
Pesta pun telah selesai para tamu undangan sudah meninggalkan gedung resepsi. Tidak dengan Zira, dia masih duduk di kursi pelaminan. Ziko memperhatikan istrinya dengan seksama.
" Ayo." Ajak Ziko.
Zira hanya melihat sekilas tapi tidak menjawab apalagi bergerak.
" Kamu kenapa." Tanya Ziko heran.
Semenjak kejadian tadi Zira tidak banyak bicara hanya diam dan berperang dalam pikirannya.
Malah tanya kamu kenapa? kenapa sih tidak peka jadi manusia, dasar manusia es batu gak salah aku menjulukinya manusia es batu. Gerutu Zira dalam hati.
" Ayo kalau kamu tidak mau akan aku gendong dengan paksa." Ucap Ziko sambil memegang tangan Zira.
Zira menepis tangan suaminya dan berjalan dengan sangat cepat meninggalkan Ziko yang masih bengong.
Zira melangkahkan kakinya bukan ke kamar hotel tapi keluar gedung resepsi. Ziko berjalan dengan langkah lebar agar bisa berjalan beriringan dengan istrinya.
" Hey kamu mau kemana, kamar kita kan di atas." Ucap Ziko sambil berjalan beriringan.
" Aku mau pulang." Ucap Zira cepat.
" Enggak kita kan belum melakukan satu jurus kung Fu." Ucap Ziko sambil menahan tangan Zira agar tidak meninggalkan gedung resepsi.
" Aku mau pulang." Ucap Zira lagi.
" Kamu kenapa sih dari tadi mau pulang mau pulang." Ucap Ziko sedikit berteriak.
" Hey suamiku yang tersayang apa kamu enggak berpikir apa yang menyebabkan ku marah samamu." Ucap Zira cepat sambil menarik tangannya yang di pegang Ziko.
" Mana aku tau kalau kamu cuma bilang mau pulang mau pulang." Ucap Ziko sewot sambil menirukan gaya bicara Zira.
Zira kesal karena Ziko tidak peka sama sekali. Dengan terpaksa Zira menyebutkan masalah yang menyebabkan dia diam.
" Apa rasanya di cium sama si uget-uget." Ucap Zira cepat.
Ziko tertawa terbahak bahak.
" Hahahaha istriku cemburu." Ucap Ziko cepat sambil tertawa.
Zira yang mendengar Ziko menyebutkan dirinya cemburu langsung mulai salah tingkah dan melakukan pembelaan.
" Siapa yang cemburu aku itu cuma tanya gimana rasanya berciuman dengan uget-uget, apakah sama rasanya dengan mulut micin ku." Ucap Zira cepat membela diri.
Ziko mulai mempermainkan Zira.
" Hemmmmm rasanya ada sedikit manis beda sama bibirmu, kalau bibirmu ada rasa micinnya, kalau bibirnya ada rasa manis seperti rasa apa ya." Ucap Ziko pura-pura sedang berpikir.
" Seperti apa." Tanya Zira.
__ADS_1
" Madu ya seperti madu." Ucap Ziko cepat.
Mendengar Ziko menyebutkan kata madu, Zira langsung pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Ziko tertawa puas karena bisa membuat istrinya cemburu. Zira berjalan menuju parkiran mencari dimana letak mobil suaminya.
Zira sudah sampai di dekat mobil tapi dia tidak menemukan asisten Kevin, karena sudah letih dia menyandarkan badannya di pintu mobil.
Ziko mendekati Zira dan melakukan hal yang sama dengan istrinya, bersandar di pintu mobil. Karena Zira masih cemberut mau tidak mau Ziko mengikuti keinginannya istrinya yaitu pulang.
Ziko mengambil ponselnya dan menghubungi Kevin. Tidak beberapa lama Kevin sudah datang menuju tempat parkir mobil.
" Bukannya tuan dan nona akan menginap di sini." Tanya Kevin.
" Istriku enggak mau, dia mau ML di rumah katanya." Goda Ziko.
Zira langsung mencubit lengan Ziko berulang kali. Ziko hanya teriak kecil mendapat cubitan dari istrinya.
" Wah cubitan mu seperti emak-emak kalau lagi marah." Ucap Ziko cepat sambil berusaha menghindari cubitan istrinya.
Kevin membuka pintu mobil dan mempersilahkan Zira dan Ziko untuk masuk.
Begitu pintu di buka Zira langsung duduk di pojok tidak mau berdekatan dengan suaminya.
Ziko melihat Zira duduk di pojokan mulai merasa risih karena istrinya tidak mau bicara sama sekali.
