Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 45


__ADS_3

Ziko tidak menghiraukan rayuan Zira.


"Hei, mulut micin siapa yang mengundangmu datang ke pesta ini. Apa mamaku?" tanya Ziko.


"La iyalah, masak orang lain." Jawab Zira sambil terus mengunyah makanannya.


Zira mengambil beberapa makanan dan diletakkannya di atas piring kecil.


Melihat Zira yang makan begitu banyak Ziko mengernyitkan dahinya.


"Kamu makan segini banyak, memangnya lambung mu ada berapa, hah?" ucap Ziko lagi.


"Hemm lambung ku ada satu tuan, tapi ......" Zira menggantung ucapannya.


"Tapi apa!" bentak Ziko.


"Anak cabangnya ada dimana-mana, wkwkwk." Zira ketawa cekikikan.


Begitupun Kevin dia ikut tertawa mendengar ocehan Zira.


Mendengar Kevin yang tertawa Ziko memutar badannya, kebetulan posisi Kevin tepat berada di belakang Ziko kira-kira hanya 1 meter.


"Asisten Kevin, sejak kapan kamu berdiri di belakangku?" tanya Ziko sedikit berbisik.


"Sejak tadi tuan." Kevin menundukkan kepalanya.


"Jadi dari tadi kamu melihat dia?" Ziko menunjukkan jarinya kearah Zira.


"Iya tuan." Jawab Kevin cepat.


"Siapa yang memerintahkan kamu melihat dia, hah?" tanya Ziko lagi.


"Enggak ada, jadi saya harus bagaimana tuan?" tanya Kevin.


"Balikan tubuhmu jangan lihat dia dan besok beli kaca mata kuda." Perintah Ziko.

__ADS_1


"Untuk apa tuan."Tanya Kevin heran.


"Untuk menjaga matamu agar tidak melihat bentuk tubuh si mulut micin." Jawab Ziko cepat.


"Jadi setiap hari saya harus pakai kacamata kuda? apa tidak ada toleransi sedikit saja tuan." Rayu Kevin.


"Maksudmu apa?" tanya Ziko balik.


"Maksud saya, memang nona Zira memakai pakaian yang super seksi, tapi kan bukan saya saja yang melihat, dan tidak mungkin juga nona Zira memakai gaun seperti itu setiap hari."


Kevin menjelaskan kepada Ziko, agar dia terhindar dari permintaan bosnya yang aneh-aneh.


Ziko diam dan berpikir sejenak.


"Baiklah kalau dia, si mulut micin pakai gaun yang seksi kamu harus pakai kacamata kuda." Mereka tetap berbisik-bisik.


"Tuan, apa perlu saya membelikan mereka semua kacamata kuda." Ucap Kevin sambil menunjuk kearah semua lelaki yang memandang Zira.


"Kamu!" Ziko menuding jarinya ke arah Kevin.


"Hemm balikan badanmu, dan tetap berdiri di sini." Ucap Ziko cepat.


Ziko dan Kevin berdiri saling membelakangi masing-masing.


"Halo sudah siap bisik-bisiknya? Kenapa dengan kalian berdua? apakah kalian sepasang kekasih yang lagi bertengkar?" ucap Zira sambil tertawa.


Ziko membalikkan badannya melihat kearah Zira.


"Apa kamu bilang? pa kamu tidak ingat dengan janjimu nona? apa kamu mau ubi kayu ku." Ucap Ziko sambil tersenyum licik.


"Ingat-ingat, aku enggak akan ngomong itu lagi " Zira berkata dengan gugup.


Zira mecoba merayu Ziko dengan menawarkan beberapa makanan.


"Tuan apa kamu mau ini." Tawar Zira.

__ADS_1


"Enggak aku gak selera." Jawab Ziko ketus.


"Oh ya udah, aku aja yang makan." Zira memasukkan cake kedalam mulutnya.


"Hey cepat habiskan makananmu. Aku mau bicara." Perintah Ziko.


"Hemmm ya." Zira menjawab dengan mulut penuh.


"Aih kunyah dulu makananmu, jijik aku melihatnya." Perintah Ziko lagi.


Zira menganggukkan kepala sambil mengunyah makanannya.


Setelah selesai mengunyah makanannya.


" Aaaaaa."


Zira membuka mulut dan menunjukkannya kepada Ziko. Dengan maksud kalau dia telah menghabiskan makannya.


Melihat tingkah Zira, Ziko hanya menggelengkan kepalanya.


Zira masih melihat semua hidangan yang di sajikan.


"Hey aku mau bicara." Bentak Ziko.


"Iya bicara saja, aku dengar kok." Jawab Zira santai masih tetap melihat makanan yang di sajikan.


"Lihat aku!" bentak Ziko lagi.


Zira masih tetap melihat meja hidangan. Melihat tingkah Zira, Ziko langsung menarik tangan wanita itu.


Zira yang tidak mempunyai persiapan kaget, dan jatuh di pelukan Ziko.


Mereka saling pandang dan diam seribu bahasa. Mereka perang dengan pikirannya masing-masing.


"Like setiap episode ya, komennya jangan kendor dan vote yang banyak biar tambah semangat author updatenya, terimakasih."

__ADS_1


__ADS_2