Menikah Karena Ancaman

Menikah Karena Ancaman
episode 428 (S2)


__ADS_3

🌹Vote


Cara vote.


Kumpulkan poin di pusat misi, buka poin pada profilku. Selesaikan semua tugas, jika tugas sudah selesai kalian bisa vote author sebanyak mungkin. Dan vote bisa di lakukan setiap hari selama poin kalian ada, terimakasih.


Selamat Membaca.


***


Waktu yang di nantikan telah tiba, hari ini adalah hari di mana Kevin akan menghalalkan hubungannya dengan Menik.


Acara nikah di adakan di hotel sedangkan acara resepsi di adakan di taman dengan tema piknik. Pengantin wanita sedang bersiap di kamar hotel. Kevin sengaja memakai jasa make up artis untuk menghias pengantinnya.


"Kamu sangat cantik sekali." Puji perias.


"Terima kasih."Jawab Menik.


Menik mengenakan kebaya berwarna putih di padu padankan dengan kain batik. Tatanan rambutnya di sanggul dengan bentuk yang modern dan ada bunga melati yang menghiasi rambutnya.


Perias menyempurnakan riasannya.


"Sempurna." Ucap perias.


Di tempat lain tepatnya di kediaman pengantin pria. Kevin telah mengenakan setelan berwarna putih, warna yang sama dengan pengantin wanita. Dia sedang melafalkan akad nikahnya.


Dokter Diki yang di tunjuk sebagai pihak keluarga dari pengantin pria mendatangi Kevin di dalam kamarnya.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya dokter Diki.


"Nervous." Jawab Kevin cepat.


"Apa kamu sudah melafalkannya?" tanya dokter Diki.


"Ini aku sedang melafalkannya." Ucap Kevin sambil menunjukkan kertas yang ada tulisan sebuah nama panjang Menik dan nama orang tuanya.


Ketika dokter Diki membaca nama Menik, dia mengerutkan dahinya.


"Nama yang unik." Ucap dokter Diki.


"Iya nama sama kepribadian memang cocok." Jawab Kevin.


"Akhirnya kamu sampai juga di tahap ini. Aku tidak pernah menyangka kalau kamu bisa mencari seorang wanita." Ucap dokter Diki.

__ADS_1


"Mencari?" tanya Kevin bingung.


"Iya mencari, aku pikir kamu dan Ziko terlibat cinta lokasi." Ejek dokter Diki.


"Hahaha, iya nona Zira juga pernah berpikir kalau kami saling mencintai. Dia curiga karena kami tidak pernah membawa wanita sama sekali." Ucap Kevin mengingat kejadian dulu pada saat di apartemen Zira.


"Sejak kapan kamu kepikiran mencari pendamping, apa sejak Ziko nikah?" tanya dokter Diki.


"Waktu tuan muda nikah, aku belum ada kepikiran untuk menikah. Tapi karena sepasang suami istri itu selalu menunjukkan kemesraannya, karena aku pria normal otomatis langsung ada keinginan mencari pendamping." Ucap Kevin.


"Baguslah kalau begitu, semoga aku bisa menyusulmu dengan segera." Ucap dokter Diki lagi.


"Bagaimana hubungan dokter dengan Jasmin?" tanya Kevin.


"Kami memang dekat tapi hanya dekat sebagai teman, dia tau kalau aku menyukainya. Tapi aku belum bisa menebak perasaannya." Ucap dokter Diki.


"Kenapa tidak di ikat saja dengan sebuah pertunangan." Ucap Kevin.


"Vin, aku sudah berumur, menurutku lebih baik kalau aku langsung menikah. Dan jika perasaanya kepadaku sudah ada aku akan langsung melamarnya." Ucap dokter Diki sambil melihat jam tangannya.


"Ayo kita turun, sudah waktunya kita berangkat." Ucap dokter Diki mengingatkan.


Keduanya turun menuju lantai satu. Di lantai satu keluarga sudah bersiap-siap. Pihak keluarga dari pengantin wanita mengenakan kebaya berwarna merah maron dan para pria mengenakan kemeja batik dengan warna yang sama.


Di hotel semua panitia sudah bersiap menyambut pengantin pria. Keluarga Raharsya yang di tunjuk sebagai keluarga pengantin wanita juga sedang bersiap-siap. Sebelumnya mereka telah mengikuti gladi resik yang di adakan satu hari sebelum acara akad nikah di laksanakan. Jadi keluarga Raharsya sudah tau tahap-tahapannya. Agar melancarkan acara akad nikah pihak panitia atau weeding organizer tetap memberikan pengarahan kepada mereka.


