Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 442 (S2)


__ADS_3

Zira dan Ziko sedang bersiap-siap pindah rumah. Asisten rumah tangga sudah menyusun semua pakaian mereka.


Zira dan Ziko hanya pindah membawa pakaian dan peralatan rumah tangga, untuk perabotan akan di tinggalkan, karena di rumah yang baru sudah ada perabotannya. Mereka pindah tidak membawa lory hanya mobil yang membawa koper dan peralatan dapur.


Di rumah baru Zira banyak beristirahat, yang menyelesaikan dan mengurus semua bik Inah dan asisten rumah tangga lainnya.


Nyonya Amel dan Zelin datang melihat anaknya pindah. Mereka sudah tau rumah baru Zira dan Ziko. Zelin dan nyonya Amel masuk ke dalam rumah baru anaknya.


Tok tok tok nyonya Amel mengetuk pintu terlebih dahulu, dia melihat ada seorang pria sedang memajang foto pernikahan anaknya.


"Permisi Ziko nya ada." Ucap nyonya Amel.


"Mama." Ucap Ziko.


"Iko? kenapa dengan kepala kamu? aduh kenapa kamu tambah jelek begini sih, mama pikir kamu tukang." Gerutu mamanya.


Zelin baru sampai di depan pintu rumah kakaknya, dia sama terkejutnya dengan penampilan Ziko.


"Kakak? kenapa dengan rambut kakak? jangan bilang kalau kak Zira ngidam minta kakak gundul." Ucap Zelin lucu.


"Mana Zira?" tanya nyonya Amel sambil masuk ke dalam rumah anaknya. Wanita paruh baya itu menemukan menantunya sedang tiduran di atas sofa di ruang keluarga.


"Zira." Ucap nyonya Amel menghampiri menantunya.


"Eh mama, mama sama siapa?" tanya Zira.


"Sama Zelin, bagaimana keadaan kamu dan cucu mama?" tanya nyonya Amel.


"Alhamdulillah sehat ma, cuma masih sering mual." Jelas Zira.


"Oh enggak apa-apa itu, Iko kenapa bisa gundul seperti itu?" tanya nyonya Amel.


Zira belum sempat menjelaskan, Ziko sudah masuk ke dalam ruang keluarga.


"Aku kalah taruhan, jadi hukumannya gundul." Jelas Ziko.


"Ada-ada saja." Gerutu nyonya Amel.


"Aku pikir kak Zira lagi ngidam rambut gundul." Timpal Zelin.


"Idih amit-amit, kakak itu malah marah sama kakak kamu. Seperti enggak ada kerjaan aja." Gerutu Zira lagi.


"Mama enggak mau datang ke sini lagi kalau rambut kamu belum tumbuh." Ucap nyonya Amel.


"Mama jangan seperti itu dong, aku sedang berusaha menumbuhkan kembali rambutku." Jelas Ziko.


"Enggak ma, dia mau kompakan gundulnya sama anaknya nanti." Ejek Zira.

__ADS_1


"Kalau bayi di gundul imut tapi kalau kamu Ko amit-amit jabang bayi." Ucap nyonya Amel sambil mengetuk meja dengan kepalan tangannya.


Ziko habis di ejek keluarganya, dia tidak bisa membela diri. Karena dia mengakui kalau wajahnya jauh berbeda dengan sebelumnya.


"Wajah kamu itu jadi berbeda, mirip siapa gitu." Nyonya Amel memikirkan seseorang yang mirip dengan gundul anaknya.


"Mirip penjahat india," Timpal Zira.


"Ah iya, kamu mirip penjahatnya." Ucap nyonya Amel lagi.


Ziko hanya menghela nafasnya, dia sudah menduga kalau keluarganya akan mengejeknya.


***


Menik dan Kevin sudah tiba di Jerman, dan sudah beristirahat di hotel. Matahari sudah muncul, Kevin dan Menik bersiap-siap pergi berwisata. Tujuan yang pertama yaitu gerbang brandenburg. Yaitu gerbang kota bertahan di berlin. Gerbang ini mempunyai sejarah panjang sejak didirikan, khususnya dalam sejarah politik. Kevin dan Menik mengabadikan setiap keindahan tempat wisata itu dengan ponselnya. Setelah puas menikmati keindahan gerbang itu, mereka melanjutkan ke tempat yang lain holstentor di sebut gerbang holsten. Gerbang itu terbuat dari batu bata merah dengan desain gothik. Holstentor bukan hanya sebuah gerbang tapi sebuah benteng. Dulunya sebagai gerbang kota dengan dua menara berbentuk bundar di utara dan selatan. Kini bangunan ini berfungsi sebagai museum guna mempertahankan sejarah kota.


Semua wisatawan menikmati keindahan tempat wisata itu. Pasangan pengantin baru itu mengelilingi beberapa tempat wisata dan terakhir mereka berkunjung ke sungai rhine dengan sebuah kapal. Sungai rhine mengalir di beberapa titik di jerman. Kapal membawa semua penumpang mengelilingi sungai Rhine. Mereka menikmati sungai itu pada malam hari, karena pemandangan sangat cantik dan romantic pada malam hari. Setelah puas mengelilingi sungai Rhine, semua penumpang turun dari kapal, ada pemandangan yang membuat Kevin penasaran, dia melihat pria yang kemaren kembali mengikuti mereka.