Apa cewek kalau ngambek sampai segitunya.
Zira hanya melihat sekilas dan kembali dengan menatap keluar jendela mobil. Karena Zira tidak mau duduk dekat suaminya. Jadi Ziko yang memindahkan posisi duduknya bersebelahan dengan istrinya.
Seperti biasa Ziko langsung memeluk bahu Istrinya. Zira hanya melirik sekilas dan kembali lagi melihat kearah luar jendela mobil.
" Asisten Kevin kita pulang ke apartemen." Ucap Zira cepat.
" Hey siapa yang disini kepala rumah tangga, ke mansion." Perintah Ziko cepat.
Kevin menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan bosnya. Zira tidak bisa membantah omongan suaminya secara Ziko adalah kepala rumah tangga dan mau tidak mau dia mengikuti kemauan pria di sebelahnya.
Padahal Zira berpikir kalau malam ini dia tidur di apartemen maka bisa di pastikan dia bisa menghindari malam pertamanya. Tapi Zira memikirkan sesuatu yaitu kopernya.
Baiklah suamiku aku ikut ke mansion bersamamu, Karena alat perangku juga sudah berada di sana.
Ziko memperhatikan istrinya yang tersenyum-senyum.
" Vin gawat sepertinya istriku kesurupan." Ucap Ziko panik.
Kevin melihat Zira dari kaca mobil.
" Iya tuan." Ucap Kevin cepat.
__ADS_1
Zira masih saja tersenyum tidak perduli dengan ucapan dua pria itu.
" Ini sudah malam lagi, apa kamu bisa menghubungi Mbah Jambrong untuk mengeluarkan kuntilanak dalam diri istriku." Ucap Ziko sedikit panik sambil memindahkan posisi duduknya menjauh dari istrinya.
Kevin mengambil ponselnya dari dalam saku.
" Maaf tuan saya harus parkir dulu di pinggir jalan, bahaya kalau menggunakan ponsel sambil menyetir." Ucap Kevin cepat.
Ziko mengangguk cepat. Begitu mobil berhenti di pinggir jalan.
" Hey siapa yang kesurupan." Ucap Zira cepat.
Ziko melihat dengan cepat kearah Istrinya sebaliknya dengan Kevin, Kevin langsung memutar badannya melihat kearah Zira.
" Tuan untuk memastikan apakah nona tidak kesurupan beri sebuah pertanyaan." Ucap Kevin cepat.
Ziko mengangguk setuju dengan usul Kevin. Zira langsung memegang pelipis matanya.
" Baiklah 1+1." Tanya Ziko.
" Dua lima. " Ucap Zira cepat sambil tetap memegang pelipis matanya
" Nah kan Vin, istriku kesurupan mana udah malam lagi." Ucap Ziko panik.
" Tuan coba beri pertanyaan yang sering di ucapkan antara tuan dan nona, saya rasa kalau soal perhitungan yang tuan beri pasti kuntilanak tidak tau karena kan kuntilanak tidak pernah sekolah dia sibuk dengan sisirnya yang hilang." Ucap Kevin menjelaskan.
Ziko mulai memberikan pertanyaan yang sering di sebutkan antar dirinya dengan Zira.
" Apa julukan yang kamu berikan kepadaku." Tanya Ziko cepat.
" Ubi kayu." Jawab Zira cepat.
" Betul tapi untuk lebih meyakinkan lagi aku beri pertanyaan satu lagi." Ucap Ziko cepat.
" Apa julukan yang aku berikan kepadamu." Tanya Ziko cepat.
" Mulut micin." Jawab Zira cepat.
Ziko tertawa senang dia langsung memeluk Zira.
" Aku sempat berpikir, apakah malam ini aku akan tidur dengan kuntilanak, ternyata kamu sudah kembali." Ucap Ziko sambil memeluk istrinya.
" Memangnya aku pergi kemana." Ucap Zira cepat.
" Sudahlah aku senang kamu telah kembali dan untukmu jangan kamu ulangi perbuatan yang tadi." Ucap Ziko pelan.
" Yang tadi mana." Tanya Zira heran.
" Dasar pelupa jangan suka senyum-senyum sendirian pada saat tengah malam." Ucap Ziko cepat.
__ADS_1
Ziko masih dengan pelukannya ada rasa damai ketika memeluk Zira. Sedangkan Kevin melajukan mobilnya kembali menuju mansion.
" Like komen dan vote ya, bagi yang belum vote buruan dong vote, biar semangat nih author next episode ML loh. Terimakasih."