Akhirnya iring-iringan mobil pengantin pria tiba. Keluarga Raharsya menyambut kedatangan keluarga pengantin pria. Kemudian wali dan kedua keluarga memasuki tempat akan di langsungkan acara akad nikah serta di ikuti para hadirin yang ikut menyaksikan jalannya acara akan nikah tersebut.


Pihak panitia menempatkan pengantin pria di depan petugas dan tidak berapa lama Menik juga datang dan duduk di sebelah Kevin. Kevin curi-curi pandang sama Menik. Menurutnya penampilan Menik sangat memukau.


Kevin duduk berhadapan dengan Bima, karena wali dari pernikahan Menik adalah adiknya. Kedua saksi yang di tunjuk duduk di sebelah kanan dan kiri.


Petugas KUA yang duduk di depan Menik memeriksa ulang data administrasi dan juga mas kawin juga di tanyakan. Kemudian mereka membaca istigfar secara bersama-sama.


"Siap mengijabkan?" tanya petugas KUA.


"Siap." Ucap Bima lantang. Petugas KUA juga menanyakan hal yang sama pada pengantin pria. Kevin juga menjawab dengan cukup lantang. Lalu di lanjutkan dengan pemberian mas kawin oleh Kevin kepada Bima yaitu sebagai wali.


Kemudian di lanjutkan dengan ijab kabul.


"Saya nikahkan engkau Kevin Junio bin Hendrik dengan kakak kandung saya Samudra Nuansa Pagi binti Selamat Pagi dengan mas kawin sebuah perhiasan seberat tiga kilo di bayar tunai." Ucap Bima sambil menggenggam tangan Kevin.


"Saya terima nikahnya Samudra Nuansa Pagi binti Selamat Pagi dengan mas kawin perhiasan seberat tiga kilo di bayar tunai." Jawab Kevin.

__ADS_1


"Sah." Ucap saksi.


Kemudian di lanjutkan pembacaan doa yang di pimpin oleh petugas KUA. Pembawa acara mengambil alih.


"Hadirin sekalian di mohon untuk berdiri." Ucap pembawa acara. Menik mencium punggung tangan suaminya, kemudian di lanjutkan dengan bersalaman kepada wali yaitu Bima, petugas KUA dan saksi.


Mereka menandatangani akte nikah dan penyerahan surat nikah oleh petugas KUA. Dan semua itu di dokumentasikan dalam sebuah video syuting dan fotografer.


"Pengantin di persilahkan untuk sungkem kepada kedua orang tua." Ucap pembawa acara.


Sungkem pertama di lakukan kepada keluarga Kevin. Di mana di wakilkan oleh keluarga Jasmin dan setelah itu sungkem kepada keluarga Raharsya yaitu wali dari keluarga Menik.


Akhirnya mereka telah sah menjadi suami istri.


"Selamat atas pernikahan kalian, semoga pernikahan kalian langgeng sampai anak cucu." Ucap Zira menyalami kedua pengantin sambil menyerahkan kado yang berukuran besar.


"Terima kasih nona." Ucap Kevin dan Menik bersamaan.


"Selamat Vin, akhirnya lepas juga masa jomblomu. Tinggal dokter kita yang belum." Ucap Ziko sambil menyenggol bahu dokter Diki.


"Aku akan segera menyusul tunggu aja. Selamat untuk kalian berdua."Ucap dokter Diki sambil menyerahkan bungkus kecil ke tangan Kevin.


"Apa ini." Ucap Kevin bingung.


"Obat kuat." Bisik Ziko.


"Ziko yang nyuruh bukan aku, aku hanya ikut-ikut saja. Katanya istrimu sepupu kapten Amerika." Ucap dokter Diki.


"Kami taruhan." Bisik Ziko lagi.


"Taruhan apa." Bisik Kevin balik.


"Kami bertaruh kalau aku bertaruh kamu tidak akan bisa mencetak gol malam ini. Kalau si Diki bertaruh kamu bisa membobol gawang." Bisik Ziko.


"Apa hukumannya kalau di antara kalian berdua ada yang kalah?" tanya Kevin pelan.


"Kalau aku kalah aku akan botak dan kalau Diki yang kalah dia akan mencukur bulu kakinya." Ucap Ziko pelan.


"Ok deal." Ucap Ziko dan dokter Diki saling bersalaman.


Apakah Kevin bisa membobol pertahanan Menik?


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa vote yang banyak. Dan silahkan mampir ke karya author yang lainnya "Love of a Nurse"


__ADS_2