Ziko tidak menahan istrinya, Kevin yang sibuk karena pasti nanti bosnya akan uring-uringan kalau tidak menemukan istrinya. Kevin berlari mengikuti Zira. Zira pergi dengan menggunakan taksi. Dia mengikutinya dari belakang menggunakan taksi yang lain.
" Kenapa kamu di sini?" Ucap Zira cepat sambil melihat ke sekeliling sungai.
Kapal sudah berjalan menyusuri sungai, panjangnya sungai tersebut kurang lebih 777 km.
" Maaf nona saya khawatir kalau nanti nona hilang pasti saya yang akan jadi pelampiasan tuan muda." Ucap Kevin pelan.
Zira tidak menjawab, dia lebih senang memandang keindahan sungai itu dari pada harus memikirkan masalahnya.
" Nona apa nona tidak mau menghubungi tuan muda, agar suasana seperti ini cepat mencair." Ucap Kevin pelan.
" Emangnya es batu harus mencair segala." Ucap Zira ceplos.
Kevin tersenyum mendengar ucapan spontan yang di utarakan Zira.
" Enggak biarin saja dia pusing sendiri, mentang-mentang orang kaya ngomong seenak udelnya, belum juga tau masalahnya sudah menuduh yang enggak-enggak." Ucap Zira ketus.
" Tapi nona." Kevin ingin membela Ziko.
" Enggak usah belain dia atau kamu aku ceburin ke sungai ini." Ucap Zira cepat.
__ADS_1
Kevin tidak jadi memberikan pembelaannya kepada Ziko, dia lebih baik mencari aman dari pada berurusan dengan pasukan avengers.
Ponsel Kevin berbunyi ada nomor Ziko di layar kaca ponselnya.
" Siapa?" Ucap Zira santai.
" Tuan Ziko." Ucap Kevin sambil ingin menjawab panggilan tersebut.
" Jangan kamu angkat." Ucap Zira cepat.
Kevin tetap ingin mengangkat panggilan dari bosnya. Tapi tatapan mata Zira sudah membuatnya takut, dia mengurungkan niatnya. Tidak berapa lama panggilan tersebut terputus. Dia bernafas lega karena panggilan dari Ziko terputus. Tidak berapa lama ponsel Zira berdering, Zira melirik ponselnya dan enggan menjawabnya.
" Siapa nona?" Ucap Kevin penasaran.
" Ubi kayu." Ucap Zira cepat.
" Kenapa tidak di jawab." Ucap Kevin lagi.
" Aku kan lagi marah sama dia ngapain aku harus menjawab panggilannya." Ucap Zira ketus.
Kevin menganggukkan kepalanya secara berulang.
" Kenapa dengan kepala kamu apa kamu tengleng?" Ucap Zira memperhatikan ekspresi Kevin yang menganggukkan kepalanya berulangkali.
" Enggak, saya baru belajar dari nona kalau lagi bertengkar tidak perlu menjawab panggilan pasangan kita." Ucap Kevin polos.
Zira tersenyum mendengar ucapan Kevin yang polos. Pria di depannya benar-benar polos, dia merasa heran dengan Kevin, penampilan ok, tampang ok body apalagi belum soal keuangan enggak perlu di ragukan lagi. Zira heran kenapa asisten suaminya tidak mempunyai kekasih
" Asisten Kevin kenapa sampai sekarang kamu belum menikah atau mempunyai kekasih." Tanya Zira cepat.
Kevin tersenyum dia pun bingung harus menjawab apa.
" Enggak tau nona, mungkin karena kesibukan, makanya saya belum memikirkan hal seperti itu." Ucap Kevin pelan.
" Tapi ada enggak keinginan kamu untuk menikah." Tanya Zira lagi.
Kevin mendesah kencang sambil melihat sekeliling sungai.
" Awalnya saya ada keinginan untuk menikah melihat anda dan tuan muda saya merasa ingin mempunyai pendamping, tapi saya sekarang mengurungkan niat saya karena." Ucap Kevin berhenti.
" Karena apa."Ucap Zira penasaran.
" Ya karena nona dan tuan muda, yang hari-hari bertengkar, jadi di pikiran saya menjalin rumah tangga itu merupakan hal yang sulit kalau tidak di dasari dengan cinta." Ucap Kevin cepat.
Ucapan Kevin seperti menusuk hatinya. Apa yang di ucapkan Kevin benar adanya berumah tangga bukanlah seperti permainan, kalau sudah bosan tinggalkan cari yang lain, berumah tangga harus mempunyai komitmen yang kuat salah satunya adalah cinta.
__ADS_1
" Like komen dan vote yang banyak ya terimakasih."