Kevin menggandeng tangan istrinya, dia melangkahkan kakinya lebih cepat dari biasanya.


"Kenapa cepat-cepat?" tanya Menik bingung.


"Pria itu masih mengikuti kita." Bisik Kevin.


"Apa! yang mana?" Menik mau menolehkan kepalanya kebelakang tapi Kevin buru-buru mengingatkan istrinya.


"Jangan di lihat." Ucap Kevin. Mereka terus jalan sampai di sebuah gang, keduanya masuk ke dalam gang. Pria itu ikut masuk tapi ketika dia masuk ke dalam gang, Kevin sudah menangkapnya dan mendorong badan pria itu ke dinding.


"Aku hanya orang suruhan." Ucap pria itu dengan suara berat, karena lehernya di cengkram Kevin.


"Jangan, nanti dia bisa mati." Ucap Menik mengingatkan suaminya.


"Siapa yang menyuruh kamu, cepat katakan!" Teriak Kevin.


Pria yang di cengkram berusaha untuk mengambil sesuatu dari saku celananya. Kevin langsung sigap, dia khawatir ada senjata di saku celana itu. Kevin yang mengambil sesuatu dari saku celana pria itu.


"Amplop?" Ucap Kevin bingung, dia menyerahkan amplop itu kepada istrinya, Menik langsung membuka dengan segera.


"Foto." Ucap Menik bingung sambil menyerahkan kepada suaminya.


"Foto apa ini!" bentak Kevin lagi.


"Aku tidak tau, ada keterangan di belakangnya." Ucap pria itu. Kevin melihat belakang foto itu, dia lengah sehingga pria itu bisa kabur.


"Sialan dia kabur." Gerutu Kevin sambil berusaha mengejar pria itu.


"Enggak usah di kejar, kita pulang saja aku takut." Ucap Menik ketakutan.

__ADS_1


Kevin menggandeng tangan istrinya. Dia memberhentikan sebuah taksi yang lalu lalang di depan mereka.


Taksi membawa mereka langsung menuju hotel. Di dalam hotel Menik segera menyusun barang-barangnya. Sedangkan Kevin mengecek penerbangan malam itu.


"Sayang penerbangan malam ini sudah tidak ada, baru satu jam yang lalu pesawat berangkat, bagaimana?" tanya Kevin kepada istrinya.


"Aku takut." Ucap Menik dengan wajah yang pucat. Kevin memeluk tubuh istrinya.


"Jangan takut, aku ada di sini bersamamu. Tidurlah, kita kembali ke tanah air besok. Aku akan mencari penerbangan paling awal." Jelas Kevin sambil menenangkan istrinya.


Setelah istrinya tidur Kevin mencoba menghubungi bosnya. Panggilan terhubung.


Keadaan di tanah air pada saat itu sudah menunjukkan jam tiga pagi. Dia ragu mau menghubungi bosnya tapi dia khawatir dengan keselamatan Zira dan bosnya.


Ziko mendengar suara ponselnya yang bergetar di nakas. Dia mengambil dengan mata tertutup.


"Halo." Ucap Ziko dengan suara khas bangun tidur.


"Tuan ini saya." Ucap Kevin.


"Kamu! apa tidak bisa membedakan sekarang jam berapa di tanah air? istriku sedang tidur." Bisik Ziko.


"Maaf tuan ini penting, pria yang kemaren mengikuti kami kembali mengikuti sampai ke Jerman." Jelas Kevin.


"Apa!" Ucap Ziko kaget kemudian menutup kembali mulutnya, dia takut istrinya terbangun. Ziko membawa ponselnya ke kamar mandi. Dia menerima panggilan di sana.


"Informasi apa yang kamu dapat dari pria itu?" tanya Ziko lagi.


Kevin menceritakan kejadian tentang dia menangkap dan mencengkram pria itu sampai pria itu kabur.


"Kenapa bisa kabur? seharusnya kamu membawanya ke kantor polisi." Ucap Ziko kesal.


"Maaf tuan saya lengah, karena pria itu memberikan sebuah amplop yang di dalamnya berisi foto." Jelas Kevin.


"Foto apa itu?" tanya Ziko penasaran.


Kevin mengambil foto yang ada di nakas.


"Foto dua anak kecil saling bergandengan tangan. Tidak tau foto siapa ini, tapi hanya ada sebuah tulisan kecil dengan tulisan family." Jelas Kevin.


"Family? kirimkan foto itu kepadaku, dan jangan beritahukan hal ini kepada Zira. Aku tidak mau dia stres." Ucap Ziko.


"Baik tuan." Ucap Kevin.


"Dan bilang kepada istrimu untuk merahasiakan masalah ini, aku tidak mau istriku sampai stres yang dapat mengganggu kehamilannya." Jelas Ziko. Panggilan terputus. Ziko keluar dari kamar mandi.


"Aaaaa." Ziko berteriak kaget.

__ADS_1


Bersambung.


Vote untuk kedua karya author "Menikah Karena Ancaman" dan "Love of a Nurse" agar updatenya tambah semangat, makasih.


__ADS_2